Covid-19

Hasil Swab Antigen Negatif dan PCR Positif, Mengapa Bisa Begitu?

June 18, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tes swab antigen dan tes PCR adalah dua tes yang saat ini banyak digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus corona.

Akan tetapi, terkadang kedua tes tersebut menghasilkan hasil yang berbeda, misalnya saja hasil tes swab antigen negatif, namun PCR positif, atau sebaliknya.

Mengapa demikian? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Pemberian Dua Dosis Vaksin Efektif Cegah Gejala Parah Virus Varian Delta

Mengenal cara kerja tes antigen

Selain polymerase chain reaction (PCR), salah satu jenis tes COVID-19 yang banyak digunakan saat ini adalah tes antigen. Perlu kamu ketahui bahwa tes antigen ini mampu mendeteksi protein virus (antigen) yang diekspresikan oleh virus COVID-19 dalam sampel yang diambil dari saluran pernapasan.

Tak jauh berbeda dengan PCR, tes antigen dilakukan dengan metode swab atau usap dari hidung atau tenggorokan. Untuk mengetahui hasil tes antigen, waktu yang dibutuhkan tergolong cepat, yakni sekitar 30 menit.

Penting untuk diketahui bahwa antigen yang terdeteksi diekspresikan hanya ketika virus bereplikasi secara aktif. Maka dari itu, tes antigen paling baik digunakan untuk mendeteksi infeksi awal.

Dapat dikatakan bahwa untuk mendeteksi COVID-19 tes antigen lebih akurat jika dibandingkan dengan rapid test antibody.

Mengenal cara kerja tes PCR

Jika tes swab antigen mendeteksi protein virus, maka lain halnya dengan tes PCR. Tes PCR mendeteksi keberadaan materi genetik virus dengan menggunakan teknik yang dikenal sebagai reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR).

Tes PCR akan mendeteksi keberadaan virus jika kamu terinfeksi COVID-19 pada saat tes dilakukan. Pada tes ini, sampel juga akan dikumpulkan melalui swab hidung atau tenggorokan, dan terkadang sampel air liur juga digunakan.

Kemudian, sampel akan dikirimkan ke laboratorium tempat di mana ribonucleic acid (RNA) virus diekstrasi dari sampel dan kemudian diubah menjadi deoxyribonucleic acid (DNA). DNA kemudian diperkuat, dalam arti banyak salinan DNA virus dibuat.

Hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan hasil yang dapat diukur. Untuk mengetahui hasil dari tes PCR, waktu yang dibutuhkan lebih lama jika dibandingkan dengan tes swab antigen. Sebab, diperlukan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasil tes PCR.

Tes swab antigen negatif tapi PCR positif, mengapa demikian?

Perlu kamu ketahui bahwa perbedaan hasil dari tes swab antigen dan tes PCR bergantung dari beberapa faktor. Pertama, tes antigen mendeteksi protein dari virus, sementara itu tes PCR menyasar langsung materi genetik virus.

Dikutip dari laman Harvard Health Publishing, hasil tes antigen positif sangat spesifik. Ini dapat berarti bahwa jika hasilnya positif maka sangat mungkin bahwa seseorang terinfeksi. Namun, ada kemungkinan hasil negatif palsu yang lebih tinggi dengan tes antigen jika dibandingkan PCR.

Dalam arti bahwa, hasil negatif belum tentu memang benar-benar negatif. Maka dari itu, hasil dari tes antigen perlu untuk dikonfirmasi kembali melalui tes PCR.

Baca juga: AstraZeneca, Sinopharm, Sinovac: Mana yang Terbaik?

Faktor penyebab perbedaan lainnya

Faktor lainnya, sensitivitas tes antigen bervariasi, namun umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan tes PCR.

Dilansir laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tingkat antigen dalam spesimen yang dikumpulkan baik sebelum timbulnya gejala atau di akhir perjalanan infeksi mungkin di bawah batas deteksi tes.

Dapat berarti bahwa hal tersebut dapat menghasilkan hasil tes antigen negatif, sementara tes yang memiliki sensitivitas tinggi layaknya PCR, dapat mengembalikan hasil sebenarnya, yakni positif.

Bahkan karena memiliki sensitivitas yang tinggi, tes PCR juga dapat mendeteksi fragmen virus bahkan setelah seseorang tidak lagi terinfeksi.

Dokter spesialis patologi klinik dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya, dr Thyrza Laudamy Darmadi SpPK juga menjelaskan bahwa swab antigen kurang sensitif untuk mendeteksi virus jika dibandingkan dengan tes PCR.

“Untuk swab antigen itu, kalau seandainya hasilnya positif, jadi untuk antigen ini dia spesifisitasnya baik tapi sensitivity-nya kurang. Jadi kalau dia memang positif, dia memang benar positif dia positif COVID, tetapi kalau negatif, negatif ini belum tentu dia memang bebas dari COVID, belum tentu tidak terinfeksi COVID.”

Lalu manakah yang menjadi acuan?

Baik tes swab antigen dan tes PCR dapat mendeteksi keberadaan virus. Meskipun demikian, tes PCR merupakan gold standard untuk mendiagnosis COVID-19. Sebab, tes PCR memiliki tingkat keakuratan yang tinggi.

PCR sendiri adalah metode yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) untuk mengidentifikasi dan mengonfirmasi kasus COVID-19.

Itulah beberapa informasi mengenai tes swab antigen dan tes PCR. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2021). Diakses pada 17 Juni 2021. Interim Guidance for Antigen Testing for SARS-CoV-2 

Cleveland Clinic (2020). Diakses pada 17 Juni 2021. COVID-19 and PCR Testing

Detik.com (2020). Diakses pada 17 Juni 2021. Anies Negatif Saat Swab Antigen Lalu Positif Saat PCR, Bedanya Apa Sih? 

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2020). Diakses pada 17 Juni 2021. Tes Antigen Anies Baswedan Negatif tapi Swab PCR Positif, Apa Bedanya?

World Health Organization (2020). Diakses pada 17 Juni 2021. Advice on the use of point-of-care immunodiagnostic tests for COVID-19 

 

    register-docotr