Covid-19

Disinfektan dari Bahan Kaporit? Begini Cara Menggunakan dan Efek Sampingnya

December 9, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Salah satu cara mencegah penyebaran COVID-19 bisa dilakukan dengan rutin membersihkan barang yang sering kita sentuh. Membersihkan benda-benda tersebut dianjurkan menggunakan disinfektan. Salah satu bahan yang bisa digunakan adalah kaporit sebagai disinfektan. 

Jika biasanya kamu mendengar kaporit sebagai pembersih air di kolam renang, kini kamu juga perlu mengetahui jika kaporit bisa digunakan untuk mendisinfeksi benda-benda di sekitar kita. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya. 

Penggunaan kaporit sebagai disinfektan

Mungkin kamu sudah familiar penggunaan kaporit sebagai pembersih air di kolam renang untuk membunuh kuman bakteri.

Selain kegunaan utamanya untuk membunuh bakteri di kolam renang, secara umum kaporit juga digunakan untuk membersihkan air minum atau yang disebut dengan klorinasi.

Penambahan klorin ke air minum untuk mendisinfeksi dan membunuh kuman. Berbagai proses dapat digunakan untuk mencapai tingkat klorin yang aman dalam air minum.

Selain itu, ternyata kaporit juga bisa digunakan sebagai disinfektan. Kamu bisa membuat cairan disinfektan kaporit sendiri di rumah, untuk mendisinfeksi barang-barang yang ada di sekitarmu. 

Kaporit sebagai disinfektan menurut Kemenkes

Kaporit sebagai disinfektan juga tertulis di dalam Panduan Disinfeksi dalam Rangka Pencegahan dan Penularan COVID-19 yang dibuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Takaran yang disarankan dengan konsentrasi minimal 6 persen jika dipergunakan untuk disinfeksi ruangan. Sementara untuk Alat Pelindung Diri (APD), konsentrasi yang dibutuhkan minimal 3 persen.

Kamu bisa menggunakan berbagai jenis kaporit sebagai disinfektan. Mulai dari kaporit bubuk, padat, tablet dan lain-lain. 

Kadar kaporit untuk disinfektan

Kamu bisa membuat larutan kaporit sebagai disinfektan dengan mencampur 100 liter air dengan kaporit, tergantung dari konsentrasi yang dibutuhkan dan kadar klorin yang digunakan. Berikut perbandingannya: 

  • Jika kadar klorin 17 persen, gunakan 17,65 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 3 persen. Atau gunakan 35,30 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 6 persen.
  • Jika kadar klorin 40 persen, gunakan 7,5 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 3 persen. Atau gunakan 15 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 6 persen.
  • Jika kadar klorin 60 persen, gunakan 5 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 3 persen. Atau gunakan 10 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 6 persen.
  • Jika kadar klorin 70 persen, gunakan 4,28 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 3 persen. Atau gunakan 8,57 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 6 persen.
  • Jika kadar klorin 90 persen, gunakan 3,33 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 3 persen. Atau gunakan 6,66 kg kaporit dan 100 liter untuk mendapat kadar disinfektan 6 persen.

Kaporit sebagai disinfektan berbagai permukaan benda

Larutan disinfeksi yang terbuat dari kaporit dapat digunakan untuk membersihkan berbagai permukaan, mulai dari lantai, meja, kursi, gagang pintu, pegangan tangga, saklar lampu, wastafel dan lain-lain. Namun, dengan catatan tidak untuk membersihkan barang berbahan logam. 

Selain penggunaan kaporit sebagai disinfektan, kamu juga bisa menggunakan larutan pemutih, karbol, pembersih lantai, desinfektan diamin dan desinfektan peroksida untuk membersihkan berbagai permukaan benda demi mencegah penularan COVID-19.

Langkah-langkah disinfeksi permukaan

Gunakan alat pelindung diri, terutama masker dan sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan yang bisa digunakan kembali, sarung tangan tersebut harus digunakan hanya untuk mendisinfeksi barang-barang dan tidak boleh digunakan untuk hal lainnya. 

Sebelum menggunakan cairan disinfektan, bersihkan permukaan benda dengan deterjen atau sabun dan air. 

  • Siapkan kain dan penyemprot cairan disinfektan.
  • Siapkan cairan disinfektan sesuai takaran dan petunjuk penggunaan.
  • Semprot cairan disinfektan menggunakan semprotan untuk permukaan datar.
  • Sementara untuk permukaan tidak datar gunakan kain lap. 
  • Saat menggunakan kain lap kamu bisa memilih dua cara, pertama, merendam kain lap ke dalam cairan disinfektan dan mengelap permukaan lalu dibiarkan selama 10 menit. 
  • Atau semprot cairan disinfektan pada kain dan lap permukaan dengan zig-zag atau memutar dari tengah keluar. 
  • Setelah melakukan disinfeksi, pastikan lepas alat pelindung diri, lalu segera cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. 

Hal yang perlu diperhatikan dari penggunaan kaporit

Meskipun dikenal sebagai bahan kimia yang ampuh untuk disinfeksi, kaporit dengan kandungan klorinnya juga memiliki efek samping. 

Dilansir dari Healthline, terlalu sering terpapar klorin dapat menimbulkan efek negatif, dua di antaranya dapat menyebabkan iritasi kulit dan juga membuat kulit kering

Bahkan bagi perenang, sering terpapar kaporit di kolam renang, dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti:

  • Masalah pernafasan
  • Iritasi mata
  • Kerusakan rambut
  • Merusak gigi

Demikian ulasan tentang penggunaan kaporit sebagai disinfektan, serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan jika menggunakannya di rumah. 

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr