Kamus Penyakit

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Apa Penyebabnya dan Apakah Berbahaya?

April 30, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pastikan untuk mengecek kesehatanmu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Kelenjar getah bening merupakan bagian tubuh yang rentan terhadap serangan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Infeksi tersebut dapat menyebabkan kelenjar getah bening mengalami pembengkakan.

Lalu, apakah pembengkakan kelenjar getah bening berbahaya? Dan bagaimana cara mencegah serta mengobatinya?

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu kelenjar getah bening?

Kelenjar getah bening adalah salah satu bagian tubuh yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Di dalam tubuh kita terdapat sekitar 600 kelenjar getah bening.

Kelenjar yang strukturnya kecil, lunak, bulat, atau oval ini terletak di daerah submandibular (bagian bawah rahang), ketiak, serta lipatan paha dan terhubung satu sama lain.

Kelenjar getah bening sangat penting bagi tubuh karena berperan sebagai penyaring cairan limfa (getah bening) yang nantinya akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfa, sehingga peran yang dimilikinya hampir sama dengan darah.

Kelenjar getah bening juga mengandung antibodi serta sel darah putih yang berfungsi untuk melawan infeksi, bakteri, virus, maupun penyakit lain yang dapat menyerang tubuh.

Apa itu pembengkakan kelenjar getah bening?

Limfadenopati atau yang lebih dikenal sebagai pembengkakan kelenjar getah bening merupakan pembengkakan kelenjar limfe yang terdapat pada leher, dada, selangkangan, ketiak, maupun perut.

Pembengkakan ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri dan virus. Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi disebut limfadenitis.

Pembengkakan pada kelenjar getah bening juga disebabkan oleh produksi sel darah putih pada kelenjar limfa yang meningkat ketika tubuh terserang oleh penyakit

Terdapat beberapa area tubuh yang rentan mengalami limfadenopati, seperti:

  • Leher
  • Belakang telinga
  • Pangkal tengkorak (daerah oksipital)
  • Bawah rahang
  • Di atas tulang selangka
  • Bawah lengan
  • Sekitar pangkal paha

Secara umum, limfadenopati yang disebabkan oleh peradangan atau infeksi dapat menyakitkan, namun beberapa kasus kelenjar getah bening yang bengkak dapat tidak meyakitkan. 

Limfadenopati merupakan hal yang umum terjadi dan tidak mengenal batasan usia. Akan tetapi, wanita lebih rentan mengalami hal ini.

Apa penyebab pembengkakan kelenjar getah bening?

Faktor yang dapat menyebabkan kelenjar getah bening membengkak sangat bervariasi. Hal ini sangat bergantung pada bagian tubuh mana yang mengalami pembengkakan.

Berikut adalah penyebab limfadenopati yang patut diwaspadai.

1. Mononukleosis

Mononukleosis atau demam kelenjar merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Biasanya mononukleosis terjadi pada remaja, akan tetapi orang dengan usia berapapun dapat terkena penyakit ini.

Virus EBV yang menjadi penyebab infeksi ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dari air liur ataupun dari mulut orang yang terinfeksi penyakit ini. 

Oleh karenanya infeksi ini juga disebut sebagai “kissing disease”. Beberapa gejala yang dapat menjadi tanda adanya infeksi ini  adalah tenggorokan dan amandel yang sangat memerah (tonsillitis) serta kelenjar getah bening pada kedua sisi leher yang membengkak.

2. Infeksi telinga

Infeksi telinga terjadi ketika infeksi bakteri dan virus mempengaruhi telinga bagian tengah, biasanya bagian gendang telinga.

Infeksi telinga juga dapat terjadi ketika bagian tabung (eustachius)membengkak ataupun tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan cairan telinga menumpuk di telinga tengah.

Penyumbatan pada bagian tabung (eustachius) juga dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti alergi, infeksi sinus, kelebihan lendir, adenoid, serta flu juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi ini.

