Covid-19

Ibu Hamil Perlu Tahu 5 Hal Berikut Sebelum Lakukan Vaksin COVID-19

June 28, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Hingga saat ini, situasi COVID-19 di tingkat global maupun nasional masih dalam risiko yang sangat tinggi. Hal ini tak terkecuali bagi para calon ibu yang sedang mengandung.

Apabila sebelumnya ibu hamil tidak direkomendasikan mendapat vaksin karena belum ada penelitian ilmiah. Namun, saat ini setelah melihat jumlah kasus corona yang semakin bertambah, maka ibu hamil direkomendasikan untuk menerima vaksin COVID-19.

Nah, di bawah ini adalah 5 hal penting yang perlu diketahui ibu hamil sebelum melakukan vaksinasi COVID-19:

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol? Yuk Cari Tahu Jawabannya di Sini!

1. Ibu hamil dan COVID-19

Ibu hamil lebih mungkin mengalami sakit parah dengan COVID-19 dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. Maka dari itu, mendapatkan vaksin COVID-19 selama kehamilan dapat melindungi mereka dari kemungkinan risiko tersebut.

Risiko penyakit parah tersebut meliputi berbagai gangguan kesehatan yang memerlukan rawat inap, perawatan intensif, ventilator atau peralatan khusus untuk bernapas, sampai penyakit yang mengakibatkan kematian.

Selain itu, ibu hamil dengan COVID-19 berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur dan cenderung mengalami hasil kehamilan yang merugikan dibandingkan dengan wanita hamil tanpa COVID-19.

2. Data terbatas mengenai vaksin COVID-19 untuk ibu hamil

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berdasarkan cara kerja vaksin di dalam tubuh, para ahli percaya bahwa vaksin COVID-19 tidak mungkin menimbulkan risiko bagi orang yang sedang hamil.

Namun, saat ini data tentang keamanan vaksin COVID-19 pada ibu hamil sendiri masih terbatas. Uji klinis yang mempelajari keamanan vaksin COVID-19 dan seberapa baik mereka bekerja pada ibu hamil sedang berlangsung atau direncanakan.

Studi pada hewan yang menerima vaksin Moderna, Pfizer-BioNTech, atau J&J/Janssen COVID-19 sebelum atau selama kehamilan tidak menemukan masalah keamanan pada hewan hamil atau bayinya.

Perlu dicatat bahwa data ini tidak mengidentifikasi masalah keamanan untuk orang hamil yang divaksinasi atau untuk bayi mereka.

Sebagian besar kehamilan yang dilaporkan dalam sistem ini sedang berlangsung, sehingga lebih banyak data tindak lanjut diperlukan untuk orang yang divaksinasi sebelum atau di awal kehamilan.

Baca juga: Fakta di Balik Hoax Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Alat Kelamin

3. Jenis vaksin yang direkomendasikan

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) seperti dilansir dari Health.Detik, merekomendasikan pemberian vaksin pada ibu hamil. Diharapkan hal ini dapat mencegah ibu hamil dari gejala berat bila terpapar oleh virus corona.

Lalu vaksin apa yang aman untuk ibu hamil? Berdasarkan data studi terbatas, vaksin yang direkomendasikan adalah yang berasal dari inactivated virus yang tidak mengandung virus hidup. Sehingga pemberian vaksin tidak bisa menyebabkan COVID-19 pada seseorang.

Selain itu, vaksin yang dibuat dengan teknologi mRNA juga direkomendasikan untuk ibu hamil karena tidak berinteraksi dengan DNA seseorang atau menyebabkan perubahan genetik.

Ini karena mRNA tidak memasuki inti sel, tempat DNA disimpan. Di Indonesia, vaksin berbasis virus mati adalah buatan Sinovac dan Sinopharm.

4. Kriteria ibu hamil yang boleh divaksin

Jika kamu sedang hamil, maka kamu dapat menerima vaksin COVID-19 jika memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

  1. Ibu hamil dengan risiko tinggi: usia di atas 35 tahun, memiliki BMI di atas 40, komorbid diabetes dan hipertensi
  2. Kelompok ibu hamil tinggi risiko terpapar, terutama tenaga kesehatan
  3. Ibu hamil risiko rendah juga bisa mendapat vaksin setelah mendapat penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk divaksinasi COVID-19.

5. Efek samping vaksin

Sampai dengan saat ini ibu hamil belum melaporkan efek samping yang berbeda dari orang yang tidak hamil setelah vaksinasi dengan vaksin mRNA (vaksin Modern dan Pfizer-BioNTech). Jika kamu mengalami demam setelah vaksinasi, kamu harus segera berkonsultasi kepada dokter untuk ditangani.

Meski jarang, beberapa orang mengalami reaksi alergi setelah menerima vaksin COVID-19. Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan jika kamu memiliki riwayat reaksi alergi terhadap vaksin lain atau terapi suntik.

Jika kamu memiliki reaksi alergi setelah menerima vaksin COVID-19 selama kehamilan, kamu juga direkomendasikan untuk menerima pengobatan untuk itu.

Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

POGI diakses pada 25 Juni 2021

CDC diakses pada 25 Juni 2021

Hopkins Medicine diakses pada 25 Juni 2021

Detik.Health diakses pada 25 Juni 2021

    register-docotr