Covid-19

Virus Corona Kappa Sudah Masuk Indonesia! Seperti Apa Gejalanya?

July 1, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sejak kemunculannya pada awal 2020, wabah COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan, sejumlah varian baru dari virus pemicunya terus bermunculan di beberapa negara, salah satunya bernama Kappa.

Lantas, seperti apa sih virus Corona varian Kappa itu? Bagaimana gejalanya? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Mengenal virus Corona Kappa

Kappa merupakan sebutan untuk varian virus Corona B.1.617.1. Strain ini pertama kali ditemukan pada akhir 2020 di India. Setelah diteliti, World Health Organization (WHO) menetapkannya sebagai varian baru virus Corona pada April 2021.

Menurut penjelasan Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University, Australia, Kappa masih punya kemiripan dengan Delta, varian yang juga pertama kali ditemukan di India.

Baca juga: Mengenal Lambda: Varian Baru Corona yang sedang Merebak di Amerika Selatan

Karakteristik virus Corona Kappa

Kappa dimasukkan WHO ke dalam kelompok variant of interest (VOI). Varian yang masuk kelompok tersebut umumnya mempunyai karakteristik yang sama, salah satunya adalah menyebabkan klaster penularan di komunitas atau wilayah tertentu.

Tak hanya itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyebutkan, varian Kappa dikhawatirkan dapat mengurangi efektivitas perawatan menggunakan obat-obatan, misalnya terapi antibodi monoklonal.

Seperti apa gejalanya?

Secara umum, gejala dari sebagian besar varian virus Corona hampir tak ada bedanya. Gejala umum bisa berupa demam, batuk kering, sesak napas, dan lain sebagainya.

Namun, menurut Prof. Raina Macintyre, kepala program penelitian biosekuriti di Kirby Institute, Australia, varian Kappa berpotensi menimbulkan gejala tidak biasa seperti sakit perut, diare, dan gangguan gastrointestinal lainnya.

Kondisinya mungkin sedikit lebih berat ketimbang gejala yang umum seperti gangguan pernapasan. Selain itu, varian Kappa disebut pula bisa menimbulkan gejala menyerupai penyakit campak.

Penyebaran virus Corona Kappa

Virus Corona varian Kappa memang pertama kali ditemukan di India. Tapi tak lama kemudian, virus ini sudah menyebar ke banyak negara. Sampai 27 Juni 2021, menurut data dari Phylogenetic Assignment of Named Global Outbreak Lineages, varian Kappa sudah terdeteksi di 27 negara.

Bukan hanya negara Asia dan di sekitar India, varian Kappa sudah menyebar ke Eropa, seperti Spanyol, Italia, Finlandia, Belgia, dan Belanda. Varian ini juga sudah masuk ke Benua Amerika dan Afrika, seperti Meksiko, Amerika Serikat, Kenya, hingga Angola.

Di Melbourne, Australia, varian Kappa sudah menyebabkan outbreak yang membuat pemerintah setempat melakukan lockdown.

Bagaimana dengan Indonesia? Prof. Amin Soebandrio, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, mengatakan, virus Corona varian Kappa sudah ditemukan di Jakarta dan Sumatera Selatan.

Tingkat penularan varian Kappa

Meski masuk dalam kelompok VOI, varian Kappa disebut memiliki daya tular yang hampir sama seperti Delta. Seperti diketahui, varian Delta punya transmisi yang sangat tinggi dan cepat, sudah menyebar ke lebih dari 70 negara.

Virus Corona varian Kappa sendiri diyakini dapat masuk ke tubuh seseorang meski hanya dari berpapasan dengan orang yang telah terinfeksi. Ini bisa dilihat dari kasus yang ada di Melbourne, Australia.

Varian Kappa telah menimbulkan klaster di kota tersebut, di mana transmisi penularan utamanya diyakiti terjadi melalui aerosol. Tak butuh waktu lama bagi varian Kappa untuk menyebar luas hingga akhirnya memicu kejadian luar biasa atau outbreak.

Baca juga:  10 Nama Baru untuk Varian Virus Corona Pemicu COVID-19, Cek di Sini!

Bagaimana perawatannya?

Belum ada penelitian lanjutan yang membahas secara khusus tentang perawatan pada pasien COVID-19 akibat varian Kappa. Artinya, perawatannya tidak berbeda dengan infeksi virus Corona varian lainnya.

Meski begitu, vaksin tertentu disebut masih cukup efektif untuk meminimalkan risiko penularannya. Menurut sebuah riset, vaksin buatan AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech bisa memberi perlindungan terhadap infeksi varian Delta dan Kappa.

Vaksin juga dapat mencegah perburukan gejala dan mengurangi risiko fatalitas (kematian) kepada seseorang yang terinfeksi COVID-19.

Nah, itulah ulasan tentang varian Kappa yang saat ini telah masuk dan menyebar ke lebih dari 20 negara, termasuk Indonesia. Untuk meminimalkan risiko penularannya, selalu terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. Science Focus, diakses 1 Juli 2021, Two doses of Pfizzer vaccine reduces risk of death.
  2. Reuters, diakses 1 Juli 2021, AstraZeneca, Pfizer vaccines effective against Delta COVID-19 variants-study
  3. PANGO Lineage, diakses 1 Juli 2021, Lineage B.1.617.1.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 1 Juli 2021, SARS-CoV-2 Variant Classifications and Definitions.
  5. The Guardian, diakses 1 Juli 2021, Experts dispute Victoria claim that Kappa variant is more infectious than previous Covid outbreaks.
  6. World Health Organization (WHO), diakses 1 Juli 2021, Tracking SARS-CoV-2 variants.
  7. CNN Indonesia, diakses 1 Juli 2021, Mengenal Gejala Covid Varian Kappa, Mirip Campak.
  8. Detik, diakses 1 Juli 2021, Sudah Masuk DKI, Varian Kappa COVID-19 Tersebar di Mana Saja?

    register-docotr