Covid-19

Wanita Terinfeksi COVID-19 Meninggal setelah Melahirkan, Apa Penyebab Utamanya?

July 16, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ibu hamil yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 disebut mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami perburukan gejala dan komplikasi, termasuk yang berujung fatal seperti kematian.

Satu pekan terakhir, publik dikejutkan oleh kabar dua wanita positif COVID-19 yang meninggal setelah melahirkan.

Lantas, apa penyebab kasus kematian pada seorang wanita yang baru melahirkan? Bisakah kejadian tersebut dicegah? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Kasus kematian COVID-19 setelah melahirkan

Devi Ratna Sari, bidan di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur, meninggal dunia saat sedang mengandung dengan usia kehamilan 33 minggu, Rabu (14/7). Sempat menjalani perawatan di RSUD Kramat Jati, nyawanya tak tertolong pascamelahirkan bayi yang kini dirawat di NICU.

Sama seperti Devi yang positif terinfeksi COVID-19, Citra Soeroso, istri pegiat media sosial Chicko Hakim, juga meninggal setelah melahirkan bayinya. Citra meninggal di hari yang sama dengan Devi, sesudah melahirkan anak keduanya.

Sama seperti anak Devi, anak Citra dan Chicko Hakim pun selamat meski harus dirawat di ruangan NICU dalam keadaan lahir prematur.

Baca juga: Bisa Kurangi Kematian akibat COVID-19, Obat Deksametason Justru Berbahaya bagi Ibu Hamil!

Risiko kematian pada ibu hamil

Wanita hamil yang terkena COVID-19 diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap banyak komplikasi dan dampak buruk, termasuk kematian.

Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan, wanita hamil dengan status positif COVID-19 berisiko 20 kali lebih tinggi mengalami kematian, baik sebelum atau setelah melahirkan. Belum lagi, janin yang ada di kandungannya juga berisiko untuk terpapar virus SARS-CoV-2 dari ibunya.

Dengan kata lain, janin berpotensi pula mengalami gangguan perkembangan hingga komplikasi saat masih ada di dalam rahim maupun sesudah dilahirkan.

Apa penyebabnya?

Sebuah studi yang terbit baru-baru ini di JAMA Pediatric memaparkan, infeksi COVID-19 secara tidak langsung dapat berdampak buruk pada kondisi ibu dan janin. Meski, masih ada faktor lain yang bisa menjadi pemicunya.

Penyakit penyerta atau komorbid bisa memperparah keadaan dan meningkatkan risiko kematian ibu hamil yang telah melahirkan. Salah satu komorbid yang dimaksud adalah preeklamsia, kondisi ketika ibu hamil mengalami peningkatan tekanan darah dan kebocoran protein dalam urine.

Selain preeklamsia, persalinan dini atau yang dikenal dengan kelahiran prematur juga dapat menjadi faktor risiko kematian setelah melahirkan.

Kesimpulan itu didapat setelah adanya penelitian terhadap lebih dari dua ribu ibu hamil di 18 negara, termasuk Inggris, Prancis, Italia, dan Amerika Serikat. Pengamatan dimulai sejak Maret hingga Oktober 2020 di 43 rumah sakit.

Bisakah dicegah?

Belum ada kajian secara khusus yang membahas soal pencegahan risiko kematian pada ibu hamil yang terinfeksi COVID-19. Namun, dikutip dari National Institutes of Health, tetap ada langkah yang perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko berbagai dampak buruk selama masa kehamilan.

Ibu hamil harus diberi konseling tentang peningkatan risiko komplikasi dari infeksi virus Corona. Jika rawat inap diperlukan, penanganan harus diberikan fasilitas yang memungkinkan pemantauan terhadap ibu dan janinnya. Penatalaksanaan pada pasien hamil mencakup:

  • Pemantauan kontraksi rahim berdasarkan usia kehamilan
  • Pendekatan berbasis tim multispesialis
  • Penggunaan obat COVID-19 harus diperhatikan dengan tepat, terutama soal keamanannya
  • Penggunaan antibodi monoklonal dapat dipertimbangkan, terutama pada ibu hamil dengan faktor risiko tinggi.

Baca juga: Ibu Hamil Perlu Tahu 5 Hal Berikut Sebelum Lakukan Vaksin COVID-19

Vaksinasi COVID-19

Vaksin memang tidak bisa memberi perlindungan sempurna dari risiko penularan COVID-19. Namun, semua vaksin COVID-19 dapat meminimalkan dampak buruk atau risiko fatal jika telah terinfeksi virus Corona.

Dengan kata lain, vaksin bisa digunakan sebagai pencegahan. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mengizinkan pemberian vaksin COVID-19 pada ibu hamil. Sebab, ibu hamil mempunyai risiko lebih tinggi terhadap perburukan gejala dan kondisi lainnya.

Nah, itulah ulasan tentang kasus kematian setelah melahirkan pada ibu hamil yang juga positif terinfeksi COVID-19. Untuk meminimalkan risiko penularan, tetap terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr