Covid-19

Imunosupresan Kurangi Khasiat Vaksin COVID-19? Ini Penjelasan Ahli

June 29, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Dengan mendapatkan vaksin COVID-19 akan membantu tubuh membentuk imunitas terhadap virus SARS-CoV-2. Vaksin juga membantu menghindarkan seseorang dari gejala yang berat apabila sampai terinfeksi COVID-19. 

Karenanya penting untuk segera mendapatkan vaksin COVID-19. Walaupun ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum menerima vaksin. Misalkan orang-orang yang mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan. 

Apa itu obat penekan sistem kekebalan tubuh? 

Obat penekan kekebalan tubuh atau imunosupresi atau imunosupresan adalah jenis obat yang menekan atau mengurangi kekuatan sistem kekebalan tubuh. Obat ini digunakan dalam kondisi-kondisi khusus. 

Untuk pasien transplantasi organ

Misalnya, untuk orang yang menjalani operasi transplantasi organ, seperti hati, jantung atau ginjal. Cara kerja obat ini pada pasien transplantasi adalah dengan menekan sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang organ yang baru saja diterima dari pendonor. 

Karena organ tersebut akan dianggap benda asing. Apabila tidak meminum obat imunosupresan, sistem kekebalan tubuh akan membaca organ yang didonorkan sebagai sesuatu yang dianggap membahayakan, kemudian menyerangnya. 

Jika hal tersebut terjadi, maka organ yang baru saja didonorkan akan mengalami kerusakan. Akibatnya, organ harus kembali diangkat. Dengan obat imunosupresan, sistem kekebalan akan dilemahkan, sehingga tidak menyerang organ yang didonorkan. 

Untuk mengobati autoimun

Obat ini juga digunakan untuk mengobati gangguan autoimun. Beberapa jenis gangguan autoimun yang membutuhkan obat ini antara lain;

  • Lupus
  • Psoriasis
  • Rheumatoid arthritis
  • Penyakit crohn
  • Sklerosis ganda
  • Alopecia areata

Pada orang dengan penyakit autoimun, sistem kekebalan akan menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Obat ini akan melemahkan sistem kekebalan. Dengan begitu akan mengurangi reaksi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi dampak penyakit autoimun. 

Apa hubungan obat imunosupresi terhadap khasiat vaksin? 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, obat imunosupresi umumnya digunakan untuk mengobati gangguan autoimun atau untuk pasien transplantasi organ.

Menurut Dr. Beth Wallace, seorang rheumatologist di Michigan Medicine, salah satu jenis obat imunosupresan yang umum digunakan adalah steroid. Obat ini biasanya juga diberikan untuk mengatasi ruam alergi, bronkitis dan infeksi sinus.

Biasanya hanya diberikan dalam jangka pendek. Nah ternyata, penggunaan imunosupresi, termasuk steroid ini dapat memengaruhi khasiat vaksin COVID-19. 

Obat imunosupresi dapat mengurangi khasiat vaksin COVID-19

“Karena steroid sangat imunosupresi, Kami mempelajari bahwa penggunaan jangka pendek dan dosis rendah pun dapat meningkatkan risiko infeksi,” kata Dr Wallace, dikutip dari Healthline

Selain itu, penggunaan steroid juga dapat mengurangi respons tubuh terhadap vaksin, termasuk vaksin COVID-19. Alasannya, karena vaksin dimasukkan ke dalam tubuh dengan harapan untuk mengenalkan ancaman virus kepada sistem kekebalan tubuh. 

Kemudian dari vaksin itu, sistem kekebalan tubuh akan meresponsnya dengan membentuk imunitas. Namun, obat imunosupresi dapat mengurangi kemampuan untuk mengenali dan melawan ancaman. 

“Kami mulai menyadari bahwa orang yang menggunakan obat imunosupresi mungkin memiliki respons yang lebih lambat dan lebih lemah pada vaksin COVID-19,” lanjut Wallace. 

Solusi untuk pasien yang mengonsumsi obat imunosupresi

Seorang ahli epidemiologi yang bekerja di Dana-Farber Cancer Institute dan Brigham and Women’s Hospital. Dr. Meghan Baker, mengatakan, para ahli merekomendasikan untuk menyelesaikan vaksin COVID-19 terlebih dahulu, minimal 2 minggu, sebelum memulai pengobatan. 

Tapi itu mungkin dilakukan jika ada waktu yang fleksibel dalam terapi imunosupresi. Sementara Wallace, masih dari sumber yang sama, menyarankan untuk menghentikan pengobatan imunosupresan sementara waktu, di sekitar waktu penerimaan vaksin, hingga pemberian dosis lengkap. Namun, apapun pilihannya, tetap harus diperhitungkan, memungkinkan atau tidak.

Pasien harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menanganinya. Dokter akan memberikan gambaran tentang risiko versus manfaat yang akan dialami jika menunda terapi untuk menerima vaksin COVID-19. 

Apakah pasien yang mengonsumsi imunosupresan tetap harus divaksin COVID-19?

Meskipun ada kemungkinan efek melemahkan khasiat vaksin, tetap saja, orang yang mengonsumsi obat imunosupresan harus divaksin. Bagaimanapun juga, vaksin akan memberikan perlindungan dari COVID-19.

“Vaksin dapat mengurangi kemungkinan mereka terinfeksi atau mengembangkan penyakit parah jika terinfeksi (COVID-19),” kata Baker, dikutip dari Healthline

Catatan tambahan untuk pasien yang mengonsumsi imunosupresan yaitu, karena khasiat vaksin mungkin berkurang, maka tetap harus melakukan protokol kesehatan untuk meminimalkan paparan SARS-CoV-2. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Healthline, diakses 29 Juni 2021
These Prescription Drugs May Reduce the Efficacy of COVID-19 Vaccines
Healthline, diakses 29 Juni 2021
About Immunosuppressant Drugs
Reuters, diakses 29 Juni 2021
Autoimmune-disease drugs may reduce vaccine response
Cleveland Clinic, diakses 29 Juni 2021
Immunosuppressants

    register-docotr