Info Sehat

Penting! Patuhi Etika Batuk dan Bersin Agar Tidak Menularkan Orang Lain

February 12, 2021 | Dani Kosasih | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Etika batuk dan bersin adalah adalah tata cara saat kamu mengalami batuk dan bersin secara baik dan benar. Sudahkah kamu menerapkannya dengan benar?

Jika sudah, kebiasaan baik ini akan membantu mencegah penyebaran suatu penyakit secara luas melalui udara bebas atau droplets.

Apa itu etika batuk dan bersin?

Etika batuk dan bersin atau cough and sneeze etiquette adalah praktik kebersihan sederhana yang dapat dilakukan semua orang untuk mencegah menularkan infeksi pernapasan seperti pilek dan flu kepada orang lain.

Sangat penting bahwa orang yang sakit pilek atau flu mempraktikkan batuk dan etika bersin yang baik. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Namun, infeksi seperti pilek dan flu dapat ditularkan bahkan sebelum gejala seperti sakit tenggorokan dan batuk memberi tahu bahwa kamu sakit. Jadi bahkan ketika kamu sangat sehat, penting untuk mempraktikkan etika batuk dan bersin yang tepat.

Menutupi batuk dan bersin serta menjaga kebersihan tangan dapat membantu mencegah penyebaran penyakit pernapasan serius seperti influenza, virus sinkronisasi pernapasan (RSV), batuk rejan, dan COVID-19.

Kuman dan virus dapat dengan mudah disebarkan dengan:

  • Batuk, bersin, atau berbicara
  • Menyentuh wajah dengan tangan yang tidak dicuci setelah menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi
  • Menyentuh permukaan atau benda yang mungkin sering disentuh oleh orang lain

Baca Juga : Jangan Lagi Dibiasakan, Ini 7 Bahaya Menahan Bersin yang Bisa Menimpamu!

Kenapa etika batuk dan bersin itu penting?

Kondisi saat kamu batuk dan bersin dapat menyebarkan kuman dalam jumlah ribuan hingga jutaan ke udara.

Kuman dan virus yang disebarkan tersebut dapat menyebar di udara atau menempel pada tangan maupun permukaan keras.

Di saat yang sama, orang-orang yang berada di sekitar pun akan ikut menghirup udara yang sudah terkontaminasi kuman yang keluar dari batuk dan bersin yang kamu lakukan.

Selain itu, jika seseorang menyentuh permukaan benda yang terkena virus tersebut lalu memegang wajah atau hidung, maka orang tersebut pun akan terkontaminasi.

Untuk menghindari penularan akibat virus dan kuman yang kamu keluarkan melalui batuk dan bersin, maka perlu dilakukan langkah pencegahan.

Salah satu langkah pencegahannya adalah dengan melakukan etika batuk dan bersin yang harus diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Waspada, Begini Cara Penyakit COVID-19 Menginfeksi Paru-paru!

Bagaimaan cara etika batuk dan bersin yang benar?

Melansir laman kemenkes.go.id, berikut beberapa cara maupun etika bersin dan batuk yang harus kamu terapkan:

1. Alihkan muka dari orang lain

Saat merasakan akan bersin atau batuk, jangan arahkan muka dan mulut kamu ke orang lain.

Palingkan wajah dan kepala menghindari orang-orang yang sedang ada di sekitar kamu. Setelah itu, segeralah tutupi mulut dan hidung kamu.

2. Gunakan tisu

Saat kamu merasa ingin bersin dan batuk, segeralah ambil tisu untuk menutup hidung dan mulut. Setelah itu, buang tisu tersebut ke tempat sampah.

3. Tutupi mulut dan hidung dengan lengan atas

Jika kamu tidak memiliki atau membawa tisu, tutupi mulut dan hidung saat batuk dan bersin dengan bagian dalam siku atau bagian lipatan lengan bagian atas.

4. Buang atau bersihkan produk yang terkontaminasi segera

Buang tisu sekali pakai segera setelah kamu pakai untuk batuk atau bersin. Cobalah untuk memastikan tempat sampah tersedia sehingga tisu dapat dibuang.

Misalnya jika kamu berada di tempat tidur saat flu, letakkan tempat sampah di samping tempat tidur sehingga kamu tidak perlu bangun untuk membuang tisu bekas pakai.

Jika tidak ada tempat sampah, gunakan kantong plastik untuk menyimpan tisu yang terkontaminasi sampai kamu menemukan tempat sampah.

Jika kamu batuk atau bersin ke permukaan yang keras seperti meja atau telepon, segera bersihkan dengan lap disinfektan sekali pakai untuk menghilangkan kuman dan virus.

Baca Juga : Bolehkah Menyemprotkan Cairan Disinfektan ke Tubuh Manusia? Ini Faktanya

5. Segera mencuci tangan

Cuci tangan kamu dengan sabun dan air setidaknya selama 15-20 detik setiap kali kamu batuk atau bersin. Penting juga untuk mencuci tangan setiap kali kamu menyentuh benda yang terkontaminasi.

Setelah batuk dan bersin, selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya minimal 60 persen alkohol.

Produk-produk ini juga efektif dalam menghilangkan kuman pilek dan flu dari tangan yang terkontaminasi.

6. Hindari menyentuh wajah

Etika batuk dan bersin yang baik berikutnya adalah menghindari menyentuh wajah dengan tangan. Terutama jika tangan kamu terkontaminasi.

Tangan menyentuh banyak permukaan yang dapat terkontaminasi oleh virus. Jika kamu menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak bersih, kamu dapat mentransfer virus dari permukaan ke tubuh kamu sendiri.

7. Hindari kontak dekat dengan orang lain

Jauhi pekerjaan,sekolah, dan tempat sibuk lainnya sebisa mungkin ketika kamu memiliki penyakit seperti pilek atau flu yang menyebabkan batuk dan bersin.

Apabila kamu perlu pergi bekerja atau tempat sibuk lainnya, hindari kontak dekat dengan orang lain, misalnya dengan tidak berjabat tangan dan berdiri setidaknya satu meter jauhnya.

8. Pakai masker

Saat kamu mengalami kondisi flu atau batuk, selalu gunakan masker agar orang lain tidak tertular.

Jangan meletakkan masker pada leher atau dagu karena bisa menyebarkan virus hingga seluruh wajah.

Baca Juga : Cegah Virus Menyebar, Ini Tips Menggunakan Masker Sesuai Panduan WHO

Etika batuk dan bersin yang keliru

Untuk menghindari penularan virus, hindarilah kebiasaan batuk dan bersin yang salah berikut:

  • Tidak menutup mulut saat batuk atau bersin di tempat umum
  • Tidak mencuci tangan setelah digunakan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk dan bersin
  • Membuang ludah setelah batuk di sembarang tempat
  • Membuang atau meletakkan tisu yang sudah dipakai di sembarang tempat

Banyak orang batuk ke tangan mereka untuk menghentikan kuman menyebar. Sayangnya ini bukan praktik yang baik, lho.

Sebab setelah itu, kamu masih dapat menularkan virus dengan menyentuh barang-barang atau menjabat tangan orang lain. Jangan batuk ke tangan kamu!

Cara batuk yang benar tanpa menularkan kuman adalah dengan menggunakan sapu tangan atau lengan baju. Ketika kamu batuk ke salah satu dari ini, kamu cenderung tidak menyebarkan kuman.

Cara batuk yang benar

Selain etika batuk dan bersin, ada juga etika cara batuk yang benar atau cough etiquette.

Meskipun mencuci tangan yang sering dan tepat dapat membantu menjaga orang tetap sehat, kamu juga dapat membantu menjaga orang tetap sehat dengan mempraktikkan etika cara batuk yang tepat.

Ada 4 langkah sederhana untuk mempraktikkan cara batuk yang benar. Di antaranya:

  1. Bawa tisu. Jika kamu akan keluar rumah, pertimbangkan untuk membawa tisu di dalam tas sehingga bisa kamu gunakan saat akan batuk.
  2. Menjauhlah dari orang-orang di sekitarmu. Jika kamu berada di ruang yang ramai, cobalah untuk setidaknya berpaling dari semua orang.
  3. Tutupi batuk dengan tisu dan buang tisu ke tempat sampah. Kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk membawa kantong plastik sekali pakai yang dapat disegel dan dapat kamu bawa sampai kamu menemukan tempat sampah.
  4. Cuci tanganmu setelah itu. Pertimbangkan untuk membawa hand sanitizer jika sabun dan air tidak tersedia.

Jika kamu tidak memiliki akses ke tisu, kamu dapat batuk ke dalam siku bagian atas. Perlu diingat, batuk di tangan harus menjadi pilihan terakhir, dan pastikan untuk segera mencuci tangan setelahnya.

Jika tidak, kamu berisiko menyebarkan virus saat kamu menyentuh permukaan benda yang kamu pegang.

Penyebab umum batuk

Batuk merupakan reaksi tubuh yang dilakukan untuk membersihkan tenggorokan karena produksi dahak yang berlebih akibat infeksi saluran pernapasan.

Berikut beberapa alasan umum penyebab batuk:

1. Virus dan bakteri

Virus dan bakteri merupakan penyebab batuk yang paling umum. Virus dan bakteri ini biasanya akan menyerang daya tahan tubuh sehingga menimbulkan infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu.

2. Infeksi

Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu biasanya disebabkan oleh virus dan dapat berlangsung beberapa hari hingga beberapa pekan.

Infeksi yang disebabkan oleh flu mungkin membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk dibersihkan, bahkan kadang-kadang membutuhkan antibiotik.

3. Alergi

Reaksi alergi bisa disebabkan oleh masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran pernapasan seperti, debu, asap, makanan dan cairan.

4. Rokok

Rokok merupakan penyebab umum terjadinya batuk baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif.

Batuk yang disebabkan oleh merokok hampir selalu merupakan batuk kronis dengan suara yang khas. Batuk jenis ini biasanya dikenal sebagai batuk perokok.

5. Asma

Asma merupakan penyebab umum batuk pada anak kecil. Biasanya, batuk karena asma akan melibatkan kondisi mengi, sehingga mudah diidentifikasi.

Penyebab umum bersin

Bersin merupakan reaksi tubuh untuk menghilangkan iritasi dari hidung atau tenggorokan.

Bersin juga dapat disebut sebagai proses pengusiran bakteri ke udara secara paksa dan kuat. Bersin sering terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

Pada kebanyakan kasus, kotoran dan serpihan debu dapat masuk ke hidung dan mengiritasi selaput lendir sensitif di dalam hidung dan tenggorokan. Selaput yang teriritasi ini akan menyebabkan kamu bersin.

Berikut beberapa pemicu umum yang mampu menyebabkan kamu bersin:

1. Alergi

Alergi merupakan kondisi yang sangat umum yang disebabkan oleh respons tubuh terhadap paparan organisme asing.

Dalam keadaan normal, sistem kekebalan tubuh akan melindungi kamu dari penyerang berbahaya seperti bakteri penyebab penyakit.

Namun, jika kamu memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasi organisme yang biasanya tidak berbahaya sebagai ancaman.

Alergi dapat menyebabkan kamu bersin saat tubuh mencoba melawan dan mengeluarkan organisme asing ini.

2. Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh virus seperti flu juga dapat membuat kamu bersin. Ada lebih dari 200 virus berbeda yang dapat menyebabkan flu.

Namun, kebanyakan bersin adalah hasil dari infeksi rhinovirus. Selain alergi dan infeksi, beberapa kondisi juga mampu memicu bersin, seperti:

  • Paparan suhu dingin
  • Terinfeksi bahan iritan seperti lada atau benda yang masuk ke dalam hidung

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

promkes.kemkes.go.id (2018). Diakses 20 Juli 2020. http://promkes.kemkes.go.id/jangan-asal-bersin-dan-batuk-kenali-etika-bersin-dan-batuk-agar-tidak-menularkan-penyaki

yankes.kemkes.go.id (2018). Diakses 20 Juli 2020. http://yankes.kemkes.go.id/read-ayo-gunakan-etika-ketika-batuk-4931.html

health.clevelandclinic.org (2020). Diakses 20 Juli 2020. https://health.clevelandclinic.org/cough-etiquette-why-its-so-important/

healthengine.com.au (2013). Diakses 20 Juli 2020. https://healthengine.com.au/info/cough-and-sneeze-etiquette

cdc.gov. Diakses 20 Juli 2020. https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/etiquette/coughing_sneezing.html

healthline.com (2019). Diakses 20 Juli 2020. https://www.healthline.com/symptom/cough#emergencies

healthline.com (2019). Diakses 20 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/sneezing#less-common-causes

ifrcgo.org. Diakses pada 12 Februari 2021. https://ifrcgo.org/ecv-toolkit/action/coughing-etiquette/

WHO. Diakses pada 12 Februari 2021. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-risks-and-safety-for-older-people

Houston Methodist Med. Diakses pada 12 Februari 2021. https://www.houstonmethodist.org/blog/articles/2020/mar/coughing-101-did-you-know-theres-an-etiquette-to-it/

    register-docotr