Info Sehat

Benjolan Kelenjar Getah Bening, Berbahayakah? Ketahui juga Cara Mengatasinya

February 8, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Benjolan kelenjar getah bening bisa disebabkan oleh beragam faktor, termasuk kondisi medis tertentu yang mendasarinya. Di sisi lain, ciri-ciri dari kondisi ini juga harus diperhatikan. Lantas, apakah kondisi ini berbahaya? Bagaimana cara pengobatannya?

Baca juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Apa Penyebabnya dan Apakah Berbahaya?

Kenali lebih dalam mengenai benjolan kelenjar getah bening

Benjolan kelenjar getah bening atau pembengkakan kelenjar getah bening adalah suatu tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau penyakit. Kelenjar getah bening merupakan kelenjar kecil yang menyaring getah bening atau cairan bening yang bersirkulasi melalui sistem limfatik.

Di sisi lain, kelenjar getah bening juga merupakan kelenjar yang menyimpan sel darah putih. Sel darah putih bertanggung jawab untuk melawan organisme yang menyerang tubuh.

Nah, kelenjar getah bening memiliki peranan yang penting bagi tubuh dalam melawan infeksi. Sebab, kelenjar getah bening berfungsi sebagai filter, dapat menjebak virus, bakteri, atau penyakit lainnya sebelum dapat menginfeksi bagian tubuh lain.

Perlu diketahui bahwa kelenjar getah bening terletak di berbagai bagian tubuh, termasuk ketiak, di bawah rahang, di kedua sisi leher, selangkangan, serta di atas tulang selangka.

Apa penyebab benjolan kelenjar getah bening?

Di dalam kelenjar getah bening terdapat sel sistem kekebalan. Sel kekebalan ini berfungsi untuk menyerang bakteri, virus, dan hal-hal lain yang berbahaya bagi tubuh.

Ketika tubuh melawan bakteri, virus, atau kuman berbahaya, tubuh menghasilkan banyak sel sistem kekebalan, ini dapat menyebabkan pembengkakan.

Berdasarkan Mayo Clinic, penyebab utama dari pembengkakan kelenjar getah bening adalah infeksi, lebih tepatnya infeksi virus. Penyebab lain dari kondisi ini di antaranya yakni:

Infeksi umum

  • Strep throat
  • Campak
  • Infeksi yang terjadi pada telinga
  • Mononukleosis
  • Infeksi pada kulit
  • Human immunodeficiency virus (HIV)

Infeksi yang tidak umum

  • Tuberkulosis
  • Infeksi menular seksual (IMS), seperti sifilis
  • Toksoplasmosis

Gangguan pada sistem kekebalan

  • Lupus, penyakit peradangan kronis yang dapat memengaruhi sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung, dan paru-paru
  • Rheumatoid arthritis, penyakit peradangan yang memengaruhi jaringan yang melapisi sendi (sinovium)

Kanker

  • Limfoma, kanker yang dapat berkembang di sistem limfatik
  • Leukemia, kanker jaringan pembentuk darah
  • Kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening

Penyebab lain yang jarang terjadi seperti obat-obatan tertentu, termasuk obat antikejang dan obat antimalaria juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Ciri-ciri benjolan kelenjar getah bening

Melansir dari laman Healthline, kelenjar getah bening yang mengalami pembengkakan berukuran sebesar kacang polong. Benjolan kelenjar getah bening bisa terasa menyakitkan saat disentuh atau ketika kamu melakukan gerakan tertentu.

Jika pembengakan kelenjar getah bening terjadi di bawah rahang atau pada leher, benjolan kelenjar getah bening dapat terasa sakit ketika kamu menoleh dengan cara tertentu atau ketika kamu mengunyah.

Benjolan kelenjar getah bening juga bisa terasa lunak. Beberapa ciri-ciri lain dari kondisi ini di antaranya adalah:

  • Batuk
  • Kelelahan
  • Demam
  • Menggigil
  • Berkeringat di malam hari
  • Pilek.

Baca juga: Muncul Benjolan di Ketiak Tiba-tiba? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Apakah kondisi ini berbahaya?

Pada beberapa kasus, kelenjar getah bening yang membengkak bisa kembali ke ukuran normalnya ketika kondisi yang mendasarinya membaik.

Meskipun demikian, jika seseorang mengalami salah satu gejala yang telah disebutkan di atas atau jika mengalami benjolan getah bening yang menyakitkan tidak diiringi dengan gejala lainnya, sebaiknya konsultasikanlah dengan dokter.

Kamu juga harus waspada jika pembengkakan kelenjar getah bening terjadi tetapi tidak terasa sakit saat ditekan dan terasa keras saat disentuh. Sebab, ini bisa menjadi kondisi medis yang lebih serius, seperti kanker.

Kapan harus berkunjung pada dokter?

Terdapat gejala lain yang perlu diwaspadai dan harus segera mendapatkan penanganan dari dokter. Adapun beberapa gejala tersebut di antaranya adalah:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi secara tiba-tiba
  • Benjolan yang terus membesar
  • Kelenjar yang terasa keras atau tidak bergerak ketika kamu mendorongnya
  • Kelenjar yang tetap membengkak selama lebih dari 5 hari pada anak-anak atau 2 hingga 4 minggu pada orang dewasa
  • Demam yang tidak kunjung sembuh
  • Penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba
  • Berkeringat di malam hari
  • Kesulitan untuk menelan atau bernapas.

Pengobatan benjolan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening yang membengkak akibat infeksi virus, dapat kembali ke ukuran normal jika infeksi virus ditangani dengan baik. Pengobatan paling umum untuk pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah antibiotik.

Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti lupus atau rheumatoid arthritis, pengobatan akan ditujukan pada kondisi mendasar.

Sedangkan, benjolan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh kanker memerlukan perawatan yang tepat untuk kanker. Bergantung pada jenis kanker yang dialami, pengobatan dapat meliputi operasi, terapi radiasi, serta kemoterapi.

Untuk meredakan rasa sakit yang ditimbulkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening, kamu dapat memberikan kompres hangat pada area yang terkena. Tak hanya itu, kamu juga perlu beristirahat yang cukup.

Itulah beberapa informasi mengenai benjolan kelenjar getah bening. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, kamu juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 05 Februari 2021. What’s Causing My Swollen Lymph Nodes? 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 05 Februari 2021. Swollen lymph nodes 

Webmd (2020). Diakses pada 05 Februari 2021. Swollen Lymph Nodes 

    register-docotr