Covid-19

Apakah Benar Terdapat Hubungan Antara Golongan Darah dan COVID-19?

November 11, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Hingga kini, penambahan kasus baru COVID-19 masih terus terjadi. Penelitian mengenai virus corona pun masih terus dilakukan. Baru-baru ini terdapat anggapan yang menyatakan bahwa golongan darah O kebal corona. Lantas benarkah demikian?

Baca juga: Apakah Benar Tubuh Menjadi Kebal Corona Setelah Kena COVID-19?

Benarkah golongan darah O kebal corona?

Berdasarkan dua penelitian yang diterbitkan pada beberapa waktu lalu, orang yang memiliki golongan darah O mungkin saja kurang rentan terhadap COVID-19 dan memiliki kemungkinan kecil untuk terkena sakit yang parah.

Penelitian pertama dilakukan di Denmark dan menemukan bahwa di antara 7.422 orang yang positif COVID-19, hanya terdapat sekitar 38,4 persen yang bergolongan darah O. Berbeda dengan golongan darah O, 44,4 persen orang yang bergolongan darah A dinyatakan positif.

Pada studi lain, peneliti di Kanada menemukan bahwa di antara 95 pasien yang mengalami sakit parah dengan COVID-19, proporsi lebih tinggi terdapat pada orang yang memiliki golongan darah A atau AB, yakni sebesar 84 persen membutuhkan ventilasi mekanis.

Pada orang yang memiliki golongan darah O atau B, hanya sekitar 61 persen yang membutuhkan ventilasi mekanis. Hasil penelitian tersebutlah yang menyebabkan adanya anggapan bahwa golongan darah O kebal corona.

Adakah penelitian lain?

Senada dengan penelitian yang telah dijelaskan di atas, pada bulan Maret, sebuah penelitian di China menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O mungkin memiliki perlindungan lebih terhadap virus.

Melansir dari Healthline, studi pada bulan Maret tersebut dilakukan di Wuhan, China. Para ilmuwan memerhatikan golongan darah dari 2,173 orang yang telah didiagnosis dengan COVID-19, dan kemudian membandingkannya dengan golongan darah dari populasi umum.

Para ilmuwan menemukan bahwa pada populasi umum, golongan darah A terdapat sebanyak 31 persen, golongan darah B 24 persen, golongan darah AB 9 persen, dan golongan darah O 34 persen.

Sedangkan, pada mereka yang terinfeksi virus, orang yang memiliki golongan darah A sebanyak 38 persen, golongan darah B 26 persen, golongan darah AB 10 persen, dan untuk golongan darah O terdapat sebanyak 25 persen.

Hasil tersebut membuat peneliti menyimpulkan bahwa golongan darah O secara signifikan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan golongan darah A.

Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut mengenai golongan darah O kebal corona masih diperlukan.

Golongan darah O dianggap lebih ‘kebal’ corona, apa penyebabnya?

Meskipun terdapat beberapa teori, akan tetapi perlu diketahui bahwa para peneliti masih belum mengetahui mekanisme apa yang dapat menjelaskan hubungan antara golongan darah dengan COVID-19.

Dr. Mypinder Sekhon, yang merupakan dokter perawatan intensif di rumah sakit umum Vancouver sekaligus seorang penulis studi Kanada mengatakan bahwa hal tersebut bisa dijelaskan karena orang dengan golongan darah O memiliki lebih sedikit faktor pembekuan.

Hal tersebut menyebabkan orang yang bergolongan darah O kurang rentan terhadap masalah koagulasi dalam darah. Penggumpalan atau pembekuan darah sendiri telah menjadi faktor utama tingkat keparahan COVID-19.

Penjelasan lain mungkin saja melibatkan antigen golongan darah dan bagaimana hal tersebut memengaruhi produksi antibodi untuk melawan infeksi.

Baca juga: Apa Saja Gejala Ringan COVID-19 yang Bisa Berubah Jadi Parah dengan Cepat?

Tanggapan terhadap penelitian

Sekhon, yang juga merupakan asisten profesor klinis di Divisi Pengobatan Perawatan Kritis dan Departemen Kedokteran di Universitas British Columbia, mengatakan bahwa “Saya tidak berpikir ini menggantikan faktor risiko keparahan lain seperti usia dan penyakit bawaan dan sebagainya”.

Laporan pada bulan Maret membuat beberapa ahli khawatir bahwa pemilik golongan darah A merasa panik, sedangkan pemiliki golongan darah O mungkin saja menjadi lengah.

Dr. Mary Cushman, MSc, ahli hematologi sekaligus profesor di Larner College of Medicine, University of Vermont, pada bulan Maret mengatakan pada Healthline bahwa hasil penelitian tersebut tidak bisa digunakan untuk mengurangi kewaspadaan, terlepas dari apapun golongan darahnya.

Jangan panik

Penelitian mengenai golongan darah O ‘kebal’ corona tersebut, membuat orang-orang yang memiliki golongan darah lain merasa khawatir.

Meskipun demikian, Dr. Torben Barington, yang merupakan penulis senior makalah Denmark sekaligus profesor klinis di rumah sakit Universitas Odense dan Universitas Denmark Selatan mengatakan bahwa orang-orang tidak perlu khawatir mengenai hubungan golongan darah dan COVID-19.

“Kami tidak tahu apakah ini semacam perlindungan bagi kelompok O, atau apakah itu semacam kerentanan pada golongan darah lain,” katanya.

Dalam studi di Denmark, peneliti menyatakan bahwa golongan darah bukanlah faktor risiko rawat inap atau kematian akibat COVID-19.

Masih diperlukan banyak penelitian mengenai anggapan golongan darah O kebal corona. Terlepas dari golongan darah yang kamu miliki, tetaplah untuk selalu melakukan upaya pencegahan COVID-19 ya.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

CNN Health (2020). Diakses pada 03 November 2020. People with blood type O may have lower risk of Covid-19 infection and severe illness, two new studies suggest 

Healthline (2020). Diakses pada 03 November 2020. Does Your Blood Type Increase Your Risk for Coronavirus? 

Barnkob, Mike Bogetofte, Anton Pottegard (2020). Reduced prevalence of SARS-CoV-2 infection in ABO blood group O. Blood Advances (diakses pada 03 November 2020)

Hoiland, Ryan L, Nicholas A Fergusson, Mypinder S Sekhon (2020). The association of ABO blood group with indices of disease severity and multiorgan dysfunction in COVID-19. Blood Advances (diakses pada 03 November 2020)

    register-docotr