Covid-19

Wajib Tahu: Serba-serbi Penularan COVID-19 dari Makanan

May 26, 2020 | Ajeng Annastasia | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Virus COVID-19 atau SARS-CoV-2 merupakan virus yang mampu menyebar melalui droplet. Selain itu, kamu juga perlu tahu bagaimana proses penularan covid dari makanan.

Dengan begitu, kamu bisa lebih mampu mencegah penularan terjadi dan memutus mata rantai penularan yang ada.

Nah, seperti apa sebenarnya proses penularan covid dari makanan, ya? Yuk simak informasi lengkapnya berikut ini:

Proses penularan COVID-19

Proses penyebaran utamanya terjadi ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara dan mengeluarkan droplet atau cairan yang keluar dari dalam tubuh dan dihirup oleh orang lain.

Hingga sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim bahwa virus ini tidak melayang di udara atau airborne. Namun, berbagai penelitian menyebutkan kalau virus dapat menempel di berbagai permukaan berbeda dan bertahan dalam jangka waktu tertentu.

Di masa di mana kamu diharuskan menjaga jarak fisik dengan orang lain, aktivitas bepergian ke rumah jadi berkurang drastis. Satu aktivitas yang cukup terdampak adalah kebiasaan belanja secara langsung, dan pengganti belanja langsung paling praktis adalah belanja secara online.

Bisakah makanan menularkan COVID-19?

penularan covid dari makanan
Tetap utamakan kebersihan saat menyiapkan makanan. Foto: Shutterstock.com

Mulai dari proses pembuatan hingga penyajian, makanan tidak pernah lepas dari sentuhan tangan manusia. Oleh sebab itu, makanan menjadi salah satu komponen yang dikhawatirkan bisa terkena droplet yang mengandung virus COVID-19.

Kalau kamu gemar membeli makanan dan minuman dari restoran atau dari luar rumah, ini mungkin menjadi salah satu kekhawatiran terbesar, ya.

Namun demikian, ahli keamanan makanan dari North Carolina State University, Prof Benjamin Chapman, menjelaskan bahwa sampai sekarang belum ada bukti penularan virus COVID-19 melalui makanan atau kemasannya.

Menurut Chapman, kebiasaan menyiapkan makanan sejauh ini sudah dilakukan dengan cukup baik. Salah satunya dengan memasak hingga mencapai temperatur yang tepat.

Selain itu, COVID-19 diyakini tidak bisa bertahan hidup di dalam perut yang punya kadar asam tinggi.

Meski demikian, Chapman masih belum yakin betul sejauh mana keamanan yang disebutkan tadi. Masih diperlukan banyak studi lebih lanjut soal daya tahan virus, ya.

Baca juga: Hand Sanitizer atau Sabun, Mana Paling Efektif Membunuh Virus Corona?

Cara mencegah penularan COVID-19 dari makanan

Virus ini masih sangat baru, sehingga memang masih banyak hal yang belum diketahui. Namun, mempertimbangkan berbagai risiko yang ada, pastinya lebih baik kalau kamu lebih berhati-hati ketika menyiapkan makanan atau menerima makanan pesanan dari luar.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebelum mulai mengolah atau mengonsumsi makanan tersebut, antara lain:

Lakukan prosedur dasar mempersiapkan makanan

penularan covid dari makanan
Sebelum makan, pastikan makanan sudah aman dan bersih, ya. Foto: Shutterstock.com

Cuci tangan selama 20 detik, cuci makanan hingga bersih, dan masak bahan makanan hingga mencapai temperatur yang tepat untuk membunuh kuman dan bakteri. Pastikan kamu tetap melakukan prosedur itu untuk selalu memastikan kebersihan.

Pindahkan makanan ke wadah bersih

Menyimpan bahan makanan atau makanan jadi di wadah baru dan membuang kemasan asli bisa mencegah penularan lewat media kemasan makanan tersebut. Gunakan peralatan makan milik sendiri, jangan gunakan yang disediakan ketika kamu memesan.

Hindari kontak kemasan makanan asli dengan permukaan atau meja makan. Jika sudah bersentuhan, buang kemasan dan bersihkan permukaan yang bersentuhan dengan desinfektan. Jangan pernah kepikiran untuk menyimpan kemasan di kulkas, karena bisa mengontaminasi.

Jangan berbagi makanan, minuman, atau peralatan

Kamu mungkin terbiasa berbagi dengan orang serumah. Tapi untuk masa seperti sekarang, hindari dulu, ya. Virusnya mungkin tidak dalam makanan, tapi bisa saja bersarang di gelas, sendok, garpu, atau piring orang lain.

Untuk itu, sebisa mungkin pakai dan cuci peralatan makanan sendiri untuk mencegah penularan.

Panaskan makanan

Jika bisa, panaskan dulu makanan dengan microwave atau oven. Foto: Shutterstock.com

Kalau kamu memesan makanan dari luar, sebaiknya kamu memanaskan makanan itu dulu di microwave, oven, atau di panci. Suhu 65 derajat celcius selama tiga menit bisa mengurangi kadar partikel virus.

Selain memanaskan makanan, memasukkan makanan ke dalam kulkas sampai beberapa hari juga boleh, kok. Virus ini akan mati seiring dengan waktu.

Pesan di tempat langganan

Pesan makanan di tempat yang kamu kenal dan bisa kamu pastikan kebersihannya juga bisa jadi salah satu pilihan kalau mau pesan makanan matang. Hubungi tempat makannya untuk mengonfirmasi supaya kamu lebih yakin akan makanan yang kamu konsumsi.

Meskipun mungkin terasa lebih menyulitkan dibandingkan biasanya, namun hal-hal ini penting dilakukan guna meminimalkan risiko penularan COVID-19. Jangan lupa tetap rutin cuci tangan, ya!

Pantau perkembangan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca juga: Benarkah Hilangnya Kemampuan Mencium dan Mengecap Adalah Gejala Awal Terkena Virus Corona?

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

[1] Aerosol and surface stability of HCoV-19 (SARS-CoV-6 2) compared to SARS-CoV-1. Diakses pada 16 April 2020. medRxiv. https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.03.09.20033217v1.full.pdf.
[2] Can you catch COVID-19 from food? Diakses pada 15 April 2020. LiveScience. https://www.livescience.com/coronavirus-food-risk.html.
[3] What We Know – And Don’t Know – About Food Safety and COVID-19. Diakses pada 16 April 2020. https://news.ncsu.edu/2020/04/food-safety-covid-q-and-a/.
[4] Food Safety and the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Diakses pada 15 April 2020. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/food/food-safety-during-emergencies/food-safety-and-coronavirus-disease-2019-covid-19.
[5] Is takeout food safe during COVID-19? Diakses pada 17 April 2020. Marketplace. https://www.marketplace.org/2020/04/02/is-takeout-food-safe-during-covid19/.

    Berita Terkait
    register-docotr