Info Sehat

Hati-hati! Salah Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Bisa Kehilangan Pendegaran

December 27, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Banyak orang tidak menyadari bahaya membersihkan telinga dengan cotton bud. Padahal salah satunya, robeknya gendang telinga, bisa menimbulkan kehilangan pendengaran permanen.

Cotton bud memang biasa digunakan untuk membersihkan telinga. Alat ini aman, asalkan hanya dipakai untuk membersihkan telinga bagian luar.

Kotoran telinga dan cotton bud

Kotoran atau tahi telinga merupakan substansi yang sebenarnya diperlukan untuk melindungi telinga. Substansi ini menjaga telinga agar tidak terlalu kering, menangkap debu dan mencegah bakteri agar tidak terlalu dalam ke telinga.

Beberapa waktu kotoran telinga akan bergerak ke luar telinga secara alami dan bisa dibersihkan. Tapi sebenarnya, telinga memiliki mekanisme pembersihan sendiri, sehingga kamu tidak perlu membersihkannya.

Akan tetapi, tidak sedikit juga orang yang membersihkan telinga mereka dan kebanyakan menggunakan cotton bud. Berdasarkan kajian yang diterbitkan dalam British Journal of General Practice disebutkan bahwa sekitar 68 persen respondennya melakukan praktik tersebut.

Bahaya membersihkan telinga dengan cotton bud

Tanpa kamu sadari, ada potensi bahaya jika kamu membersihkan telinga dengan cotton bud. Di antaranya adalah:

1. Kotoran telinga mengendap

Mengendapnya kotoran telinga merupakan salah satu bahaya yang bisa timbul jika kamu membersihkan telinga dengan cotton bud. Karena praktik ini biasanya malah mendorong kotoran telinga makin ke dalam.

Hal ini justru mencegah telinga membersihkan kotoran secara alami. Akibatnya, kotoran ini malah menumpuk dan mengendap di dalam telinga.

Terlalu banyak kotoran telinga yang terakumulasi ini dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Seperti:

  • Nyeri
  • Telinga terasa seperti penuh
  • Pendengaran menjadi teredam

2. Cedera

Memasukan cotton bud terlalu dalam di telinga berpotensi mencederai struktur telinga bagian tengah. Sebagaimana yang sudah disinggung di atas, salah satu bentuk cedera yang diakibatkan penggunaan cotton bud ini adalah robeknya gendang telinga.

Beberapa penelitian pun mendukung hal ini. Seperti sebuah kajian di Amerika Serikat pada tahun 2017 menunjukkan 73 persen kejadian pembersihan telinga menggunakan cotton bud ini berujung pada cedera. 

Kamu harus hati-hati jika merasakan telinga nyeri setelah membersihkannya dengan cotton bud. Karena hal ini adalah gejala dasar dari gendang telinga robek. Beberapa orang merasa sangat nyeri dan rasa nyeri ini bisa tinggal selama beberapa hari serta intensitasnya meningkat.

Setelah nyeri hilang, telinga akan mengeluarkan cairan, darah, atau nanah. Kamu juga bisa mengalami tinnitus atau bunyi nging di telinga.

3. Infeksi

Bahaya yang tidak kamu sadari ketika membersihkan telinga dengan cotton bud adalah infeksi. Hal ini terjadi karena praktik ini justru mendorong bakteri yang tadinya ditahan oleh kotoran telinga menjadi masuk ke telinga. 

Infeksi di telinga terjadi ketika bakteri atau virus menyerang telinga bagian tengah. Kondisi ini bisa mengakibatkan nyeri karena adanya inflamasi dan tumpukan cairan.

Gejala lain dari infeksi telinga adalah:

  • Rasa tidak nyaman di dalam telinga
  • Ada tekanan yang kamu rasakan di dalam telinga yang tak kunjung hilang
  • Pada bayi, biasanya mereka akan menjadi lebih rewel
  • Cairan menyerupai nanah keluar dari telinga
  • Kehilangan pendengaran

4. Ada bagian kapas yang tertinggal

Pada beberapa kasus, bagian ujung dari cotton bud kemungkinan bisa tertinggal di dalam telinga. Hal ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, telinga menjadi penuh hingga nyeri. Pada beberapa kasus, kamu pun bisa kehilangan pendengaran.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dipublikasi pada tahun 2015 melakukan pemerikasaan terhadap benda yang yang banyak menyebabkan kunjungan gawat darurat ke rumah sakit. 

Hasilnya, cotton bud menjadi benda asing yang paling banyak di dalam tubuh orang dewasa yang datang ke rumah sakit.

Cara membersihkan telinga dengan aman

Jika kamu tetap ingin membersihkan kotoran telinga, maka ikuti langkah berikut ini:

  • Lunakkan: Berikan beberapa tetes baby oil, mineral oil atau gliserin ke telinga dengan hati-hati. Langkah ini bertujuan untuk melunakkan kotoran telinga
  • Berikan air: Beberapa hari setelah melunakkan kotoran telinga, maka bersihkan telinga kamu. Kamu bisa gunakan bola pengisap untuk menambahkan air hangat ke saluran telinga
  • Kuras: Miringkan kepala untuk membuat air di dalam telinga mengalir ke luar
  • Keringkan: Gunakan handuk kering untuk mengeringkan bagian luar dari telinga kamu

Demikianlah berbagai bahaya membersihkan telinga dengan cotton bud yang perlu kamu ketahui. Selalu praktikkan hal yang aman untuk kesehatan kamu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 14 Desember 2020. Why Using Q-tips in Your Ear Can Be Harmful
  2. Healthline, diakses 14 Desember 2020. Eardrum Rupture
  3. Healthline, diakses 14 Desember 2020. What Does Your Earwax Color Mean?
  4. Healthline, diakses 14 Desember 2020. Ear Infections
  5. National Library of Medicine, diakses 14 Desember 2020. Extent of Cotton-bud use in ears
  6. National Library of Medicine, diakses 14 Desember 2020. Pediatric Cotton-Tip Applicator-Related Ear Injury Treated in United States Emergency Departments, 1990-2010
  7. National Library of Medicine, diakses 14 Desember 2020. Traumatic Perforation of the Tympanic Membrane: A Review of 80 Cases
  8. National Library of Medicine, diakses 14 Desember 2020. What are we putting in our ears? A consumer product analysis of aural foreign bodies
    Berita Terkait
    register-docotr