3. HIV/AIDS

Limfadenopati tak hanya dapat disebabkan oleh mononukleosis dan infeksi telinga saja, namun juga ternyata dapat disebabkan oleh HIV/AIDS.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyebabkan (Acquired Immune Deficiency Syndrome) AIDS. Virus ini merusak sistem kekebalan tubuh serta mengganggu tubuh dalam melawan infeksi.

HIV biasanya dapat ditularkan melalui hubungan seks dengan penderita AIDS, berbagi jarum suntik yang terkontaminasi virus ini, transfusi darah, atau bahkan dapat ditularkan melalui ASI dari ibu yang terjangkit virus ini.

HIV paling sering mempengaruhi kelenjar getah bening di sekitar leher, ketiak, serta selangkangan. Limfadenopati dapat terjadi dalam beberapa hari setelah terjangkit HIV. Biasanya gejalanya berupa demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, meriang, atau bahkan sakit kepala.

4. Infeksi yang terjadi pada kulit

Infeksi kulit juga dapat menjadi penyebab pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi kulit yang dapat terjadi karena serangan bakteri di antaranya adalah selulitis, impetigo, bisul, eksim, serta kusta.

Bukan hanya bakteri saja, virus pun juga dapat menjadi penyebab adanya infeksi kulit yang terjadi. Adapun infeksi kulit yang disebabkan oleh virus di antaranya herpes zoster, cacar air, kutil, dan campak.

Infeksi kulit biasanya ditandai dengan gejala kemerahan pada kulit, munculnya ruam, gatal, serta sakit. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui infeksi yang terjadi pada kulit. Biasanya dokter mengidentifikasi infeksi kulit dari penampilan dan lokasinya.

5. Limfadenopati juga dapat menandakan adanya kanker

Kamu harus mewaspadai adanya pembesaran pada kelenjar getah bening, karena kelenjar getah bening juga dapat dijadikan sebagai pertanda adanya kanker. Kanker ini dapat berasal dari kelenjar getah bening atau sel darah seperti limfoma dan beberapa jenis leukemia.

Kanker dapat dimulai dari pembengkakan pada kelenjar getah bening atau dapat juga menyebar dari bagian tubuh lain menuju kelenjar getah bening.

Misalnya saja kanker payudara dapat menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, atau pun kanker paru-paru dapat menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar tulang selangka.

Bukan hanya itu saja, kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker perut, kanker kulit, serta kanker darah (leukemia) juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Kanker dapat menyebar dari tempat awal menuju bagian tubuh lain. Sel-sel kanker dapat melakukan perjalanan melalui aliran darah menuju organ tubuh yang jauh.

Jika sel-sel kanker melakukan perjalanan melalui sistem getah bening, sel-sel kanker dapat berakhir di kelenjar getah bening sehingga dapat menimbulkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mendeteksi kanker sejak dini agar sel-sel kanker tidak menyebar ke organ tubuh lain.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 5 Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1

Di mana area yang paling sering mengalami pembengkakan?

Ada beberapa area pada tubuh yang biasanya mengalami limfadenopati, di antaranya adalah:

  • Di bagian samping leher atau di bawah rahang: Umumnya, limfodenopati sering terjadi pada area ini. Pembengkakan yang terjadi bisa disebabkan oleh infeksi pada area tersebut, seperti infeksi gigi atau abses, infeksi tenggorokan, penyakit yang disebabkan oleh virus, atau bahkan infeksi saluran pernapasan atas.
  • Di belakang telinga dan daerah pangkal tengkorak: Pembengkakan yang terjadi pada area ini dapat berhubungan dengan infeksi di sekitar kulit kepala atau infeksi mata (konjungtiva). Penyebab paling umum dari kelenjar getah bening yang bengkak pada kulit kepala adalah ketombe (dermatitis seboroik), abses (bisul), atau bahkan infeksi jaringan lunak.
  • Di ketiak: Kelenjar getah bening yang membengkak pada area ini dapat diartikan adanya kanker payudara. Tak hanya itu saja, pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian ini juga dapat menentukan stadium dari kanker yang diderita.
  • Di atas tulang selangka: Limfadenopati yang terjadi pada bagian ini selalu dianggap abnormal. Hal ini dikarenakan dapat menjadi sebuah petunjuk adanya infeksi paru-paru, kanker paru-paru, limfoma di rongga dada, atau kanker payudara.
  • Di pangkal paha: Limfadenopati yang terjadi pada pangkal paha mungkin saja hal yang normal, akan tetapi hal ini juga dapat disebabkan oleh infeksi lokal, infeksi pada anggota gerak bawah (kaki dan jari kaki), atau bahkan kanker genital.

Tanda dan gejala pembengkakan pada kelenjar getah bening

Limfadenopati memiliki tanda dan gejala yang bervariasi. Terkadang kelenjar getah bening yang bengkak bisa sangat lunak dan nyeri.

Tanda dan gejala kondisi medis yang lebih serius yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat meliputi:

  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit perut
  • Pembengkakan pada satu atau beberapa kelenjar getah bening
  • Bercak merah pada kulit di atas kelenjar getah bening
  • Benjolan keras yang terasa di bawah kulit pada kelenjar getah bening yang bengkak
  • Sakit tenggorokan atau pilek
  • Infeksi lokal seperti sakit gigi dan sakit tenggorokan
  • Nyeri pada kelenjar getah bening
  • Jika kelenjar getah bening membengkak di seluruh tubuh, hal ini dapat mengindikasikan adanya infeksi seperti HIV, mononukleosis, gangguan sistem kekebalan tubuh seperti lupus atau bahkan rheumatoid arthritis

Jika mengalami tanda atau gejala seperti di atas, sebaiknya segeralah menghubungi doker untuk mendapatkan penanganan lebih awal.

Seperti apa diagnosis dan pengobatan yang dapat dilakukan?

Dokter biasanya dapat mengetahui penyebab sebenarnya pembengkakan pada kelenjar getah bening melalui berbagai pemeriksaan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, di antaranya adalah:

  • Biopsi: Jaringan getah bening diangkat dan dilihat di bawah mikroskop
  • PET Scan: Diagnosis ini dilakukan untuk melihat aktivitas kimia di dalam tubuh. Diagnosis ini dapat membantu mengidentifikasi beberapa jenis penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan otak
  • CT Scan: Serangkaian sinar-X yang diambil dari sudut berbeda yang kemudian disatukan kembali untuk membentuk gambar yang lebih lengkap

Pengobatan limfadenopati pun beragam tergantung dari penyebab pembengkakan pada kelenjar getah bening. Namun, umumnya pengobatan limfadenopati dapat dilakukan dengan beberapa hal, seperti:

  • Pemberian antibiotik dapat dilakukan jika infeksi yang terjadi merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus
  • Obat-obatan yang membantu peradangan, untuk lupus dan rheumatoid arthritis
  • Pembedahan, radiasi, dan kemoterapi untuk kanker yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening
  • Obat pereda nyeri seperti Ibuprofen (Advil, Motrin) dan Acetaminophen (Tylenol) dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit
  • Pengobatan limfadenopati juga dapat dilakukan di rumah, seperti mengkompres hangat pada bagian yang bengkak, berkumur dengan air garam (jika pembengkakan terjadi di area leher, rahang, telinga, serta kepala) serta beristirahat yang cukup. Hal tersebut dapat dilakukan di rumah untuk meredakan rasa nyeri

Untuk itu, sangat disarankan untuk segera menghubungi atau memeriksakan diri ke dokter jika kamu mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati).

Pastikan untuk mengecek kesehatanmu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Cancer.org (2015). Diakses pada 27 April 2020. Lymph Nodes and Cancer 

Healthline (2018). Diakses pada 27 April 2020. What’s Causing My Swollen Lymph Nodes? 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 27 April 2020. Swollen Lymph Nodes 

Medical News Today (2019). Diakses pada 27 April 2020. Why Are My Lymph Nodes Swollen? 

Medicinenet (2019). Diakses pada 27 April 2020. Swollen Lymph Nodes (Glands): In Neck, Groin, Armpits & Throat 

Webmd (2019). Diakses pada 27 April 2020. Why Are My Glands Swollen? 

    register-docotr