Info Sehat

6 Efek Buruk Sering Begadang pada Tubuh: Bisa Bikin Obesitas dan Sulit Berpikir!

March 9, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ada banyak hal yang terkadang memaksa seseorang untuk tidur lebih larut malam, misalnya pekerjaan yang belum selesai. Namun, jika kebiasaan begadang terus dilakukan, ada dampak buruk yang bisa mengganggu kesehatan, lho.

Lantas, apa saja efek buruk pada tubuh yang bisa ditimbulkan akibat sering begadang? Benarkah bisa meningkatkan berat badan? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Risiko kesehatan dari terlalu sering begadang

Beberapa risiko bisa terjadi jika kamu terlalu sering begadang. Mulai dari peningkatan berat badan, hingga risiko terkena beberapa penyakit serius. Berikut daftar risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat sering tidur larut malam:

1. Berat badan naik

Orang yang gemar begadang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kenaikan berat badan.

Menurut Sleep Foundation, dalam satu jam durasi tidur, tubuh bisa membakar kalori secara alami sekitar 50 kkal. Tentu saja, pembakaran yang tidak optimal dapat menyebabkan penumpukan kalori. Lama-kelamaan, ini akan memengaruhi berat badanmu.

Belum lagi, berdasarkan studi yang diterbitkan University of Northwestern, Amerika Serikat, orang yang tidur larut biasanya mengonsumsi kalori lebih banyak, termasuk dari camilan. Hal itu bisa meningkatkan indeks massa tubuh dan memperbesar risiko terkena obesitas.

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Berapa Kebutuhan Kalori per Hari yang Diperlukan Tubuh

2. Penyakit jantung

Percaya atau tidak, ternyata orang yang sering begadang sangat rentan terhadap penyakit jantung, lho. Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of Biological and Medical Rhythm Research, orang yang sering tidur larut malam sangat mungkin mengalami kenaikan tekanan darah.

Lama-kelamaan, keadaan tersebut bisa berujung pada hipertensi, salah satu faktor risiko berbagai gangguan jantung. Saat tekanan darah terus meningkat, jantung akan dipacu bekerja lebih keras untuk memompa. Lama-kelamaan, ini bisa menurunkan fungsi jantung.

Kondisinya bisa bertambah parah jika seseorang telah mengidap gangguan kesehatan lain seperti kolesterol tinggi. Tingginya kolesterol dapat memicu pembentukan plak di pembuluh darah dan berdampak buruk pada sirkulasi di dalamnya.

3. Peningkatan gula darah

Menurut sebuah penelitian oleh ilmuwan di Northumbria University, Inggris, orang yang tidur lebih larut cenderung memiliki pola makan yang tidak sehat, seperti gemar mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula.

Hal itu berpotensi meningkatkan risiko diebetes. Selain itu, pada dasarnya, kadar glukosa secara alami akan menurun di malam hari sampai pada titik terendahnya ketika kamu tidur. Jika masih dalam kondisi terjaga, ditambah lagi dengan konsumsi gula, maka lonjakan glukosa dapat terjadi.

4. Penurunan kemampuan kognitif

Risiko kesehatan lain yang terjadi akibat sering begadang adalah penurunan kemampuan kognitif. Menurut sebuah publikasi, tidur adalah bagian penting yang sangat berpengaruh pada kesehatan otak.

Saat tidur, otak akan mengatur kembali semua saraf setelah digunakan seharian, menghilangkan racun atau zat kimia berbahaya, serta memperbarui fungsi dan kinerjanya.

Tidur larut malam bisa mengacaukan mekanisme tersebut. Akibatnya, ini akan berdampak pada kemampuan kognitif seperti daya ingat, konsentrasi, dan respons terhadap sesuatu.

Baca juga: 6 Kebiasaan Buruk yang Merusak Otak: Kurang Tidur hingga Hobi Merokok

5. Mudah stres dan depresi

Jika kamu adalah orang yang mudah stres, mungkin pemicunya adalah sering tidur larut malam atau begadang. Menurut sebuah penelitian, seperti dikutip dari Science Daily, apapun yang bisa membuat tidur tidak berkualitas dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.

Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, besar kemungkinan ada kaitannya dengan faktor kognitif. Satu riset yang terbit pada Journal Biological Rhythms menemukan hubungan antara fungsi otak dan suasana hati.

6. Rentan terhadap infeksi

Salah satu efek buruk begadang yang jarang disadari banyak orang adalah risiko terkena berbagai infeksi. Begadang sering kali membuat banyak orang kurang tidur. Padahal menurut Mayo Clinic, tidur adalah bagian penting dalam peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Jika imun melemah, tentu itu bisa membuatmu rentan terhadap berbagai infeksi, misalnya flu. Belum lagi, jika kebiasaan begadang masih terus dilakukan meski sedang sakit, proses penyembuhannya mungkin bisa berlangsung lebih lama.

Sebab, selain meningkatkan imun, tidur yang cukup juga dapat mengoptimalkan metabolisme dalam pemulihan suatu penyakit.

Nah, itulah dampak buruk yang bisa terjadi akibat kebiasaan begadang. Untuk meminimalkan berbagai risiko gangguan kesehatan tersebut, usahakan untuk selalu tidur tidak terlalu larut malam, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Health, diakses 8 Maret 2021, 13 Ways Being a Night Owl Could Hurt Your Health.
  2. Bustle, diakses 8 Maret 2021, 7 Ways Staying Up Late Could Be Harmful To Your Health.
  3. Mayo Clinic, diakses 8 Maret 2021, Lack of sleep: Can it make you sick?
  4. Sleep Foundation, diakses 8 Maret 2021, How Your Body Uses Calories While You Sleep.
  5. Northwestern University, diakses 8 Maret 2021, NIGHT OWLS AT RISK FOR WEIGHT GAIN.
  6. TANDF Online, diakses 8 Maret 2021, Associations of Chronotype and Sleep With Cardiovascular Diseases and Type 2 Diabetes.
  7. Science Daily, diakses 8 Maret 2021, Is being a night owl bad for your health?
  8. Science Daily, diakses 8 Maret 2021, Night owls can ‘retrain’ their body clocks to improve mental well-being and performance.
  9. National Institutes of Neurological and Disorders and Stroke, diakses 8 Maret 2021, Brain Basics: Understanding Sleep.
  10. SAGE Journal, diakses 8 Maret 2021, Reduced Effective Emotion Regulation in Night Owls.

    register-docotr