Covid-19

Perlukah Melakukan tes Antibodi Setelah Vaksin? Ini Penjelasannya!

May 1, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Banyak orang yang mencari tes antibodi setelah vaksin COVID-19. Tujuannya satu, mengetahui apakah tubuh sudah imun dan terlindung dari virus COVID-19.

Meskipun demikian, tes ini akan membingungkan. Karena beberapa tes ada yang melihat hasilnya dari antibodi terhadap duri protein dari virus, yang dihasilkan sebagai respons dari infeksi dan vaksin. 

Ada juga yang melihat dari antibodi protein nucleocapsid yang merupakan respons dari infeksi. Tes ini tidak akan memberitahukan kepada kamu bagaimana sistem imun merespons vaksin yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Efikasi dan Efektivitas Vaksin, Apa Sih Perbedaannya?

Jadi perlukah tes antibodi setelah vaksin?

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi tidak menyarankan pengujian antibodi secara mandiri. Pasalnya, hasil tes dapat menimbulkan kebingungan dan keraguan.

“Setelah vaksinasi COVID-10 kita tidak menyarankan untuk melakukan pengujian antibodi secara mandiri. Karena untuk yang tidak memahami arti pengujian antibodi ini, akan menimbulkan kebingungan,” kata dia.

Dirinya juga menyebut kalau sejauh ini WHO pun belum memberikan rekomendasi standar pengujian pemeriksaan kadar antibodi pasca vaksinasi. Selama ini, tes yang dilakukan hanya mengukur kadar antibodi di dalam tubuh saja.

“Sementara saat ini secara internasional tidak pernah dikatakan berapa batas proteksi atau correlate protection, sehingga kalau kita melakukan pemeriksaan antibodi, bisa menjadi salah pengertian,” terang dr Nadia.

Antibodi untuk memeriksa riwayat infeksi

Doctor Lucas De Toca, kepala tim respons COVID-19 dari Department of Health Australia menyebut sejauh ini tes antibodi untuk memeriksa riwayat infeksi sebagai upaya untuk melacak jalur penyebaran COVID-19.

Akan tetapi, hal itu kini menjadi agak sulit dilakukan. Pasalnya, sudah banyak orang yang divaksinasi sehingga melacak riwayat infeksi dari orang ke orang akan jadi hal yang tidak mudah.

“Karena itu yang paling penting ketika kamu sudah divaksin, kamu harus percaya diri kalau sudah terlindungi dari virus dan tidak perlu lagi melakukan tes antibodi,” ucap dia.

Bagaimana jika tetap ingin melakukan tes antibodi setelah vaksin?

Kamu masih tetap bisa melakukan tes antibodi setelah vaksin COVID-19. Karena tes ini juga masih bisa mengindikasikan ada tidaknya reaksi yang diberikan tubuh terhadap vaksin COVID-19.

Hanya saja, hal ini harus dilakukan oleh tenaga profesional. Hasilnya pun harus dibaca di laboratorium.

Di Britania Raya, tes antibodi bisa dilakukan empat pekan setelah vaksin, baik itu dosis pertama maupun kedua. Hasilnya dapat diperoleh dalam waktu 24-36 jam setelah tes.

Bagi Daniel Cheung dari Medix Pharmacy, tes antibodi tidak hanya memberikan ketenangan bagi tiap orang akan hasil vaksin mereka, tapi juga bisa menjadi bahan penyempurna efikasi vaksin di masa mendatang.

Bagaimana rekomendasi Kementerian Kesehatan?

Kementerian Kesehatan tidak merekomendasikan tes antibodi untuk memeriksa keberhasilan vaksin COVID-19. Menurut dr Siti Nadia Tarmizi, hasil pengujian untuk menentukan imunogenitas vaksinasi adalah dengan pemeriksaan uji netralisasi.

Hanya saja, uji netralisasi ini tidak mudah dilakukan dan berisiko. Pasalnya, diperlukan virus yang hidup dalam pengujiannya. “Uji netralisasi ini menjadi gold standard untuk menentukan imunogenitas dan hanya bisa dilakukan di laboratorium yang terbatas,” imbuh dr Nadia.

Temuan baru alat tes antibodi setelah vaksin

Pengujian terhadap tes yang diperlukan untuk memeriksa keberhasilan vaksin COVID-19 di dalam tubuh memang terus dilakukan. Itu sebabnya banyak temuan-temuan baru yang bermunculan dalam hal ini.

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh serangkaian peneliti dari Northwestern University. Para peneliti menyebut berhasil mengembangkan alat yang hanya membutuhkan satu tetes darah yang bisa diambil di rumah untuk memeriksa efektivitas vaksin.

Untuk tesnya, kamu hanya perlu menggunakan papan pengambil darah seperti tes diabetes untuk kemudian sampel darah tersebut dikirimkan ke lab untuk analisis. Penemuan ini dinilai dapat menjadi satu solusi cepat untuk memeriksa efektivitas vaksin COVID-19.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang tes antibodi setelah vaksinasi yang perlu kamu ketahui. Selalu jalankan rekomendasi resmi, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr