Covid-19

Ramuan Herbal untuk Mengobati COVID-19, Efektif atau Tidak?

June 26, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tanaman herbal telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit. Baru-baru ini, ramuan herbal dari perpaduan bahan tertentu dipercaya bisa menyembuhkan COVID-19.

Lantas, benarkah COVID-19 bisa disembuhkan dengan ramuan herbal? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Pesan berantai soal ramuan herbal untuk atasi COVID-19

Belakangan ini, ramai beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa ramuan herbal yang terbuat dari campuran air kelapa, jeruk nipis, dan madu bisa menyembuhkan COVID-19.

Menurut ahli nutrisi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyebutkan ramuan herbal dari campuran bahan-bahan tersebut bisa menyembuhkan infeksi virus Corona.

Bahan alami yang berpotensi berguna dalam perawatan COVID-19

Obat-obatan medis masih menjadi pengobatan utama dalam perawatan pasien COVID-19. Meski begitu, sejumlah studi menemukan banyak fakta bahwa beberapa herbal bisa membantu meringankan gejala dari penyakit itu, di antaranya:

1. Jahe merah

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu jenis tanaman rimpang unggulan yang mudah dijumpai di Indonesia. Jika dibandingkan varietas lainnya, jahe merah adalah jenis unggulan yang memiliki senyawa aktif lebih tinggi.

Kandungan gingerol dan shogaol memainkan peran penting sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Pada pasien COVID-19, kandungan antiinflamasi diyakini dapat meringankan peradangan yang terjadi, terutama di paru-paru.

Sedangkan untuk antioksidan, bisa meningkatkan sistem imun dalam memperbaiki daya tahan tubuh. Secara farmakologis, jahe juga bermanfaat untuk menurunkan asam urat, menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah, hingga pencegahan penyakit degeneratif.

Yang perlu diingat, jahe bukan berfungsi mengobati dan melawan virusnya. Menurut Masteria Yunosilva, Kepala Centers for Drug Discovery and Development di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, jahe hanya digunakan untuk meringankan gejala dan meningkatkan daya tahan.

2. Kunyit

Sering dipakai sebagai bumbu dapur, kunyit juga bisa membantu meringankan gejala COVID-19, lho. Sebuah studi oleh sejumlah peneliti asal Universitas Padjadjaran Bandung menyebutkan, kunyit bisa membantu meminimalkan risiko bertambah buruknya kondisi COVID-19.

Ini tak lepas dari kandungan kurkumin yang dimilikinya. Kurkumin diklaim dapat menghambat produksi angiotensin converting enzyme 2 (ACE-2), enzim yang bisa mempermudah reseptor di dalam tubuh terinfeksi virus corona.

Sebuah publikasi di Universitas Gadjah Mada juga menyebutkan, ACE-2 merupakan salah satu ‘pintu masuk’ virus corona ke dalam tubuh. Pengobatan medis untuk pasien COVID-19 sendiri biasanya menargetkan reseptor tersebut agar gejala dari penyakit tak semakin memburuk.

Baca juga: 18 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

3. Eukaliptus

Nama eukaliptus mendadak populer pada awal kemunculan COVID-19. Tanaman ini disebut-sebut bisa menjadi obat tradisional dalam penanganan COVID-19. Tak jarang, beberapa produsen dari produk tertentu menambahkan eukaliptus sebagai komposisinya.

Sebenarnya, fungsi utama eukaliptus bukan untuk membasmi virus corona yang ada di dalam tubuh, tapi lebih meringankan gejalanya. Sebuah riset gabungan oleh sejumlah ilmuwan di beberapa negara memaparkan, salah satu gejala yang bisa diredakan adalah pada saluran pernapasan.

Ada banyak senyawa penting, termasuk zat antiinflamasi, yang dapat mengurangi gejala yang berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan atas. Bahan alami tersebut bisa memberi efek menenangkan, tapi masih perlu pengamatan lebih lanjut tentang penggunaannya pada bayi.

4. Tanaman kina

Tanaman kina mempunyai banyak senyawa bioaktif yang dapat membantu meringankan gejala infeksi. Bernama Latin Chincona L. Raiatea, kina telah digunakan selama beberapa abad sebagai pengobatan alami untuk malaria, karena efeknya yang serupa dengan klorokuin.

Kina mengandung antivirus yang berfungsi sebagai imunomodulator pada penyakit yang disebabkan oleh virus. Kandungan itu bekerja secara tidak langsung dalam menghambat penyebaran virus. Salah satunya mengacaukan jalur virus agar tidak bisa menggandakan diri.

5. Daun jintan

Daun jintan telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi asma, pilek, sakit kepala, dan demam. Bernama Latin Plectranthus amboinicus, daun jintan mempunyai banyak senyawa aktif seperti fenolik dan terpenoid.

Selain itu, zat antiinflamasi yang dimiliki juga sangat berguna dalam perawatan gangguan saluran pernapasan bagian atas. Seperti diketahui, COVID-19 sendiri merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan, gejala awalnya bisa berupa demam dan sakit kepala.

Nah, itulah ulasan tentang bahan alami herbal dan khasiatnya dalam perawatan pasien COVID-19. Untuk meminimalkan risiko penularan, selalu terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr