Covid-19

Pemberian Dua Dosis Vaksin Efektif Cegah Gejala Parah Virus Varian Delta

June 16, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Virus corona varian Delta kini menjadi salah satu kekhawatiran besar. Pasalnya, diketahui bahwa varian ini lebih mudah menyebar dan menyebabkan gejala yang lebih parah.

Namun, baru-baru ini sebuah analisis menemukan bahwa pemberian dua dosis vaksin bisa mencegah gejala parah dari varian Delta. Untuk mengetahui fakta selengkapnya, simak ulasannya di bawah ini!

Baca juga: Waspada! Gangguan Pendengaran Jadi Salah Satu Gejala COVID-19 DELTA

Sekilas mengenai virus varian Delta

Varian Delta atau yang juga dikenal sebagai B.1.617.2 pertama kali terdeteksi di India. Varian ini dikatakan lebih mudah menyebar jika dibandingkan dengan strain sebelumnya. Di sisi lain, varian ini juga berpotensi menyebabkan penyakit yang lebih serius.

Varian Delta sendiri telah terdeteksi di lebih dari 70 negara. Dokter di Tiongkok menemukan bahwa ketika varian Delta menyebar, orang-orang memiliki gejala yang berbeda dan lebih parah jika dibandingkan dengan gejala yang dilaporkan sebelumnya.

Demam adalah salah satu gejala COVID-19. Namun, tingkat virus dalam tubuh dikatakan meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya yang terlihat selama pandemi. Di sisi lain, varian ini juga menyebabkan sakit parah dalam kurun waktu 3 atau 4 hari.

Dikutip dari laman Healthline, satu studi menemukan bahwa gejala yang paling banyak dilaporkan akibat varian ini di antaranya adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek.

Seberapa parah penyakit yang disebabkan oleh varian Delta?

Pada 10 Juni lalu, Public Health England (PHE) melaporkan bahwa bukti awal menunjukkan varian Delta dapat meningkatkan risiko rawat inap jika dibandingkan dengan varian Alpha.

Satu analisis yang dilakukan oleh PHE terhadap lebih dari 38 ribu kasus COVID-19 yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa varian Delta dapat meningkatkan risiko sebesar 2,61 kali lebih mungkin rawat inap di rumah sakit dibandingkan dengan varian Alpha.

Ahli pun menganggap bahwa hal tersebut mungkin berkaitan dengan tingkat keparahan penyakit, seperti risiko rawat inap jika dibandingkan dengan varian Alpha.

Dua dosis vaksin COVID-19 cegah gejala parah dari varian Delta

Dikutip dari laman Reuters, sebuah analisis yang dilakukan oleh PHE menemukan bahwa vaksin COVID-19 yakni Pfizer dan AstraZeneca dilaporkan menawarkan perlindungan lebih tinggi dari 90 persen terhadap rawat inap akibat varian Delta.

PHE sendiri mengatakan bahwa vaksin Pfizer/Biontech efektif dalam mencegah rawat inap atau perawatan di rumah sakit sebesar 96 persen setelah pemberian dua dosis.

Sementara itu, vaksin Oxford/AstraZeneca, menawarkan sebesar 92 persen perlindungan terhadap rawat inap akibat varian Delta setelah pemberian dua vaksin.

Tingkat perlindungan tersebut juga sebanding dengan perlindungan pada varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris.

PHE sendiri sebelumnya juga telah menerbitkan analisis yang menunjukkan bahwa pemberian satu dosis vaksin kurang efektif sebesar 17 persen dalam mencegah penyakit simtomatik atau bergejala dari varian Delta dibandingkan dengan varian Alpha.

Baca juga: Studi Terbaru: Vaksin AstraZeneca Tidak Menyebabkan Penggumpalan Darah

Bagaimana tanggapan ahli?

PHE juga mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk menetapkan tingkat perlindungan terhadap kematian dari varian Delta.

Terkait dengan temuan tersebut, beberapa ahli pun mengutarakan pendapatnya. Salah satunya dari Mary Ramsay, ketua bagian imunisasi di PHE.

“Temuan yang sangat penting ini mengonfirmasi bahwa vaksin menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap rawat inap dari varian Delta,” ujar Ramsay.

Mendapatkan tanggapan positif di Inggris

Sementara itu, Health and Social Care Secretary di Inggris, Matt Hancock mengatakan bahwa bukti efektivitas dua dosis vaksin terhadap varian Delta menunjukkan betapa pentingnya untuk mendapatkan suntikan kedua.

Tak hanya itu, Minister for COVID Vaccine Deployment di Inggris, Nadhim Zahawi juga memberikan tanggapannya.

Ia mengatakan bahwa temuan tersebut menggembirakan. Sebab, ini menunjukkan bahwa vaksin terus memutus hubungan antara rawat inap dan varian Delta setelah pemberian satu dosis, dan khususnya efektivitas yang tinggi pada pemberian dua dosis vaksin.

Perlu diketahui bahwa temuan PHE tersebut menyusul penelitian di Skotlandia yang menunjukkan bahwa dua dosis vaksin COVID-19 di antara pasien COVID-19 dapat menurunkan risiko rawat inap hingga 70 persen.

Itulah beberapa informasi mengenai pemberian dua dosis vaksin terhadap varian Delta. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr