Covid-19

Habbatussauda yang Dianggap Berpotensi Mengobati COVID-19? Simak Hasil Studinya

August 8, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Para peneliti hingga saat ini masih terus melakukan penelitian mengenai obat COVID-19. Namun, baru-baru ini studi terbaru dari Australia menemukan bahwa habbatussauda atau jintan hitam berpotensi sebagai pengobatan COVID-19 di masa depan.

Nah, untuk mengetahui fakta selengkapnya mengenai potensi habbatussauda untuk pengobatan COVID-19, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Jangan Berlebihan! Ini Kebutuhan Vitamin C yang Tepat Saat Pandemi

Potensi habbatussauda sebagai obat COVID-19

Penelitian mengenai potensi habbatussauda atau jintan hitam tersebut dilakukan oleh University of Technology Sydney (UTS). Adapun penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology.

Penelitian ini sendiri dilakukan dengan meninjau kandungan yang dimiliki oleh habbatussauda. Para peneliti menemukan bahwa bahan aktif dalam tanaman bernama latin Nigella sativa tersebut dapat menghentikan virus untuk menyebabkan infeksi paru-paru.

“Ada semakin banyak bukti dari studi pemodelan bahwa thymoquinone, bahan aktif Nigella sativa, lebih dikenal sebagai bunga adas, dapat menempel pada spike protein virus COVID-19 dan menghentikan virus menyebabkan infeksi paru-paru”, ungkap peneliti Professor Kaneez Fatima Shad.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa bahan aktif tersebut dapat memblokir badai sitokin yang kerap kali memengaruhi pasien dengan kondisi parah, terutama yang dirawat di rumah sakit.

Thymoquinone sendiri telah dipelajari secara ekstensif di laboratorium. Studi menunjukkan bahwa thymoquinone dapat memoderasi sistem kekebalan dengan cara yang baik, yakni mencegah pelepasan bahan kimia pro-inflamasi seperti interleukin.

Di sisi lain, thymoquinone yang merupakan bahan aktif dari habbatussauda memiliki peranan potensial bukan hanya untuk COVID-19 saja, melainkan juga untuk mengobati kondisi lain. Termasuk seperti asma, eksim, dan bahkan arthritis.

Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai habbatussauda untuk pengobatan COVID-19.

Adakah studi lainnya yang berkaitan?

Dikutip dari laman News Medical Science, tim peneliti dari berbagai institusi di Pakistan, Chili, Kanada, dan Amerika Serikat juga pernah melakukan uji klinis untuk menyelidiki potensi Nigella sativa dalam mengobati pasien COVID-19.

Namun, dalam penelitian tersebut Nigella sativa dikombinasikan dengan madu. Para peneliti melakukan uji coba acak dan terkontrol pada pasien COVID-19 dengan berbagai tingkat keparahan. Pasien menerima kombinasi madu dan Nigella sativa dan juga plasebo selama 13 hari.

Hasil menunjukkan bahwa kombinasi madu dan Nigella sativa dapat membantu mengurangi gejala hingga pembersihan virus pada kasus COVID-19 sedang ataupun berat.

Meski diklaim berpotensi, namun sekali lagi perlu dipahami bahwa masih diperlukan banyak penelitian terkait habbatussauda atau Nigella sativa sebagai pengobatan COVID-19.

Baca juga: Memahami Tentang Penelitian Trombosis Pasien COVID-19 yang Picu Serangan Jantung

Manfaat lain dari habbatussauda

Terlepas dari potensi habbatussauda sebagai pengobatan COVID-19, habbatussauda sendiri memang memiliki berbagai manfaat.

Habbatussauda merupakan sumber yang baik dari kalsium, zat besi, zinc, tembaga, tiamin, niasin, fosfor, hingga asam folat. Nah, berikut ini adalah manfaat lain dari habbatussauda yang penting untuk diketahui.

1. Memiliki sifat antiinflamasi

Habbatussauda telah terbukti dapat mengurangi peradangan dan merilekskan otot. Di samping itu, disebutkan juga bahwa habbatussauda dapat meringankan gejala asma.

Jika dikombinasikan dengan sifat antioksidannya, habbatussauda dapat membantu mencegah gangguan pencernaan dan meredakan gejala terkait.

Tak sampai di situ saja, habbatussauda juga dapat membantu peradangan pada saraf atau peradangan pada jaringan otak, yang mana dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.

Meskipun demikian, sejauh ini penelitian hanya terbatas pada hewan saja. Maka dari itu, diperlukan lebih banyak penelitian terhadap manusia terkait dengan potensi tersebut.

2.  Mengontrol tekanan darah dan kolesterol

Dilansir dari Web MD, penelitian awal menemukan bahwa habbatussauda dapat membantu menurunkan tekanan darah. Di samping itu, habbatussauda juga dapat menurunkan kolesterol.

Seorang wanita yang menggabungkan suplemen habbatussauda dengan diet rendah kalori juga dikatakan dapat menurunkan tingkat koleseterol lebih banyak.

3. Melawan kanker

Tinjauan tahun 2019 menggutip penelitian sebelumnya pada sel kanker payudara, kandung kemih, serviks, prostat dan ginjal menemukan bahwa Nigella sativa berpotensi dapat melawan kanker.

Studi menunjukkan bahwa thymoquinone dapat menghambat replikasi sel kanker dalam beberapa kasus dan membunuh sel kanker.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai potensi habbatussauda sebagai pengobatan COVID-19. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, jangan lupa selalu terapkanlah protokol kesehatan, ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

CNN Indonesia (2021). Diakses pada 06 Agustus 2021. Peneliti Rilis Studi soal Potensi Habbatussauda untuk Covid 

News Medical Life Sciences (2020). Diakses pada 06 Agustus 2021. Study suggests honey and Nigella sativa expedites viral clearance in COVID-19 patients

UTS.edu.au (2021). Diakses pada 06 Agustus 2021. A promising new treatment for COVID-19 infection 

Very Well Health (2020). Diakses pada 06 Agustus 2021. The Health Benefits of Nigella Sativa 

Webmd (2020). Diakses pada 06 Agustus 2021. Black Seed: Are There Health Benefits? 

    register-docotr