Covid-19

Tren Donor ASI saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dan Syaratnya

August 4, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kasus bayi baru lahir yang ditinggal ibunya meninggal dunia karena COVID-19 terus meningkat. Untuk itu, nasib bayi yang baru lahir tanpa ibu atau piatu ini semakin mendapatkan perhatian khusus.

Dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia (1-7 Agustus), salah satu perhatian yang dimaksud adalah pemberian nutrisi tepat pada bayi, yakni melalui donor ASI. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai donor ASI, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Jangan Lengah! Ini Tips Menyusui bagi Ibu yang Positif COVID-19

Apakah donor ASI aman dilakukan?

Dilansir dari Healthline, air susu ibu atau ASI merupakan makanan paling sehat untuk bayi di tahun pertama kehidupan. ASI tidak hanya mengandung nutrisi yang sangat baik untuk bayi, namun juga sebagai antibodi dan agen antimikroba.

Namun, apakah donor ASI yang diberikan pada bayi baru lahir aman? Perlu diketahui, ASI yang disumbangkan sangat aman karena berasal dari ibu yang telah memompa lebih banyak susu daripada biasanya. 

Donor ASI dikatakan aman sebab sebelum ibu dapat menyumbangkannya, pengujian terhadap penyakit apapun harus dilakukan. Tak hanya itu, setiap wadah susu juga diuji untuk bakteri berbahaya.

Susu donor kemudian dipasteurisasi untuk menghilangkan organisme penyebab infeksi yang mungkin ada di dalam susu. Sebagian kecil dari nutrisi dan sifat imunologi dihancurkan oleh pasteurisasi, namun tetap banyak khasiat bermanfaat yang bisa dipertahankan.

Bagaimana persyaratan melakukan donor ASI?

Sebelum melakukan donor ASI, bicaralah dengan teman atau dokter untuk mengetahui apakah ada ibu yang membutuhkan ASI untuk bayinya.

Namun, perlu diketahui bahwa pihak yang menerima donor ASI mungkin memiliki pertanyaan tentang konsumsi obat dan kebiasaan seperti minum atau merokok.

Jika kamu ingin menyumbangkan ASI melalui bank susu, terdapat beberapa persyaratan kelayakan. Persyaratan yang perlu kamu ketahui sebelum menyumbangkan ASI, antara lain sebagai berikut:

  • Pendonor susu harus dalam keadaan sehat secara keseluruhan.
  • Memiliki ASI lebih dari yang dibutuhkan anak atau tidak boleh mengambil ASI dari kebutuhan bayi sendiri untuk disumbangkan.
  • Dapat membekukan ASI dalam waktu 24 hingga 48 ham setelah memompa.
  • Hanya menggunakan obat-obatan yang disetujui untuk donor.
  • Memenuhi persyaratan donasi minimum lainnya dari bank susu.
  • Tidak menggunakan suplemen herbal apa pun.

Namun, ada beberapa hal yang mungkin mengakibatkan kamu tidak bisa menyumbangkan ASI. Hal-hal yang dimaksud, antara lain pernah atau sedang dirawat karena HIV, human T-cell leukemia virus atau HTLV, hepatitis B atau C, maupun sifilis.

Selain itu, wanita juga dilarang mendonor ASI jika memiliki pasangan seksual yang berisiko HIV, HTLV, hepatitis B atau C, maupun sifilis, telah menggunakan narkoba setahun terakhir, merokok, serta minum lebih dari jumlah alkohol yang ditentukan.

Tips donor ASI selama pandemi COVID-19

Meski melakukan donor ASI aman, namun selama pandemi tips menyumbangkan susu harus diperhatikan. Beberapa tips yang aman ketika mendonorkan ASI selama pandemi COVID-19, yakni:

Cuci tangan

Selama pandemi berlangsung, salah satu tindak pencegahan penularan virus COVID-19 adalah dengan rutin mencuci tangan. Karena itu, sebelum mendonorkan ASI maka ada baiknya untuk mencuci tangan terlebih dahulu. 

Jangan pernah menyentuh bagian pompa yang bersih sampai kamu mencuci tangan. Setelah mencuci tangan, pastikan juga untuk tidak menyentuh apapun guna menghindari terjadinya kontaminasi silang.

Sterilkan bagian pompa

Cuci bagian pompa dengan air sabun panas dan pisahkan sepenuhnya. Setelah itu, sterilkan komponen sekali sehari dan simpan bagian pompa di tempat yang tidak dapat terkontaminasi oleh orang.

Pindahkan susu dengan hati-hati

Jika kamu memompa ke dalam botol, pindahkan dengan hati-hati ke dalam kantong untuk dibekukan. Berhati-hatilah untuk tidak menyentuh susu dengan tangan. Selanjutnya, pastikan kamu mencantumkan tanggal dan waktu sesi memompa. 

Sertakan berapa ons di setiap kantong sehingga kamu dapat menghitung berapa banyak susu yang telah disimpan untuk disumbangkan. Atur juga freezer ke pengaturan terdingin guna memastikan bahwa pedoman yang tepat untuk donor susu telah sesuai.

Baca juga: Jangan Berlebihan! Ini Kebutuhan Vitamin C yang Tepat Saat Pandemi

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. American Pregnancy Association, diakses 2 Agustus 2021. Donor Milk
  2. Healhtline (2020), diakses 2 Agustus 2021. All You Need to Know About Donating (or Receiving) Breast Milk
  3. Wiley Online Library (2021), diakses 2 Agustus 2021. Maintaining human milk bank services throughout the COVID-19 pandemic: A global response
  4. Webmd (2021), diakses 2 Agustus 2021 How to Donate Breast Milk

 

    register-docotr