Info Sehat

Catat, Berikut Obat Rematik yang Tersedia di Apotek!

January 14, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Meski kamu masih terbilang muda, jangan sepelekan penyakit rematik ya. Setidaknya kamu tahu tentang penyakit ini dan obat rematik, karena akan membantu jika sewaktu-waktu kamu mengalaminya.

Bukan tidak mungkin di usia muda terkena penyakit ini. Walaupun penyakit rematik memang identik dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang dewasa atau lanjut usia. Memangnya apa sih rematik itu dan apa saja obat rematik? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal penyakit rematik

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah kondisi medis yang memengaruhi sendi. Rematik ditandai rasa sakit dan kaku pada sendi terutama memburuk di pagi hari atau saat tidak melakukan aktivitas, selain itu bengkak pada sendi serta deformitas bisa menjadi gejala dari reumatik.

Kondisi rematik bisa terjadi di bagian lengan atau kaki. Biasanya terjadi di kedua lengan atau kaki, bisa juga salah satunya. Akibatnya lengan atau kaki bengkak dan terasa menyakitkan yang pada akhirnya dapat menyebabkan erosi tulang dan kelainan bentuk sendi.

Pada beberapa orang, kondisi ini dapat merusak berbagai sistem tubuh, termasuk kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.

Baca juga: 7 Tanaman Obat dan Khasiatnya bagi Kesehatan Tubuh 

Bagaimana  cara mengobati rematik?

Sayangnya dalam dunia medis tidak ada obat rematik yang dapat menyembuhkan kondisi ini. Namun, dilansir dari Mayoclinic, dokter dapat mengurangi gejala yang dirasakan pasien dengan memberikan beberapa resep obat.

Obat-obatan yang diberikan biasanya tergantung dari tingkat keparahan peradangan pasien. Namun secara umum ada beberapa jenis obat yang biasa diresepkan oleh dokter seperti:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat rematik tablet ini digunakan untuk membantu mengatasi rasa nyeri dan peradangan.
  • Kortikosteroid. Obat rematik tablet ini juga digunakan untuk membantu mengatasi rasa nyeri dan peradangan.
  • Disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs). Obat rematik tablet ini digunakan untuk memperlambat kerusakan sendi akibat rematik.
  • Obat agen biologis. Obat rematik tablet ini mengubah respons biologis pasien dan memperlambat kerusakan pada tubuh akibat rematik.

Jika kamu mencari obat rematik jangka pendek yang tersedia di apotek Indonesia, kamu bisa mendapatkan obat dengan jenis NSAID dan juga kortikosteroid.

Tetapi sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika kamu ingin mengkonsumsinya ya. Pastikan juga kamu meminumnya sesuai resep dokter dan tidak berhenti bila belum diminta. 

Baca juga: Inilah Obat Vertigo Alami dan Kimiawi yang Bisa Kamu Coba 

Obat rematik yang bisa didapatkan di apotek

Beberapa obat NSAID yang bisa kamu beli di apotik adalah ibuprofen, naproxen. Selain itu kamu juga bisa membeli acetaminophen dan corticosteroids untuk sementara mengurangi gejala rematik.

Baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk penggunaan obat ini ya, karena dalam jangka panjang dan terus menerus dipakai tanpa pengawasan dokter dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan

Obat herbal rematik

Selain mengandalkan obat rematik tulang di apotek, kamu juga bisa menggunakan beberapa pilihan obat herbal rematik untuk meredakan nyeri. Berikut adalah pilihan obat herbal rematik.

Lidah buaya

Lidah buaya adalah salah satu tanaman yang paling umum digunakan dalam pengobatan herbal. Termasuk sebagai obat herbal rematik. 

Lidah buaya dapat membantu meredakan nyeri sendi karena memiliki sifat anti-inflamasi. Untuk mengurangi nyeri sendi, lidah buaya bisa diaplikasikan langsung ke area kulit atau dikonsumsi. 

Menurut penelitian, konsumsi lidah buaya dalam bentuk pil aman dan dapat meredakan nyeri sendi. Namun beberapa orang mungkin merasakan efek samping. 

Tanaman cakar kucing

Obat herbal rematik lainnya adalah cakar kucing. Cakar kucing juga memiliki sifat anti-inflamasi lain yang dapat mengurangi pembengkakan pada artritis. 

Dalam sebuah penelitian, cakar kucing terbukti efektif dalam mengurangi pembengkakan sendi hingga lebih dari 50 persen pada 40 orang dengan rematik. Namun penggunaannya dapat menimbulkan efek samping seperti mual dan pusing, tekanan darah rendah, sakit kepala

Eucalyptus

Eucalyptus telah lama menjadi obat herbal bagi banyak penyakit, termasuk rematik.

Daun dari tanaman ini mengandung tanin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri yang berhubungan dengan artritis.

Di samping itu, aromaterapi Eucalyptus  juga dapat membantu meringankan gejala rematik. 

Jahe

Selain menjadi primadona dalam bumbu dapur, jahe juga dapat berperan sebagai obat rematik dan asam urat.

Di dalam jahe, terdapat kandungan senyawa yang bersifat anti-inflamasi. Sehingga jahe dapat mengatasi beberapa kondisi seperti rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan nyeri pada persendian dan otot.

