Kehamilan

Fakta Lengkap soal Lotus Birth: Manfaat, Risiko dan Tips Melakukannya

November 12, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Sudahkah Moms memilih metode melahirkan untuk Si Kecil? Karena saat ini ada beberapa pilihan metode melahirkan, seperti water birth, hypnobirth, gentle birth hingga lotus birth.

Salah satu yang banyak mendapat perhatian saat ini adalah metode lotus birth. Lantaran metode ini berbeda dengan metode melahirkan pada umumnya. Apa bedanya dan seperti apa tips melakukannya? Berikut ulasan selengkapnya. 

Apa itu lotus birth

Lotus birth adalah metode melahirkan bayi tanpa memotong tali plasenta. Mereka yang melakukan metode ini percaya bahwa tali pusat plasenta akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 10 hari. 

Metode ini berbeda dengan yang umum dilakukan, yaitu segera memotong tali pusat yang menghubungkan bayi dengan plasenta. Pemotongan biasanya langsung dilakukan 3 hingga 5 menit setelah bayi dilahirkan. 

Metode lotus birth diyakini dapat bermanfaat bagi bayi, tetapi sayangnya belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan untuk mengetahui keamanan dan manfaat lotus birth

Apa manfaat jika melakukan lotus birth

Dilansir dari Healthline, praktisi memberi klaim jika metode lotus birth dapat memberikan manfaat seperti:

  • Pengalaman perpindahan yang nyaman dari rahim ke dunia, sehingga tidak terlalu mengagetkan bagi bayi. Bayi yang lahir dengan metode ini dipercaya cenderung lebih tenang.
  • Peningkatan darah dan nutrisi dari plasenta.
  • Mengurangi cedera pada pusar.
  • Diyakini sebagai ritual menghormati kehidupan antara bayi dan plasenta.

Seperti yang sudah disebutkan, belum ada penelitian yang bisa membuktikan manfaat tersebut. Apalagi mengenai peningkatan nutrisi. Karena plasenta menerima suplai darah dari ibu. Ketika bayi lahir bersama plasenta, maka plasenta tidak lagi hidup karena tidak adanya suplai. 

Fakta lotus birth yang membiarkan plasenta dibiarkan terhubung pada bayi

Jika manfaat yang sudah disebutkan di atas belum bisa dibuktikan melalui penelitian ilmiah, kamu mungkin bisa melihat manfaat lotus birth dari sisi yang berbeda. 

Membiarkan plasenta tetap terhubung dengan bayi, dari sisi medis, diperbolehkan dalam keadaan darurat. Misalkan, saat seorang ibu melahirkan dalam kondisi darurat.

Misalnya, saat mengalami bencana banjir dan terhalang ke rumah sakit, sebaiknya pemotongan tali pusat ditunda hingga ibu dan bayinya ditangani tim medis. 

Alasannya, pemotongan tali pusat yang tidak steril dapat berisiko menyebabkan perdarahan dan infeksi. Membiarkan plasenta menempel dalam kondisi darurat memberi manfaat mengurangi risiko komplikasi. 

Pertimbangan dan risiko lotus birth

Di atas sudah dijelaskan jika membiarkan plasenta tetap melekat pada bayi diperbolehkan, hanya dalam keadaan darurat. Sementara itu, membiarkan plasenta tetap melekat dalam kondisi umum tidaklah disarankan. 

Alasannya, ketika plasenta sudah keluar dari rahim ibu, tidak ada suplai kehidupan. Sehingga bisa disebut plasenta adalah jaringan mati. Jaringan mati lebih mudah terkena infeksi. Karena masih menempel pada bayi, maka jika plasenta terkena infeksi dapat menginfeksi bayi juga. 

Selain itu, membiarkan tali pusat masih terhubung dengan plasenta berisiko terjadinya avulsi tali pusat. Yaitu cedera akibat tali pusat yang terlepas tidak sengaja akibat gerakan bayi. Kondisi avulsi tali pusat juga berisiko terjadi pada metode water birth atau melahirkan dalam air. 

Apa yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan metode ini?

Moms harus mengingat bahwa bayi masih menempel dengan plasenta, karena itu berarti saat Moms menggendong bayi, harus mempertimbangkan juga untuk membawa plasenta. Selain itu, berikut beberapa yang harus dipertimbangkan melakukan lotus birth:

  • Seperti yang sudah disebutkan, ketika plasenta keluar dari tubuh ibu, kemungkinan terkena infeksi itu ada. Sehingga Moms perlu menyimpannya pada tempat yang steril.
  • Plasenta semakin hari akan semakin mengering dan membusuk, ini akan menimbulkan bau tidak sedap.
  • Selain itu, Moms juga perlu mempertimbangkan pakaian bayi. Di mana diperlukan bukaan di bagian tengah. Karena tali pusat masih tersambung dengan plasenta. 
  • Satu lagi yang perlu dipertimbangkan adalah, untuk tidak memandikan bayi selama masih tali pusat belum terlepas. Pilihan memandikan bayi dengan spons adalah pilihan yang bisa Moms lakukan.

Hal lain yang perlu diperhatikan terkait lotus birth adalah, meski dipercaya dapat memberi nutrisi pada bayi, tapi lotus birth bukanlah pengganti ASI. Moms tetap harus menyusui bayi yang baru lahir setiap dua hingga tiga jam.

Tips dan langkah untuk melakukan lotus birth

Membiarkan plasenta hingga tali pusat terlepas sendirinya membutuhkan beberapa tips, seperti yang tertulis di laman Pregnancy Birth & Beyond, yaitu:

  • Sesaat setelah bayi lahir, plasenta ikut keluar dari tubuh ibu. Saat itu Moms perlu mempertimbangkan untuk mulai membersihkan plasenta. 
  • Orangtua yang melakukan lotus birth biasanya akan membilas plasenta dengan air hangat, baru kemudian dibungkus.
  • Moms perlu membungkus plasenta dengan kain bersih dan menggantinya setiap hari untuk mencegah adanya infeksi.
  • Menempatkan plasenta pada wadah yang memungkinkan adanya sirkulasi udara.
  • Terakhir, karena plasenta akan mengering dan menimbulkan bau busuk, orangtua yang melakukan lotus birth sudah menyiapkan sejumlah rempah untuk dimasukkan ke wadah plasenta dengan harapan dapat menghilangkan bau dan membantu pengeringan plasenta lebih cepat.

Demikian penjelasan tentang lotus birth dan juga tips jika ingin melakukannya. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 11 November 2020
What Is Lotus Birth and Is It Safe?
Verywellfamily, diakses 11 November 2020
What Is Lotus Birth?
Whattoexpect, diakses 11 November 2020
What Is a Lotus Birth and Is It Safe?
Pregnancy, birth & beyond, diakses 11 November 2020
Lotus Birth

    Berita Terkait
    register-docotr