Covid-19

Tren Memakai Masker KF94 Asal Korea Selatan, Apakah Ampuh Melindungi dari COVID-19?

March 5, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penggunaan masker wajah sudah menjadi kebutuhan sehari-hari sejak pandemi COVID-19 berlangsung. Penggunaan masker yang tepat adalah hal yang penting untuk mencegah penyebaran atau penularan COVID-19. 

Selama pandemi berlangsung, bermunculan jenis-jenis masker yang diandalkan untuk perlindungan. Salah satunya adalah masker KF94, asal Korea Selatan. Tapi apakah masker ini terbukti melindungi penggunanya dari COVID-19? 

Baca Juga: Mengenal Virus Corona B117, Begini Fakta dan Cara Pencegahannya

Apa itu masker KF94?

Dilansir dari NPR, Sonali Advani, asisten profesor kedokteran di Duke University, menjelaskan jika KF adalah kependekan dari Korean Filter. “dan 94 mengacu pada persentase penyaringannya.” 

Dengan kata lain 94 yaitu 94 persen menyaring partikel yang berada di luar masker. Kemudian, produk masker KF94 ini dianggap sejenis dan sama efisiennya dengan masker N95. 

Bukan hanya filterasinya yang diklaim baik untuk mencegah COVID-19, bentuknya juga mendukung untuk penggunaan sehari-hari saat berada di luar rumah. Alasannya masker KF94 memiliki pengaturan khusus untuk menyesuaikan bentuk hidung, sehingga meminimalkan celah di bagian atas masker. 

Selain itu, di bagian samping, kanan dan kiri juga memiliki penutup yang menyesuaikan bentuk wajah pemakainya. “Ini membantu menutup celah di sekitar wajah dan membatasi masuknya udara yang tidak melalui filtrasi,” kata Sara Andrabi, MD, seorang ahli dari Baylor College of Medicine, dikutip dari Health.com

Penggunaan masker KF94 sama seperti dengan masker bedah, hanya sekali pakai, tidak untuk digunakan kembali. Di Korea Selatan, pemakaian masker KF94 bukan hanya melindungi pengguna dari virus SARS-CoV-2, tetapi juga dari polusi dan debu. 

Kata peneliti tentang penggunaan masker KF94

Penggunaan masker K94 asal Korea Selatan ini mulai menjamur. Bagaimana kata penelitian tentang efektivitasnya? Walau disebut setara dengan masker N95 yang sudah terbukti dapat melindungi pengguna dari virus penyebab COVID-19, tetap dibutuhkan hasil dari penelitian ilmiah yang dilakukan. 

Sebuah penelitian terbatas akhirnya menjawab kemampuan masker KF94 dalam melindungi penggunanya dari penyebaran COVID-19. Penelitian itu dilakukan pada 7 pasien yang positif COVID-19.

Dilakukan perbandingan penggunaan masker KF95, N95 dan juga masker bedah biasa. Penelitian dilakukan dengan meminta pasien batuk dengan menggunakan masker dan tanpa menggunakan masker, dan menempatkan sebuah cawan petri di depan pasien saat batuk. 

Hasilnya menunjukkan jika masker KF94 secara efektif memblokir penularan virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19. Karena saat pasien batuk menggunakan masker, virus tersebut hanya terdeteksi pada permukaan bagian dalam, tidak pada permukaan luar dan tidak terdeteksi juga di cawan petri di depan pasien.

Hasil tersebut sama efektifnya dengan pemakaian masker N95. Justru penggunaan masker bedah dianggap kurang efektif, karena ditemukan adanya virus di permukaan dalam dan luar serta cawan petri di depan pasien. 

Pada penelitian terbatas ini menunjukkan jika masker KF94 dapat melindungi pemakainya dari COVID-19, walau belum ada izin penggunaan darurat dari FDA. 

Baca Juga: Ketahui Dampak COVID-19 terhadap Penderita Asma seperti Rina Gunawan

Perbandingan masker KF94 dengan N95

Masker KF94 dianggap memiliki tingkat efisiensi yang sama dengan masker N95. Keduanya sering dibandingkan dan dianggap sama-sama dapat memberikan perlindungan dari penyebaran COVID-19. Tapi apa bedanya masker KF94 dengan N95?

Perbedaan efisiensi dan bentuk

Dari sisi bentuk, masker KF94 tidak berbeda jauh dengan N95. Masker N95 atau respirator N95 adalah perangkat pelindung pernapasan yang dibuat untuk menyesuaikan wajah penggunanya. Di bagian sekitar hidung dan tepi bawah dirancang agar masker menutup rapat yang akan melindungi dari masuknya udara yang tak tersaring. 

Masker ini juga dibuat dengan penyaringan udara yang sangat efisien. Dilansir dari US Food and Drugs Administrations (FDA), sama seperti masker bedah, N95 telah melewati uji fluida, efisiensi filtrasi untuk partikulat dan bakteri.

Kedua masker tidak boleh digunakan ulang alias sekali pakai. N95 dan masker bedah juga sama-sama terbuat dari bahan yang biokompatibilitas dan mudah terbakar. 

Izin penggunaan oleh FDA

Hingga saat ini izin penggunaan darurat masker KF94 belum dikeluarkan oleh FDA, sama halnya dengan belum adanya izin penggunaan darurat masker KN95 asal Cina, meski sudah memenuhi standarisasi di Cina.

Sementara itu, masker N95 adalah salah satu masker yang direkomendasikan oleh FDA, sama seperti dengan masker bedah dan masker kain pada umumnya. 

Tetapi penggunaan masker N95 tidak dianjurkan untuk sehari-hari, karena mendahulukan keperluan petugas medis. Rekomendasi ini dikeluarkan oleh Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) Amerika Serikat. 

Kalaupun terpaksa digunakan untuk kegiatan sehari-hari, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik. Misalkan untuk orang yang memiliki gangguan pernapasan kronis, jantung atau kondisi medis lain yang berhubungan dengan pernapasan, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum menggunakan N95. Karena penggunaannya dapat mempersulit pemakainya untuk bernapas.

Hal lainnya masker N95 tidak dibuat untuk anak-anak atau orang dengan rambut di wajah. Karena kemungkinan tidak dapat melindungi dengan penuh. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr