Info Sehat

Cacar Air Bisa Sebabkan Penumonia, Lho! Ini Penjelasannya

April 22, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Cacar air selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang kulit. Siapa sangka, salah satu bentuk komplikasi dari penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster ini adalah masalah di pernapasan seperti pneumonia.

Meskipun demikian, komplikasi yang satu ini termasuk jarang. Sebuah penelitian dalam European Respiratory Journal menyebut diperkirakan ada 1 kejadian pneumonia dalam 400 infeksi cacar air.

Seperti apa penyakit cacar air itu?

Cacar air merupakan penyakit menular. Penyakit ini menimbulkan ruam yang gatal dan seperti melepuh. Awalnya, ruam ini timbul di dada, punggung dan tubuh. Lalu menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan 250-500 ruam.

Cacar air bisa sangat berbahaya, terutama pada bayi, remaja, orang dewasa, ibu hamil serta orang dengan sistem imun yang sudah melemah. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan vaksin cacar air.

Penyakit cacar air biasanya berlangsung selama 4-7 hari. Selain ruam, gejala cacar air yang bisa terjadi 1-2 hari sebelum ruam adalah demam, keletihan, kehilangan nafsu makan hingga sakit kepala.

Di Amerika Serikat, meskipun penyakit ini termasuk jinak pada anak-anak yang sehat, tapi setiap tahunnya ada 11.000 kejadian perawatan rumah sakit dan 100 kematian karena penyakit cacar air.

Komplikasi cacar air

Penyakit cacar air bisa menyebabkan komplikasi, meskipun kemungkinannya sangat kecil pada orang yang tergolong sehat. Beberapa komplikasi serius dari cacar air menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC) adalah:

  • Infeksi bakteri di kulit dan jaringan pada anak-anak
  • Infeksi di paru-paru atau pneumonia
  • Infeksi atau inflamasi 
  • Perdarahan
  • Infeksi di aliran darah
  • Dehidrasi.

Beberapa orang dengan komplikasi yang serius bisa menjadi sangat sakit dan mereka membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Cacar air dan pneumonia

Salah satu bentuk komplikasi dari cacar air adalah infeksi di paru-paru atau pneumonia. Komplikasi penyakit ini kerap disebut dengan varicella pneumonia dan lebih sering terjadi pada remaja besar dan orang dewasa ketimbang anak-anak.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of The Belgian Society of Radiology menyebut proporsi orang dewasa yang rentan terhadap cacar air di negara berkembang mencapai 7 persen.

Dari mereka yang terkena cacar air, sekitar 5-15 persennya menyadari adanya masalah di paru-paru. Beberapa masalah pneumonia yang bisa timbul adalah:

  • Tachypnea
  • Sesak terasa kencang
  • Batuk-batuk
  • Dyspnea
  • Demam
  • Nyeri dada pleuritik
  • Hemoptysis.

Gejala di dada biasanya timbul sebelum adanya ruam di kulit.

Baca juga: Gejala Pneumonia Berdasarkan Penyebabnya, Apakah Bisa Dicegah?

Apa faktor pendorong pneumonia ini?

Pada orang dewasa, infeksi virus cacar air yang menyebabkan pneumonia ini bisa didorong oleh beragam patogen. 

Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Investigative Medicine, disebutkan kalau beberapa faktor risiko pneumonia adalah:

  • Kehamilan
  • Usia
  • Kebiasaan merokok
  • Penyakit paru-paru obstruktif kronis
  • Penurunan daya imun tubuh.

Bagaimana cara penanganannya?

Untuk menangani masalah pneumonia yang disebabkan virus varicella-zoster ini adalah dengan terapi standar selama 7-10 hari menggunakan Acyclovir secara oral atau suntikan intravena, tergantung dari tingkat keparahannya.

Penggunaan terapi steroid tambahan disebut dalam penelitian Journal of The Belgian Society of Radiology masih kontroversial. Tapi bisa didiskusikan khusus untuk infeksi yang parah.

Hampir 40 persen pasien pneumonia karena virus varicella-zoster membutuhkan alat bantu pernapasan mekanik. Penggunaan extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) bisa jadi pilihan untuk mencegah adanya gagal pernapasan yang tiba-tiba.

Bagaimana cara mencegah cacar air penyebab pneumonia?

Cara terbaik untuk mencegah cacar air adalah dengan vaksin. Setiap orang, baik itu anak-anak, remaja atau orang dewasa haruslah mendapat 2 kali suntikan vaksin cacar air jika mereka belum pernah terkena cacar atau belum pernah divaksin.

Vaksin sangat aman dan efektif. Banyak orang yang sudah divaksin tidak menderita cacar air. Sekalipun ada yang terkena, biasanya gejala dari cacar air ini termasuk ringan dengan demam atau tanpa adanya kulit yang melepuh.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang pneumonia yang bisa disebabkan oleh cacar air. Selalu jaga kondisi kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. CDC, diakses 22 April 2021. CDC. Chickenpox (Varicella).
  2. National Library of Medicine, diakses 22 April 2021. Varicella Pneumonia: Case Report and Review of a Potentially Lethal Complication of a Common Disease
  3. European Respiratory Journal, diakses 22 April 2021. Varicella pneumonia in adults | European Respiratory Society
  4. Journal of the Belgian Society of Radiology, diakses 22 April 2021. Varicella Pneumonia
    register-docotr