Covid-19

Waspada Ciri-ciri Masker Palsu! Begini Tips Hindari Masker Tiruan di Toko Online

May 26, 2020 | Maya Saputri | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Kasus penjualan masker palsu atau bekas dengan harga yang tidak wajar sempat beredar di sejumlah toko online. Agar tidak terkena penipuan, kamu harus memperhatikan ciri-ciri masker palsu.

Jual beli online juga menjadi jebakan bagi konsumen yang tidak jeli berbelanja. Bagaimana cara menghindari penipuan atau penjualan masker palsu di toko online?

wajib gunakan masker
Wajib gunakan masker. Foto: shutterstock.com

Ketahui ciri-ciri masker palsu

Untuk menghindari terkena penipuan, kamu perlu tahu panduan untuk berbelanja online secara aman. Panduan ini tersedia di masing-masing situs toko online atau bisa dicari di mesin pencari Google.

Beberapa panduan berbelanja dengan aman dan bisa membedakan ciri-ciri masker palsu di toko online:

Cek identitas akun penjual

Pastikan berbelanja di platform e-commerce atau marketplace yang terpercaya, bukan di media sosial seperti Facebook atau Instagram. Sebab, di media sosial, tidak ada jaminan keamanan transaksi dan regulasi penjual dan pembeli.

Kamu harus mengecek identitas akun penjual dengan melihat profil, foto produk dan testimoni. Apabila akun penjual hanya profil biasa di media sosial, hal ini rentan sebab tidak ada verifikasi penjual.

Bahkan foto produk bisa diambil acak dari internet dan rawan disalahgunakan untuk memajang barang yang tak sesuai. Saat kamu mendapat barang yang dibeli tak seperti dalam foto produk, akan sulit juga melakukan komplain.

Saat transaksi terjadi di marketplace, jika kamu menjadi korban penipuan, setidaknya masih ada skema ganti rugi. Selain itu, kamu juga bisa melaporkan akun penjual masker palsu mencegah jatuhnya korban lain.

Baca juga: Pemerintah Wajibkan Semua Pakai Masker, Mana yang Cocok untuk Kamu?

Cek informasi masker yang dijual

Cara lainnya, kamu harus pastikan detail masker yang dijual. Kamu harus mengecek apakah ragam jenis masker, mereknya beragam, dan fotonya cukup detail termasuk punya deskripsi produk yang lengkap.

Masker yang memenuhi standar kesehatan memiliki tiga lapisan penyaring, sehingga secara fisik lebih tebal. Yang perlu diperhatikan, ciri-ciri masker palsu lembarannya tipis.

Beberapa penipu mungkin akan malas membuat deskripsi lengkap setiap produk yang dijual dan foto masker yang dipasang punya posisi foto yang sama alias identik dengan foto di internet atau toko online lain.

Hanya dengan melihat foto tentu sulit membedakan fisik barang, maka kamu juga bisa memerhatikan skor penilaian dari layanan e-commerce atau marketplace dan testimoni transaksi yang pernah dilakukan.

gunakan masker kesehatan
Gunakan masker kesehatan. Sumber foto: shutterstock.com

Jangan tergiur harga murah

Awas, kamu jangan tergiur harga masker murah saat membandingkan harga masker dengan beberapa toko online. Kadang ada juga penipu yang memasang harga sangat murah untuk memancing kamu berbelanja dalam jumlah banyak sekaligus.

Untuk itu, kamu perlu mengecek harga masker yang wajar di pasaran dengan membandingkan di beberapa toko online.

Kamu juga harus jeli menilai mana toko yang palsu atau terindikasi penipuan atau tidak jujur. Caranya, mengecek merek produk yang dijual, toko online yang dipercaya, apabila hanya menyediakan satu produk saja maka patut dicurigai.

Bayar via e-commerce

Cara lain agar aman berbelanja, kamu hanya gunakan metode pembayaran yang ada di e-commerce atau marketplace. Jangan pernah melakukan pembayaran di luar fitur atau metode yang tersedia di toko online.

Hal ini untuk menjamin bahwa kamu bertransaksi dengan aman dan mencegahmu menjadi target empuk penipuan.

Setelah kamu mendapatkan masker yang dibutuhkan, kamu juga harus mengetahui cara menggunakan masker yang benar. WHO mengimbau untuk terlebih dahulu membersihkan tangan dengan sabun atau cairan yang mengandung alkohol sehingga bersih saat bersentuhan dengan wajah.

Baca juga: Tetap Bekerja saat COVID-19? Jangan Khawatir, Ini Tips Jaga Kesehatan di Kantor

Cara hindari masker bekas dipakai lagi

Setiap masker yang sudah digunakan juga diimbau dibuang dengan cara yang benar. Hal ini untuk menghindari agar masker yang telah digunakan tidak disalahgunakan untuk dipakai lagi, bahkan menjadi masker bekas yang diperjualbelikan.

Pertama, tidak menyentuh bagian depan saat akan melepas masker. Kedua, pastikan untuk merusak masker tersebut dengan gunting agar tak bisa dipakai lagi.

Terakhir, buang masker yang sudah digunting ke tempat sampah dan bersihkan tangan dan alat yang tadi digunakan dengan sabun atau alkohol.

Pantau perkembangan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
  2. https://staysafeonline.org/stay-safe-online/online-safety-basics/online-shopping/
  3. https://www.cermati.com/artikel/cara-aman-belanja-dan-transaksi-via-online
  4. https://blogs.webmd.com/webmd-doctors/20200330/should-we-all-be-wearing-face-masks-and-can-we-make-our-own
    Berita Terkait
    register-docotr