Info Sehat

Ciri-ciri Tubuh Kekurangan Elektrolit Berdasarkan Jenisnya, Apa Saja?

May 1, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mual, muntah atau lesu dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan. Salah satunya bisa menjadi ciri-ciri tubuh kekurangan elektrolit. 

Ciri-ciri tubuh kekurangan elektrolit itu muncul jika kadar elektrolit dalam tubuh tidak seimbang. Ketidakseimbangan itu bisa memengaruhi berbagai sistem tubuh. 

Berikut penjelasan mengenai elektrolit dan efeknya jika terjadi kekurangan elektrolit pada tubuh. 

Mengenal tentang elektrolit

Elektrolit adalah bahan kimia yang menghantarkan listrik saat bercampur dengan air. Di dalam tubuh, elektrolit berperan dalam pengaturan fungsi saraf dan otot. 

Elektrolit juga berperan untuk menghidrasi tubuh, menyeimbangkan keasaman, tekanan darah dan membangun kembali jaringan yang rusak. 

Berikut beberapa elektrolit yang ada di dalam tubuh manusia:

  • Natrium
  • Kalium
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Klorida
  • Fosfat

Karena peran elektrolit memengaruhi sejumlah fungsi tubuh, jika terjadi ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Ketidakseimbangan ini bisa berupa kelebihan atau kekurangan elektrolit. 

Efek ketika tubuh kekurangan elektrolit

Sebenarnya jika terjadi ketidakseimbangan elektrolit ringan, mungkin tidak akan menimbulkan gejala atau ciri-ciri tertentu. Namun, saat kondisi mulai parah, baru akan muncul sejumlah efek.

Ciri-ciri tubuh kekurangan elektrolit tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari jenis elektrolit yang memengaruhinya. Namun secara umum, gangguan elektrolit dapat menimbulkan ciri-ciri atau gejala seperti:

  • Detak jantung tidak teratur
  • Detak jantung lebih cepat dari normal
  • Kelelahan
  • Lesu
  • Kejang
  • Mual
  • Muntah
  • Diare atau sembelit
  • Kram perut
  • Kram otot
  • Mudah marah
  • Bingung
  • Sakit kepala
  • Mati rasa atau kesemutan

Ciri-ciri tubuh kekurangan elektrolit berdasarkan jenisnya

Kekurangan kadar elektrolit biasanya menggunakan istilah ‘hipo-‘ di depan namanya dan diikuti oleh jenis elektrolitnya, seperti berikut ini: 

1. Hipokalsemia

Hipokalsemia adalah kekurangan kalsium. Apabila terjadi dalam kondisi ringan tidak menimbulkan ciri-ciri khusus, tetapi jika sudah parah maka dapat menunjukkan ciri-ciri tubuh kekurangan elektrolit seperti:

  • Kebingungan atau hilang ingatan
  • Kejang otot
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan, kaki dan wajah
  • Depresi
  • Halusinasi
  • Kram otot
  • Kuku rapuh 
  • Mudah patah tulang

2. Hipokloremia

Hipokloremia adalah kondisi kekurangan klorida yang menyebabkan timbulnya gejala seperti:

  • Kehilangan cairan
  • Dehidrasi
  • Kelelahan
  • Sulit bernapas
  • Diare atau muntah karena kehilangan cairan

3. Hipomagnesemia

Ini adalah sebutan untuk kondisi kekurangan magnesium. Magnesium memiliki peran penting, berperan lebih dari 300 reaksi metabolisme dalam tubuh. 

Kekurangan magnesium dalam tubuh dapat menimbulkan ciri-ciri:

Tahap awal

  • Mual
  • Muntah
  • Lemah
  • Nafsu makan menurun

Tahap lebih parah

  • Mati rasa
  • Perasaan tergelitik
  • Kram otot
  • Kejang
  • Kejang otot
  • Irama jantung tidak normal
  • Perubahan kepribadian

4. Hipofosfatemia

Hipofosfatemia adalah tingkat fosfat yang sangat rendah dalam darah. Ada dua jenis hipofosfatemia, yaitu:

  • Hipofosfatemia akut, yang terjadi dengan cepat
  • Hipofosfatemia kronis, yang berkembang seiring waktu

Ciri-ciri yang mungkin terjadi antara lain:

  • Otot lemah
  • Kelelahan
  • Sakit tulang
  • Patah tulang
  • Hilang nafsu makan
  • Mudah marah
  • Mati rasa
  • Kebingungan
  • Pertumbuhan lambat dan tinggi badan lebih pendek pada anak-anak
  • Kerusakan gigi 

5. Hipokalemia

Ini adalah sebutan untuk kekurangan kalium dalam tubuh. Biasanya juga disebut dengan sindrom hipokalemia, sindrom kalium rendah atau sindrom hipopotassemia. 

Jika dalam kondisi hipokalemia ringan tidak menunjukkan ciri-ciri tertentu. Kecuali kadarnya sudah sangat rendah, mungkin menunjukkan ciri-ciri seperti:

  • Lemah
  • Kelelahan
  • Sembelit
  • Kram otot
  • Palpitasi

Pada level yang sangat rendah, di bawah 2,5 milimol per liter (normalnya 3,6 hingga 5,2), dapat mengancam jiwa. Beberapa ciri-cirinya:

  • Lumpuh 
  • Gagal pernapasan
  • Kerusakan jaringan otot
  • Ileus (lumpuhnya pergerakan usus)

Kondisi lainnya terkait hipokalemia adalah kondisi irama jantung yang tidak teratur, bisa berupa detak terlalu cepat, terlalu lambat atau detak jantung prematur. 

6. Hiponatremia

Ini adalah kekurangan kadar natrium atau sodium dalam tubuh. Jika terjadi penurunan kadar natrium secara drastis dapat menyebabkan keadaan darurat medis seperti hilangnya kesadaran, kejang dan koma. 

Secara umum orang yang kekurangan natrium dapat menunjukkan ciri-ciri tubuh kekurangan elektrolit seperti berikut:

  • Lemah
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Kram atau kejang otot
  • Kebingungan
  • Mudah marah

Karena ada berbagai macam elektrolit yang dibutuhkan tubuh, jika mencurigai adanya kondisi elektrolit yang tidak seimbang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan jika diagnosisnya memang terjadi ketidakseimbangan elektrolit, akan dilakukan perawatan hingga elektrolit dapat segera kembali seimbang.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medical News Today, diakses 26 April 2021
Everything you need to know about electrolytes
Healthline, diakses 26 April 2021
All About Electrolyte Disorders
Healthline, diakses 26 April 2021
Hypocalcemia
Healthline, diakses 26 April 2021
Hypochloremia: What Is It and How Is It Treated?
Healthline, diakses 26 April 2021
Hypomagnesemia (Low Magnesium)
Healthline, diakses 26 April 2021
Hypophosphatemia
Healthline, diakses 26 April 2021
Hypokalemi
Healthline, diakses 26 April 2021
Low Blood Sodium (Hyponatremia)

    register-docotr