Covid-19

Resmi Dimonitoring WHO, Kenali Gejala-Gejala Virus COVID-19 Varian XD, XE, dan XF

April 12, 2022 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Belum reda kekhawatiran akan virus COVID-19 Omicron XE, kini muncul lagi varian rekombinan baru yang masuk dalam pengawasan atau variants under monitoring (VuM) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Nama-nama dari varian tersebut adalah XD dan XF.

Meski kondisi ini sudah diperkirakan akan terjadi, namun tetap perlu diwaspadai demi mencegah terjadinya penularan virus secara luas. Berikut adalah beberapa informasi penting yang perlu kamu ketahui seputar varian COVID-19 terbaru tersebut.

Mengapa varian COVID-19 terus bermunculan?

Meski kondisi pandemi sudah cukup membaik, namun bukan berarti kamu sudah bisa bernapas lega. Selama klaster-klaster COVID-19 masih ada, maka varian-varian COVID-19 terbaru akan terus bermunculan.

Terbaru hadir varian Omicron XD, XE, dan XF yang mana semua merupakan hasil persilangan antara varian Omicron dengan varian COVID-19 lainnya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Dilansir dari Gov.uk, varian rekombinan terbentuk ketika seseorang terinfeksi dengan 2 varian atau lebih pada saat yang sama. Virus-virus persilangan tersebut juga bisa tercipta saat dua varian virus berbeda berada di tempat yang sama, misalnya di laboratorium.

Dalam kasus virus menginfeksi tubuh yang sama, saat virus menggandakan diri, bisa terjadi kesalahan proses yang menyebabkan penggalan genom RNAmen jadi tertukar. Inilah yang menyebabkan varian-varian virus baru akan terus bermunculan.

Apa itu varian XE, XD, dan XF?

Dilansir dari Indonesia.go.id varian Omicron XD merupakan hasil rekombinasi antara varian Delta dan Omicron BA.1. Varian ini juga sering disebut dengan istilah Deltacron.

Adapun varian Omicron XE adalah persilangan subvarian BA.1 dan BA.2. Sedangkan varian Omicron XF merupakan bentuk lain dari gabungan varian Delta dan Omicron.

Virus rekombinan XE cukup menarik perhatian karena diketahui memiliki tingkat infeksi sekitar 10 persen lebih tinggi daripada varian BA.2 yang merupakan turunan Omicron.

Dilansir dari Times of India, virus ini terdeteksi pertama kali di Inggris pada 19 Januari, dan sejauh ini sudah ada 600 kasus yang telah terkonfirmasi. Sementara itu varian XD terdeteksi di Prancis, Denmark dan Belgia. Sedangkan varian XF banyak ditemukan di Inggris.

Apakah gejalanya berbeda satu sama lain?

Sampai saat ini, para ahli belum bisa memastikan tingkat keparahan varian-varian COVID-19 hasil persilangan tersebut. Namun, beratnya gejala yang akan muncul sedikit banyak akan sangat tergantung pada beberapa faktor seperti:

  1. Status vaksinasi seseorang,
  2. Kekebalan tubuh yang dimiliki, dan
  3. Riwayat infeksi masa lalu.

Dengan demikian gejalanya dapat bervariasi dari orang ke orang. Namun gejala paling umum yang harus diwaspadai antara lain adalah:

  1. Demam,
  2. Sakit tenggorokan/gatal,
  3. Batuk,
  4. Pilek,
  5. Bersin,
  6. Kelelahan,
  7. Nyeri tubuh,
  8. Ruam dan perubahan warna kulit,
  9. Masalah pencernaan.
  10. Dalam kasus tertentu, penderita juga bisa mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa.

Beberapa gejala parah yang bisa muncul dari infeksi varian-varian persilangan tersebut termasuk sesak napas, jantung berdebar-debar, nyeri dada, dan kadar oksigen darah rendah.

Mengingat gejala-gejala ini sangat berbahaya bagi kesehatan, maka kamu disarankan segera meminta pertolongan medis jika terindikasi mengalami salah satunya.

Haruskah kamu merasa khawatir?

Dilansir dari The Conversation, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus rekombinan lebih berbahaya daripada varian lainnya. Hal ini juga disampaikan oleh Profesor Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis, UKHSA.

Hopkins mengatakan bahwa varian rekombinan bukanlah kejadian yang aneh, terutama ketika ada beberapa varian yang beredar, dan telah diidentifikasi selama pandemi hingga saat ini. Seperti jenis varian lainnya, sebagian besar akan mati dengan relatif cepat.

Meski begitu rekombinan harus tetap dipantau secara ketat untuk mencegah virus-virus tersebut menyebabkan dampak buruk pada kesehatan secara luas.

Pendekatan terbaik yang disarankan untuk membatasi laju rekombinan baru atau varian lain yang muncul adalah dengan membatasi penyebaran virus. Dengan kata lain, kamu harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik tanpa kendor sama sekali.

Bukan hanya rutin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, tetapi ini juga termasuk testing rutin, melakukan isolasi ketika terinfeksi, dan sejenisnya. Diharapkan semua itu bisa mengurangi kemungkinan penyebaran virus dan mempersempit peluang adanya inang bagi varian rekombinan baru.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Times of India diakses pada 12 April 2022
  2. indonesia.go.id diakses pada 12 April 2022
  3. gov.uk diakses pada 12 April 2022
  4. The Conversation diakses pada 12 April 2022
    register-docotr