Bahkan salah satu penulis riset percaya bahwa, di masa depan, ramuan jahe dapat menjadi dasar obat rematik tulang. Menurutnya, jahe bukan hanya membantu meredakan gejala tetapi juga berpotensi mencegah kerusakan tulang.

Teh hijau

Pilihan obat rematik tulang lainnya adalah teh hijau. Tanaman herbal ini telah lama dikenal akan kandungan antioksidan di dalamnya.

Berdasarkan penelitian, kandungan antioksidan ini ternyata efektif untuk membantu melawan peradangan yang terjadi pada penderita rematik.

Untuk mendapatkan manfaat dari teh hijau, kamu bisa meminumnya langsung, menambahkan ke smoothie atau meminumnya dalam bentuk suplemen. Selain berkhasiat teh hijau juga mudah didapat, tidak heran herbal ini populer digunakan sebagai obat rematik dan asam urat.

Anggur dewa guntur

Tanaman lain yang menjadi obat herbal rematik adalah anggur dewa guntur.

Anggur dewa guntur (Tripterygium wilfordii) telah lama digunakan dalam pengobatan Cina, Jepang, dan Korea untuk mengatasi peradangan dan aktivitas imun yang berlebihan. Sehingga tanaman ini dianggap cocok untuk pengobatan rheumatoid arthritis dan penyakit autoimun lainnya.

Untuk mendapatkan tanaman dewa guntur, kamu bisa mengonsumsinya sebagai suplemen makanan atau dioleskan langsung di kulit. 

Namun hal obat ini dapat menimbulkan efek samping yang sangat serius, seperti:

  • Masalah gastrointestinal
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Perubahan menstruasi
  • Perubahan sperma yang bisa menurunkan kesuburan pada pria
  • Setelah 5 tahun atau lebih
  • Penurunan kepadatan tulang

Ekstrak dari bagian tanaman yang salah juga bisa menjadi racun. Di sisi lain, NCCIH mengatakan bukti efektivitas tanaman ini sebagai obat herbal reumatik masih kurang.

Kunyit

Kunyit juga berperan sebagai obat herbal rematik. Kunyit adalah bubuk kuning yang umumnya digunakan sebagai bumbu dapur. Kunyit memiliki sifat anti inflamasi sehingga cocok untuk mengatasi peradangan pada rematik.

Tidak heran, kunyit populer digunakan sebagai obat rematik dan asam urat.Meski begitu NCCIH menyatakan masih perlu banyak bukti untuk mendukung temuan ini. Kunyit juga aman dikonsumsi dalam dosis tinggi tapi dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal.

Tyhme

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Pharmacognosy Communications, daun thyme adalah obat yang paling umum digunakan untuk penderita rematik. Daun tyhme bisa ditambahkan di atas daging, kacang-kacangan, tomat, atau telur, serta sup dan semur.

Bawang putih

Bawang putih segar yang diiris dan dicincang, dapat membantu meringankan nyeri rheumatoid arthritis. Bawang putih mengandung dialil disulfida uakni senyawa anti-inflamasi yang mengurangi efek sitokin pro-inflamasi.

Lewat penelitian, bawang putih juga diketahui dapat mencegah kerusakan tulang rawan dan mengurangi peradangan. Namun penelitian ini masih dilakukan pada tikus, bukan manusia. 

Kulit pohon willow

Tanaman kulit pohon willow adalah pengobatan tradisional untuk nyeri dan pembengkakan. Kamu bisa mengonsumsinya sebagai teh atau tablet. 

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa kulit pohon willow dapat membantu meredakan nyeri sendi yang terkait rheumatoid arthritis maupun osteoarthritis.

Namun tanaman ini tidak akan cocok untuk semua orang. Efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi tanaman ini meliputi:

  • Sakit perut
  • tekanan darah tinggi
  • reaksi alergi

Baca juga: Obat Darah Tinggi Alami: Dari Kayu Manis hingga Parsley 

Meski ada banyak pilihan obat herbal rematik, kamu tetap harus berhati-hati dalam memilihnya. Pasalnya ada banyak juga efek samping yang mungkin terjadi setelah kamu mengonsumsi obat herbal rematik. Terutama bila dibarengi dengan obat-obatan lainnya. 

Jangan lupa juga untuk memilih obat herbal yang sudah diuji keamanannya. Bila perlu, berkonsultasilah dengan dokter sebelum kamu memutuskan meminum obat herbal. 

Obat rematik lainnya

Obat herbal bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi rematik. Para ahli dari American College of Rheumatology dan Arthritis Foundation juga merekomendasikan penderita rematik untuk mengobati penyakitnya dengan beberapa cara berikut: 

  • Diet
  • Olahraga
  • Kompres air panas air dingin
  • Akupunktur
  • Memelihara berat badan ideal 
  • Mengelola stres

Demikian informasi mengenai obat rematik yang bisa didapatkan di apotek serta obat herbal rematik. Jika masih memiliki pertanyaan mengenai penyakit rematik, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter kami.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic diakses 7 September 2020 Rheumatoid arthritis
  2. Healthline diakses 7 September 2020 Everything You Want to Know About Rheumatoid Arthritis 
  3. Webmd diakses 7 September 2020 Rheumatoid Arthritis Health Center 
    register-docotr