Info Sehat

Campak pada Orang Dewasa, Apa Penyebabnya?

April 12, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Banyak orang yang mengira bahwa campak hanya terjadi pada anak-anak saja. Namun ternyata, campak juga bisa menyerang orang dewasa. Campak pada orang dewasa dapat terjadi karena faktor tertentu.

Campak adalah penyakit menular dan harus segera ditangani. Sebab, jika tidak diobati, campak bisa menimbulkan komplikasi serius.

Baca juga: Rubeola dan Rubella Keduanya Sama-Sama Campak, Tapi Ini Bedanya

Kenali campak pada orang dewasa

Campak atau yang juga dikenal sebagai rubeola adalah infeksi virus yang terjadi di sistem pernapasan. Campak adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Campak merupakan kondisi yang dapat terjadi pada anak-anak. Meskipun demikian, campak juga dapat terjadi pada orang dewasa. Seseorang yang belum divaksinasi berisiko tinggi tertular penyakit campak.

Dr. Budi Widodo SpPD, seorang dokter spesialis internis mengatakan bahwa campak dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia.”Selama daya tahan tubuhnya lemah, dia bisa berisiko terkena”. Demikian dikutip dari laman Universitas Airlangga.

Penting bagi orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin campak atau tidak yakin dengan status vaksin mereka untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan vaksin campak. Setidaknya, satu dosis vaksin direkomendasikan bagi orang dewasa yang belum divaksinasi.

Penyebab campak pada orang dewasa

Campak disebabkan oleh virus yang dapat berkembang di hidung atau tenggorokan pada anak-anak atau orang dewasa yang terinfeksi. Ketika seseorang yang terinfeksi campak batuk atau bersin percikan cairan yang terinfeksi dapat menyebar melalui udara.

Meskipun demikian, percikan cairan juga dapat menempel pada permukaan, di mana virus bersifat aktif dan dapat menular selama beberapa jam. Seseorang dapat tertular virus ketika memasukkan jari ke dalam mulut atau hidung.

Selain itu, mengucek mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi juga dapat menyebabkan seseorang terinfeksi.

Virus campak sendiri berasal dari keluarga paramyxovirus. Virus dapat menginvasi sel inang dan menggunakan komponen seluler untuk melengkapi siklus hidupnya. Pada awalnya, virus campak lebih dulu menginfeksi saluran pernapasan.

Akan tetapi, virus dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah.

Gejala campak

Gejala campak dapat muncul dalam kurun waktu 7-14 hari setelah paparan virus. Meksipun demikian, gejala dapat muncul hingga 23 hari. Berikut ini adalah gejala campak yang perlu diwaspadai.

  • Demam yang dapat terjadi hingga 40°C
  • Batuk
  • Pilek
  • Bersin
  • Mata berair
  • Nyeri pada tubuh
  • Munculnya bercak putih berukuran kecil di dalam mulut yang dapat muncul dalam waktu 2-3 hari setelah gejala awal
  • Ruam merah yang dapat muncul sekitar 3-5 hari setelah gejala dimulai

Ruam yang muncul biasanya dimulai di garis rambut dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Ruam mungkin saja dimulai sebagai bintik merah, tetapi benjolan kecil mungkin muncul di atasnya. Ruam adalah gejala khas dari penyakit campak.

Baca juga: Alami Bintik Merah di Kulit Tanpa Demam? Ini 4 Faktor Penyebabnya

Pengobatan campak pada orang dewasa

Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat beberapa tindakan untuk melindungi individu yang berisiko dan telah terkena campak, di antaranya adalah:

  • Vaksinasi pasca paparan: Seseorang yang tidak diimunisasi dapat diberikan vaksinasi campak dalam kurun waktu 72 jam setelah paparan virus campak. Ini dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap virus
  • Immune serum globulin: Bayi atau seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah yang terpapar virus dapat menerima suntikan protein (antibodi) yang dikenal sebagai immune serum globulin. Ketika diberikan dalam kurun waktu 6 hari setelah paparan, antibodi dapat mencegah campak atau meredakan gejala

Obat-obatan

Obat-obatan tertentu juga dapat membantu meredakan gejala campak, ini termasuk:

  • Obat pereda demam: Seperti acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen sodium untuk membantu meredakan demam akibat campak
  • Vitamin A: Kadar vitamin A yang rendah dapat menyebabkan gejala campak yang lebih parah. Pemberian vitamin A dapat mengurangi keparahan campak

Tak hanya itu, agar cepat pulih seseorang juga diharuskan untuk beristirahat yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan selalu pastikan juga tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup.

Pencegahan campak pada orang dewasa

Vaksinasi campak penting untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap campak. Orang dewasa yang lahir pada tahun 1957 atau lebih harus mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin MMR (campak, gondongan, dan rubella).

Namun wanita hamil atau seseorang dengan kondisi medis tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan, seperti human immunodeficiency virus (HIV)/ acquired immune deficiency syndrome (AIDS) atau seseorang yang menjalani terapi kanker masuk ke dalam kategori tidak boleh menerima vaksin campak.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, seperti dikutip dari Webmd, orang dewasa yang berisiko tinggi terkena campak atau gondongan harus menerima dua dosis vaksin MMR. Dosis kedua memiliki rentang waktu sekitar 4 minggu setelah pemberian dosis pertama

Itulah beberapa informasi mengenai campak pada orang dewasa. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (2019). Cegah Campak pada Orang Dewasa 

Healthline (2019). Diakses pada 07 April 2021. Everything You Need to Know About the Measles 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 07 April 2021. Measles 

Medical News Today (2020). Diakses pada 07 April 2021. What to know about measles 

Webmd (2020). Diakses pada 07 April 2021. MMR Vaccine for Adults 

    register-docotr