Covid-19

Florona Gabungan dari COVID-19 dan Influenza, Seberapa Bahaya?

June 5, 2022 | Muhammad | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda akhir. Di tengah ancaman varian Omicron yang terus menyebar, masyarakat dunia dikejutkan oleh kemunculan bernama Florona. Meski belum terdeteksi di banyak negara, ketakutan terhadap penyebarannya mulai dirasakan.

Lantas, apa sebenarnya Florona itu? Seberapa bahaya jika terinfeksi? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu Florona?

Florona adalah kasus infeksi saluran pernapasan ganda yang disebabkan oleh COVID-19 dan influenza dalam satu waktu. Florona bukan sebuah varian dari COVID-19 seperti Alfa, Beta, Delta, Gamma, atau Omicron.

Ada kekhawatiran khusus pada pasien atau orang yang mengidap gangguan kesehatan tersebut. Menurut penjelasan Dr Nahla Abdel Wahab, seorang dokter di Cairo Univerity Hospital, Florona berpotensi menyebabkan penurunan kekebalan seseorang yang terinfeksi.

Meski masih sangat awal dan sedang diteliti, Florona yang merupakan infeksi ganda ditakutkan bisa memicu kerusakan sistem imun manusia dalam skala lebih besar. Sebab, faktor pemicunya bukan hanya satu, tapi dua virus.

Baca juga: Disebut Varian Baru COVID-19, Delmicron Bikin Heboh. Bagaimana Fakta Sebenarnya?

Awal mula kemunculan Florona

Florona diketahui muncul baru-baru ini di Israel. Kasus pertama ditemukan pada seorang wanita hamil yang dirawat sebelum proses persalinan di Rabin Medical Center.

Menurut beberapa laporan, wanita tersebut terinfeksi Florona dengan status belum mendapatkan vaksin COVID-19.

Pemerintah setempat langsung bergerak cepat untuk mencegah Florona menyebar lebih luas. Selain menerapkan pembatasan, otoritas mulai memberikan suntikan vaksin dosis keempat, terutama pada warga sekitar yang mempunyai gangguan kekebalan atau imunitas rendah.

Belum diketahui virus mana yang menginfeksi lebih dahulu, apakah Corona atau Influenza. Dokter di wilayah setempat masih mempelajarinya. Ada kemungkinan kondisi tersebut dipicu oleh influenza yang terus melonjak akhir-akhir ini.

Mengapa bisa terjadi?

Menurut Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi terjadinya infeksi ganda, yaitu:

  • Seberapa kuat virus bertahan
  • Seberapa tinggi daya tahan tubuh
  • Faktor lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut juga tergantung dari masing-masing individu, apakah lebih kuat konsentrasi virus pemicu COVID-19 atau influenza yang menginfeksi di dalam tubuh.

Risiko penularan

Belum diketahui secara jelas seperti apa pola transmisi dan tingkat keparahan dari Florona.

Hanya saja, karena merupakan penyakit pada sistem pernapasan bagian atas, baik influenza maupun COVID-19 bisa menular dengan cara yang sama, yaitu melalui partikel aerosol yang terkontaminasi virus.

Virus bisa menyebar dari orang yang terinfeksi lalu batuk, bersin, atau berbicara. Virus dapat menginfeksi orang lain yang menghirup udara atau menyentuh permukaan benda yang telah terpapar.

Awalnya, virus akan memasuki sistem pernapasan, lalu berkembang. Risiko penularannya diyakini lebih tinggi di hari-hari pertama seseorang terinfeksi. Bahkan, penularan dari orang ke orang bisa terjadi meski gejala belum muncul pada orang pertama yang mengidapnya.

Gejala yang mungkin muncul

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, baik influenza dan COVID-19 bisa menyebabkan gejala atau tidak (asimtomatik). Gejalanya juga hampir mirip, seperti:

  • Demam atau menggigil
  • Batuk
  • Sesak atau sulit bernapas
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Muntah dan diare
  • Perubahan indera perasa dan penciuman.

Bagaimana dengan Indonesia?

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus Florona di Indonesia. Menurut Zubairi Djoerban, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), influenza sebenarnya sangat jarang ditemukan di Tanah Air, apalagi yang sampai menimbulkan kematian.

Perlu diketahui, flu musiman yang kerap diderita orang Indonesia berbeda dengan influenza. Flu tersebut adalah common cold, hanya menyebabkan batuk, pilek, dan bersin. Tidak sampai memicu gejala berat seperti radang paru-paru pada kasus influenza yang umum terjadi di Amerika Serikat.

Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak lengah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi demi meminimalkan risiko terpapar.

Nah, itulah ulasan tentang Florona yang menarik perhatian masyarakat belakangan ini. Tetap pakai masker dan jaga kebersihan tangan dengan selalu mencucinya, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
register-docotr