Info Sehat

Benarkah Merokok Juga Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah?

January 20, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sudah banyak diketahui bahwa merokok dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Namun hingga saat ini masih jarang diketahui, bahwa rokok juga dapat menyebabkan penggumpalan darah. 

Walaupun penggumpalan darah adalah hal yang normal, namun apakah gumpalan darah karena merokok itu tidak normal?

Apa itu penggumpalan darah?

Gumpalan darah adalah gumpalan berubah dari cairan menjadi seperti gel atau setengah padat. Pembekuan atau penggumpalan darah adalah proses penting yang dapat mencegah kamu kehilangan terlalu banyak darah dalam kasus tertentu, seperti saat terluka. 

Hal itulah mengapa penggumpalan darah juga disebut sebagai hal yang normal terjadi pada manusia.

Tapi ketika gumpalan terbentuk di dalam salah satu pembuluh darah, dan gumpalan itu tidak akan selalu larut dengan sendirinya. Ini bisa menjadi situasi yang sangat berbahaya dan bahkan mengancam jiwa.

Benarkah merokok dapat menyebabkan penggumpalan darah? 

Melansir penjelasan dari laman Heart, ketika merokok kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah yang tidak diinginkan dan kemungkinan besar platelet akan saling menempel.

Merokok juga merusak lapisan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan pembentukan gumpalan.

Beberapa kandungan pada rokok yang terdiri dari nikotin, tar, karbon monoksida, dan lainnya disebut berbahaya dan dapat menyebabkan penggumpalan darah di dalam tubuh manusia.

Ketika masuk ke dalam tubuh, kandungan berbahaya dalam rokok tersebut membuat sel-sel darah lebih lengket. Kandungan tersebut juga merusak lapisan pembuluh darah.

Ketika terjadi seperti itu, maka darah akan sangat mudah menempel pada dinding yang akhirnya terbentuk gumpalan. Proses penggumpalan darah ini yang kemudian disebut dengan trombus.

Apabila sudah terjadi pembentukan trombus, darah yang seharusnya mengalir ke organ-organ vital menjadi terhalang. Beberapa organ yang mungkin terkena dampaknya yaitu, seperti jantung, otak, kaki, bahkan hingga ke paru-paru.

Gejala penggumpalan darah 

Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh yang disebut vena dan arteri, keduanya berfungsi untuk mengangkut darah ke seluruh tubuh. Gumpalan darah tersebut terkadang bisa terbentuk di vena atau arteri.

Ketika terjadi pembekuan darah di arteri, itu disebut bekuan arteri. Jenis gumpalan ini segera menimbulkan gejala dan membutuhkan perawatan darurat.

Gejala bekuan arteri termasuk nyeri hebat, kelumpuhan bagian tubuh, atau keduanya. Gejala-gejala tersebut yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Bekuan darah yang terjadi di vena disebut bekuan vena. Jenis gumpalan ini mungkin menumpuk lebih lambat dari waktu ke waktu, tetapi masih bisa mengancam jiwa. Jenis bekuan vena yang paling serius disebut trombosis vena dalam.

Melansir penjelasan dari laman Healthline, deep vein thrombosis (DVT) adalah nama ketika gumpalan terbentuk di salah satu vena utama jauh di dalam tubuh. Hal ini paling umum terjadi di salah satu kaki, tetapi juga bisa terjadi di lengan, panggul, paru-paru, atau bahkan otak kamu.

Berikut ini tanda dan gejala awal dari pembekuan darah di kaki atau lengan, jantung, perut, otak, dan paru-paru seperti dilansir dari Healthline:

Tangan atau kaki

Ketika kamu mengalami kondisi seperti ini, umumnya gejala yang dirasakan, seperti terjadi pembengkakan, rasa sakit, kaki atau tangan menjadi lembek, ada sensasi rasa hangat, atau perubahan warna kulit menjadi kemerahan.

Jantung

Tak hanya pada bagian tangan atau kaki, penggumpalan darah di jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan bagian dada terasa sakit atau terasa berat, sakit kepala ringan, dan sesak napas. 

Perut

Ketika kamu mengalami gejala penggumpalan darah pada bagian perut, biasanya seperti nyeri pada perut dan adanya pembengkakan.

Namun, tak hanya itu saja kamu juga harus memerhatikann bahwa tak selamanya gejala tersebut disebabkan oleh penggumpalan darah. Bisa juga gejala tersebut terjadi karena adanya virus di perut atau keracunan makanan.

Otak

Hal ini yang paling banyak menyerang orang-orang, yaitu ketika terjadi penggumpalan darah di otak bisa mengakibatkan stroke. 

Gejala yang dirasakan, yaitu sakit kepala mendadak dengan tingkat yang parah, kemudian bersamaan dengan gejala lainnya, yaitu kesulitan berbicara atau melihat secara tiba-tiba.

Paru-paru

Penggumpalan darah di paru-paru, juga sering disebut sebagai emboli paru. Gejala pada kondisi ini diantaranya napas pendek secara tiba-tiba, sakit dada, atau detak jantung yang cepat. Masalah pernapasan seperti batuk darah juga menjadi salah satu gejalanya.

Walaupun sebelumnya telah dijelaskan bahwa penggumpalan darah pada waktu-waktu tertentu adalah hal yang normal. Tetapi rokok ternyata menyebabkan penggumpalan darah tidak normal yang menimbulkan gangguan kesehatan serius. 

Baca juga: Cara Berhenti Merokok Permanen yang Mudah Dilakukan, Yuk Dicoba!

Oleh sebab itu untuk menghindari hal tersebut, disarankan untuk segera berhenti merokok. Jika membutuhkan bantuan, kamu bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk cara berhenti merokok yang tepat. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Heart.org (2021) diakses pada 19 Januari 2021. Understand Your Risk for Excessive Blood Clotting
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 19 Januari 2021. How to Tell If You Have a Blood Clot
  3. Bloodclot.org (2019) diakses pada 19 Januari 2021. What Does Smoking Have To Do with Blood Clots?
  4. Ahajournals.org (2010) diakses pada 19 Januari 2021. Smoking Out the Cause of Thrombosis
  5. Nhs.uk (2018) diakses pada 19 Januari 2021. Blood clots 
    register-docotr