Covid-19

Bisa Deteksi COVID-19, Ini Efek Samping Nasal Swab yang Perlu Kamu Perhatikan

December 11, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Salah satu cara untuk menghadapi pandemi COVID-19 adalah dengan melakukan pengetesan pada masyarakat. Ada beberapa metode untuk melakukan pengetesan infeksi COVID-19. Mulai dari PCR swab test, antigen swab test, rapid test, hingga serology test. 

Untuk melakukan tes tersebut, secara umum ada dua metode yang dilakukan yakni dengan pengambilan sampel darah atau sampel lendir yang ada di hidung dan tenggorokan.

Metode nasal swab dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan saat dilakukan. Sebelum kamu melakukan nasal swab, kenali dulu, yuk, efek samping nasal swab lainnya yang perlu kamu perhatikan lewat ulasan berikut.

Apa itu nasal swab?

Nasal swab atau tes usap adalah metode pemeriksaan medis yang dilakukan untuk memeriksa virus dan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan.

Nasal swab dapat membantu dokter mendiagnosis jenis infeksi yang kamu alami sehingga dokter dapat mengetahui perawatan apa yang cocok untuk dilakukan selanjutnya. 

Tes ini juga biasa disebut sebagai tes nares anterior, swab mid-turbinate hidung, kultur nasofaring swab NMT, atau swab nasofaring. Nasal swab dilakukan dengan memasukkan kapas panjang ke dalam hidung atau tenggorokan hingga dokter bisa mendapatkan lendir. 

Baca juga: Anggota Keluarga Positif COVID-19? Ini yang Perlu Dilakukan Selama Isolasi Mandiri   

Fungsi nasal swab 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nasal swab berfungsi untuk memeriksa virus ataupun bakteri yang menimbulkan berbagai penyakit pernapasan. 

Nah, selain untuk memeriksa infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 di dalam tubuh, nasal swab juga dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi lain pada sistem pernapasan, seperti:

  • Flu
  • Batuk rejan, infeksi bakteri yang menyebabkan batuk parah dan kesulitan bernapas
  • Meningitis, penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang
  • MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus), jenis infeksi bakteri serius
  • Virus Respiratory Syncytial (RSV), infeksi saluran pernapasan ringan yang umum terjadi

Baca juga: Jenis-jenis Tes COVID: Kelebihan, Kekurangan, dan Kisaran Biayanya

Efek samping nasal swab 

Dilansir dari BBC, sebuah postingan di media sosial Facebook menjadi viral karena menceritakan efek samping nasal swab.

Postingan tersebut menyebutkan bahwa asal swab memberikan efek samping yang parah yakni merusak penghalang darah di otak. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan infeksi otak.

Namun, kabar tersebut tidaklah benar dan dibantah oleh berbagai institusi kesehatan. Kini, Facebook sudah memberikan keterangan ‘hoaks’ pada postingan tersebut. 

Para ahli medis memastikan bahwa nasal swab merupakan prosedur yang sepenuhnya aman. Meski begitu, bila kamu akan menjalani nasal swab akan beberapa efek samping yang mungkin terjadi. 

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Cambridge University, efek samping dari nasal swab meliputi:

  • Rasa menggelitik di tenggorokan
  • Batuk
  • Tersedak
  • Ketidaknyamanan
  • Epistaksis atau mimisan ringan
  • Sakit kepala
  • Sakit telinga
  • Rinorea, yakni kondisi hidung meler

Efek samping nasal swab pada setiap orang akan berbeda. Namun, kamu tidak perlu terlalu khawatir, karena biasanya efek samping setelah nasal swab ini bisa hilang dalam hitungan jam hingga satu hari. 

Prosedur nasal swab

Untuk melakukan nasal swab, kamu akan diminta untuk duduk dengan nyaman. Kemudian kamu harus memiringkan kepala ke arah belakang dengan kemiringan pada sudut sekitar 70 derajat.

Setelah itu, dokter akan memasukkan kapas sepanjang 6 inci ke dalam rongga antara hidung dan mulut selama 15 detik dan memutarnya beberapa kali untuk mengumpulkan cairan di area tersebut (sekresi).

Dokter juga akan mengulanginya di lubang hidung lain serta di tenggorokan. Selama proses pengambilan sampel lendir ini, kamu mungkin akan merasakan tekanan, ingin muntah atau rasa tidak nyaman. 

Arti hasil nasal swab 

Hasil nasal swab biasanya keluar setelah satu atau dua hari sejak pengambilan sampel lendir. Kamu akan mendapatkan hasil berupa negatif atau positif. 

Bila mendapatkan hasil negatif, artinya tidak ada bakteri maupun virus penyebab penyakit. Sementara, bila mendapatkan hasil positif, berarti ada jenis virus atau bakteri berbahaya tertentu ditemukan dalam sampel lendirmu. 

Saat kamu terdeteksi positif COVID-19 setelah melewati nasal swab, berkonsultasilah dengan dokter tentang cara perawatan serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar kamu dapat mencegah penyebaran infeksi ke orang lain.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19. dengan mitra dokter kami. Yuk download aplikasi Good Doctor di sini.

Reference
    register-docotr