Covid-19

Obat Asam Urat Colchicine Diteliti untuk Mengobati COVID-19, Bagaimana Faktanya?

December 12, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sejak kemunculannya pada awal 2020, pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Para ilmuwan di berbagai negara terus melakukan penelitian agar bisa menemukan obat dan vaksin yang tepat.

Baru-baru ini, sejumlah peneliti di Universitas Oxford, Inggris, melakukan sebuah penelitian terhadap obat untuk COVID-19. Bukan menciptakan obat baru, tapi memanfaatkan fungsi obat asam urat yang telah lama beredar, yaitu colchicine.

Benarkah obat asam urat colchicine bisa dipakai untuk penanganan COVID-19? Bagaimana cara kerjanya? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Sekilas tentang colchicine

Colchicine atau yang juga sering disebut kolkisin adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi serta meredakan gejala dan serangan asam urat. Gejala itu umumnya muncul di persendian, jempol kaki, lutut, dan sendi pergelangan kaki.

Mengutip WebMD, colchicine bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan yang disebabkan oleh pembentukan kristal asam urat yang menyebabkan nyeri pada daerah sendi yang terkena. Obat yang sama juga bisa dipakai untuk mencegah serangan nyeri di perut dan dada serta sendi yang disebabkan oleh penyakit bawaan tertentu.

Colchicine dapat dikonsumsi secara oral, boleh dikonsumsi bersama dengan makanan atau tanpa makanan, tergantung dari resep dan anjuran dokter. Penting untuk memerhatikan petunjuk medis, karena penggunaan dan dosis yang tidak tepat bisa memicu berbagai efek samping.

Baca juga: 9 Obat Asam Urat Alami yang Bisa Ditemukan di Dapur, Nomor 7 Paling Mudah!

Penelitian tentang colchicine untuk COVID-19

Pada akhir November lalu, sejumlah peneliti dari Universitas Oxford melakukan riset tentang fungsi lain dari colchicine untuk pengobatan COVID-19. Penelitian dilakukan besar-besaran di Inggris dengan melibatkan sekitar 2.500 pasien.

Dalam penelitian yang diberi nama Randomized Evaluation of COVID-19 Therapy (RECOVERY) tersebut, colchicine diberikan kepada ribuan pasien terlibat dengan dosis awal 1.000 mikrogram, lalu dilanjutkan dengan pemberian 500 mikrogram diberikan setiap 12 jam selama 10 hari.

Penelitian tersebut bukan pertama kali. Juni lalu, sejumlah ilmuwan di Yunani telah melakukan studi serupa. Riset tersebut menyimpulkan, colchicine bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan ‘yang menjanjikan’ untuk pasien COVID-19.

Studi bertajuk GRECCO-19 tersebut menemukan fakta bahwa 105 pasien terinfeksi yang mengonsumsi colchicine selama 3 minggu menunjukkan tanda-tanda membaik. Hasil dari riset itulah yang kemudian membuat ilmuwan lain untuk melakukan penelitian lebih mendalam.

Penggunaan colchicine untuk COVID-19

Ada dua aspek utama yang membuat sejumlah ilmuwan melakukan penelitian terhadap colchicine untuk obat pereda gejala COVID-19, yaitu sifat antiinflamasi dan antivirus yang dimiliki.

1. Sifat antiinflamasi

Berdasarkan penjelasan Spyridon Deftereos, PhD, seorang profesor kardiologi di National and Kapodistrian University of Athens, colchicine adalah obat lama yang memiliki efek anti inflamasi dan antimitotik.

Efek anti inflamasi dari kolkisin ini beragam, kolkisin mengganggu banyak jalur yang menyebabkan inflamasi. Kolkisin tubulin kompleks mempengaruhi mikrotubulus yang esensial untuk SARS-CoV-2 (COVID-19) masuk, bergerak dan bereplikasi.

Baca juga: Kasus Corona Tanpa Gejala Banyak Ditemukan, Seperti Apa Ciri-cirinya?

2. Sifat antivirus

Alasan kedua para ilmuwan melakukan penelitian pada colchicine adalah karena senyawa antivirus yang dimiliki. Memang, hingga kini, belum ada antivirus yang benar-benar bisa membunuh SARS-CoV-2 pemicu COVID-19 secara total.

Hanya saja, menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, colchicine memiliki kemampuan untuk menghambat replikasi (proses memperbanyak atau menggandakan diri) dari suatu virus.

Nah, itulah ulasan tentang penelitian terbaru tentang penggunaan obat asam urat colchicine untuk mengatasi gejala COVID-19. Jika hasilnya memuaskan, bukan tidak mungkin obat itu bisa menjadi harapan baru dalam penanganan pandemi yang telah mewabah sejak awal 2020 tersebut.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Akses layanannya 24/7 dengan download aplikasi Good Doctor di sini. Kini, semua informasi kesehatan ada di genggamanmu!

Reference
register-docotr