Info Sehat

7 Penyebab Gatal Berair yang Umum Terjadi dan Cara Mengatasinya

February 27, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Gatal bisa menyebabkan munculnya lepuhan pada kulit, di mana lepuhan itu dapat pecah dan kemudian mengeluarkan cairan. Apa saja yang menjadi penyebab gatal berair tersebut? 

Nyatanya ada berbagai macam kondisi yang dapat menyebabkan gatal berair. Bisa jadi karena virus, bakteri atau kondisi medis tertentu. 

Penyebab gatal berair pada kulit

Agar lebih memahami kondisi kulitmu, berikut informasi berbagai penyebab gatal berair yang paling umum terjadi dan cara mengatasinya: 

1. Impetigo

Impetigo adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococus atau Staphylococcus. Biasanya orang yang terinfeksi akan mengalami lepuh dan gatal, kemudian lepuh akan pecah dan meninggalkan luka seperti kulit yang berkerak.

Bagaimana cara mengatasinya? 

Untuk mengatasi lepuh impetigo yang tidak terlalu luas biasanya menggunakan antibiotik oles. Namun pengobatan tergantung dari seberapa luas atau parahnya kulit yang terpengaruh.

Jika menurut dokter kondisinya sudah parah atau sudah meluas, dokter akan memberikan resep antibiotik minum seperti amoksisilin, klavulanat, sefalosporin atau klindamisin. 

Setelah mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter, kondisi gatal berair akan membaik dalam waktu 7 hingga 10 hari. 

2. Eksim dyshidrosis

Kondisi ini juga dikenal dengan istilah pompholyx, ruam gatal yang muncul di tangan dan kaki. Dilansir Mayo Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan gatal yang hebat dan dapat berlangsung hingga tiga pekan. 

Bagaimana cara mengatasinya? 

Biasanya dalam kasus ringan dapat diatasi dengan krim atau salep pereda gatal. Tapi untuk kasus yang lebih parah, konsultasi medis dibutuhkan karena kamu membutuhkan obat yang diberikan sesuai dengan resep dokter.

Obat tersebut antara lain pil kortikosteroid. Bisa juga diberikan dalam bentuk obat suntik. 

3. Kudis sebagai penyebab gatal berair

Penyebab gatal berair yang satu ini dapat menular melalui kontak kulit ke kulit. Pakaian atau bahan lain yang terkontaminasi juga dapat menularkan penyakit ini. 

Kudis sendiri disebabkan oleh hewan kecil yang masuk ke dalam kulit, menyebabkan ruam dan lepuhan berisi cairan yang umumnya muncul di pergelangan tangan, di sela-sela jari dan di sekitar garis pinggang. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Beberapa krim umum digunakan untuk mengatasi gatal berair akibat kudis. Dokter akan meminta pasien untuk mengoleskan krim dan membiarkannya selama 8 hingga 10 jam. 

Beberapa krim yang umum digunakan antara lain krim permetrin dan crotamiton. Obat minum seperti ivermectin juga mungkin diresepkan untuk orang yang sudah tidak bisa diobati dengan obat oles. 

4. Herpes mulut

Disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe1 dan menjadi salah satu penyebab gatal berair yang paling umum. Biasanya memengaruhi kulit di sekitar mulut dan wajah. Membutuhkan waktu satu hingga dua pekan untuk masa penyembuhan. 

Bagaimana cara mengatasinya? 

Obat antivirus diperlukan untuk meredakan gejala. Tapi pemberian obat pun harus dilihat dari tingkat keparahan kondisi pasien.

5. Herpes genital

Penyebab gatal berair ini biasanya dimulai dengan rasa sensasi terbakar. Kemudian akan menjadi rasa gatal dan berubah menjadi nyeri ketika lepuh sudah berkembang parah. 

Lepuh yang pecah akan mengeluarkan air dan cairan itu dapat menularkan virus ke orang lain lewat kontak fisik, termasuk melalui hubungan seksual. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Sayangnya belum ada obat yang bisa mengatasi herpes genital. Penggunaan obat antivirus dapat digunakan untuk meredakan gejala tapi tidak untuk menghilangkannya.

Pasien juga bisa mengonsumsi obat antivirus untuk mengurangi risiko penularan kepada pasangan. 

6. Herpes zoster

Disebabkan oleh virus varicella, herpes zoster dapat menimbulkan ruam gatal dan berair. Selain itu, bisa juga menimbulkan gejala seperti rasa terbakar ataupun rasa nyeri di satu sisi tubuh. 

Lepuh berisi cairan umumnya akan sembuh dalam waktu 7 hingga 20 hari, namun dapat meninggalkan rasa sakit yang berlangsung lebih lama, bahkan bisa hingga bertahun-tahun. 

Bagaimana cara mengatasinya? 

Obat antivirus dapat digunakan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala yang timbul akibat herpes zoster

7. Cacar air penyebab gatal berair

Penyebab gatal berair ini juga disebabkan oleh virus varicella, yang menyebabkan herpes zoster. Biasanya orang yang terkena cacar air akan mengalami ruam dan berkembang menjadi lepuh berisi air yang terasa gatal. 

Kemudian lepuh akan pecah dan dapat meninggalkan bekas luka khas dari cacar air. 

Bagaimana cara mengatasinya? 

Vaksin adalah tindakan pencegahan yang dapat dilakukan pada penyakit ini. Tetapi jika mengalaminya, kamu bisa menggunakan krim kalamin untuk meredakan gatal. 

Nah, itu tadi beberapa penyebab gatal berair yang umum terjadi. Jika kamu meragukan penyebab gatal berair yang timbul, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat, ya!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 21 Februari 2021
Blister
Healthline, diakses 21 Februari 2021
Understanding and treating water blister
Mayoclinic, diakses 21 Februari 2021
Scabies
Mayoclinic, diakses 21 Februari 2021
Impetigo
Mayoclinic, diakses 21 Februari 2021
Dyshidrosis
CDC, diakses 21 Februari 2021
Genital Herpes
Verywellhealth, diakses 21 Februari 2021
9 Common Rashes That Occur Alongside Blisters

    register-docotr