Covid-19

Mengenal Languishing, Masalah Emosional yang Marak Terjadi kala Pandemi

June 4, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja, kondisi emosional pun terkadang terganggu. Salah satu yang mungkin muncul adalah languishing.

Jika pandemi ini membuat kamu merasa stagnan, monoton dan kosong, maka bisa jadi kamu sedang mengalami gejala languishing. Meskipun terasa seperti depresi, tapi langushing berbeda dari depresi.

Baca juga: Stres Akibat Pandemi Bisa Picu Herpes Zoster, Benarkah Demikian?

Apa itu languishing?

Laman kesehatan VeryWellMind menyebut languishing merupakan terminologi yang pertama kali diperkenalkan oleh sociologist Corey Keyes. Kata ini dipakai untuk mendefinisikan kebalikan dari sebuah kemajuan. 

Languishing merupakan sebuah apati, kamu merasa gelisah, tidak menentu, atau secara keseluruhan kehilangan minat dalam hidup atau terhadap sesuatu yang tadinya menghadirkan kesenangan bagi kamu.

Riset Corey Keyes menyebut orang-orang yang mengalami depresi dalam beberapa tahun ke depan bukanlah mereka yang mengalami gejala-gejala depresi saat ini. Mereka yang depresi mengalami languishing saat ini.

Sebuah penelitian dalam Journal of Affective Disorders menyebut mereka yang mengalami languishing di 2020 memiliki kemungkinan 3 kali lebih tinggi didiagnosis dengan kelainan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder.

Apa beda languishing dengan depresi?

Tidak seperti kelainan serangan panik atau depresi, languishing merupakan masalah pada emosi, bukan kelainan mental. Psikolog organisasi, Adam Grant menyebut languishing berada di tengah antara depresi dengan flourishing.

Dalam dunia psikologi, flourishing sendiri merupakan puncak dari sebuah kesejahteraan. Kamu berada dalam kondisi ini ketika kamu memiliki makna, penguasaan dan perhatian yang kuat terhadap orang lain. 

Sedangkan depresi, adalah kebalikannya, kamu merasa putus asa, terkuras dan tidak berarti. Nah, languishing ini berada di tengah-tengahnya. Kamu merasa tidak sejahtera, tapi juga tidak memiliki gejala masalah mental.

Kamu tidak berfungsi dengan baik saat mengalami languishing ini. Kondisi ini menumpulkan motivasi, mengganggu kemampuan kamu untuk fokus dan membuat kamu tiga kali kesulitan untuk bekerja.

Languishing selama pandemi COVID-19

Sadar atau tidak, kamu mungkin mengalami languishing selama pandemi ini. Kondisi pandemi yang monoton membuat kamu merasa tidak bahagia dan tidak memiliki target. Adam Grant menyebut kondisi ini bisa jadi satu emosi yang dominan di 2021. 

Salah satu alasan kondisi ini terjadi adalah karena pandemi membuat kamu merasakan pengulangan-pengulangan hari, situasi dan kondisi yang pada akhirnya membuat usaha menumbuhkan motivasi dan mengerjakan sesuatu menjadi hal yang sia-sia.

Cara menghadapi languishing

Karena masih belum diketahui secara pasti kapan pandemi COVID-19 akan berakhir, maka kamu setidaknya harus mengetahui cara berhadapan dengan masalah emosional ini:

Kenali apa yang kamu rasa

Adam grant menyebut penyebab dan cara menyembuhkan languishing masih terus dipelajari. Meskipun demikian, langkah pertama yang mesti kamu jalani dalam menghadapi kondisi ini adalah mengenali dan menamakan apa yang kamu rasa.

Dengan menamakan apa yang kamu rasakan, maka kamu bisa mengelola emosi tersebut. Kamu pun bisa lebih jelas mengetahui apa yang kamu rasakan.

Jadi, ketika ada yang menanyakan kabar, cobalah beritahu apa yang kamu rasa dan jangan sungkan untuk menyebut kalau kamu mengalami languishing

Beristirahatlah

Membiarkan diri beristirahat dan rileks bisa jadi satu cara terbaik untuk berhadapan dengan languishing. Jadi jika memang ada waktu untuk beristirahat dan berhenti dari aktivitas, lakukanlah itu.

Otak kamu berjalan seperti sebuah mesin. Terkadang, ketika sedang kelebihan beban, maka salah satu cara memperbaikinya adalah dengan mematikannya dan membiarkannya beristirahat sebelum memulai kembali.

Ubah suasana

Jika memungkinkan, ubahlah suasana kerja. Bekerja dari rumah atau menghadapi rutinitas yang bisa membuat kamu kosong. Karena itu cobalah melakukan sesuatu hal yang berbeda.

Sekadar berjalan-jalan di taman, atau mencari suasana kerja yang baru di kala pandemi dan bekerja dari rumah bisa jadi satu solusi.

Demikianlah berbagai hal tentang languishing yang bisa terjadi di kala pandemi. Selalu perhatikan kesehatan emosional dan mental kamu juga, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr