Covid-19

Deretan Fakta Virus Corona di Malaysia, Benarkah Bisa Ditularkan dari Anjing ke Manusia?

May 28, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Baru-baru ini telah ditemukan adanya jenis virus corona yang sebelumnya tidak diketahui. Jenis virus varian baru ini terjadi pada seorang anak yang menderita pneumonia di Sarawak, Malaysia.

Apa itu virus corona CCoV-HuPn-2018?

Melansir penjelasan dari laman WebMD, virus corona CCoV-HuPn-2018 ini disebut juga virus corona anjing. Berbeda dengan SARS-CoV-2 yang merupakan virus corona penyebab pandemi COVID-19.

Jika para ahli mengonfirmasi CCoV-HuPn-2018 sebagai patogen, itu akan menjadi corona virus kedelapan yang diketahui dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

Namun, para peneliti mengatakan saat ini tidak ada ancaman terhadap manusia, dan tidak ada bukti bahwa hal itu dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.

Fakta-fakta virus corona CCoV-HuPn-2018

Penemuan CCoV-HuPn-2018

Penemuan CCoV-HuPn-2018 dimulai ketika Gregory Gray, MD, seorang ahli epidemiologi penyakit menular di Duke University, bertanya-tanya apakah virus corona lain sudah mengancam manusia di suatu tempat di seluruh dunia.

Namun hal itu belum diketahui karena dia tidak memiliki alat untuk menelitinya. Hal itu disebabkan tes COVID-19 hanya mencari SARS-CoV-2, bukan virus corona lainnya.

Seperti dilansir dari laman WebMD, seorang mahasiswa pascasarjana, Leshan Xiu, membuat tes yang mirip dengan COVID-19. Tetapi tes usapan atau swab ini dapat menemukan virus corona apapun, bahkan jenis yang tidak diketahui.

Gray dan Xiu menggunakan tes baru untuk melihat 301 kasus pneumonia yang diarsipkan. Mereka menemukan delapan kasus virus yang belum ditemukan sebelumnya, tujuh di antaranya terjadi pada anak-anak. 

Sebagian besar orang berasal dari kelompok adat Malaysia dan tinggal di desa-desa tempat mereka sering berhubungan dekat dengan hewan. Kedelapan orang tersebut sembuh dari penyakit mereka setelah sekitar empat hingga enam hari di rumah sakit.

Apakah benar virus ini bisa ditularkan dari anjing ke manusia? 

Para ahli menekankan bahwa tidak perlu mewaspadai anjing, atau khawatir tentang virus corona yang menyebabkan pandemi lainnya. 

Hal itu karena sejauh ini, ahli virologi Xuming Zhang di Universitas Arkansas mengatakan belum menemukan adanya bukti bahwa virus corona baru dari anjing ini bisa menular antar manusia.

Tak hanya itu, fakta lainnya bahwa ternyata sampai saat ini pun masih belum diketahui bagaimana pasien tersebut terinfeksi virus corona baru dari anjing. Tetapi, bisa jadi mereka melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Memiliki mutasi yang mirip dengan SARS dan SARS-CoV-2

Dalam studi lebih lanjut setelah penemuannya, para peneliti menemukan bahwa CCoV-HuPn-2018 dapat menyebar ke manusia karena adanya pengurangan, atau perubahan pada genomnya.

Pengurangan atau perubahan genom spesifik biasanya tidak ditemukan pada canine coronaviruses. Sebaliknya, dalam versi manusia, mirip dengan mutasi pada SARS dan SARS-CoV-2.

Penelitian menunjukkan bahwa pengurangan atau perubahan genom CCoV-HuPn-2018 membantunya menyebar dari anjing ke manusia. Namun karena telah diidentifikasi sejak dini, para ilmuwan dapat mempelajari dan mengendalikannya dengan lebih baik sehingga tidak memicu wabah.

Para ahli mengatakan bahwa cara terbaik untuk mencegah pandemi adalah melanjutkan pengujian untuk menemukan virus yang tidak dikenal.

Saat mereka mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana virus ini menyebar ke manusia, mereka berharap diperlengkapi dengan peralatan lebih baik untuk menghentikannya sebelum menjadi perhatian dunia.

Cara lain untuk mencegah terjadinya wabah baru, yaitu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dan selalu menjaga kesehatan tubuh.

Protokol kesehatan yang wajib dilakukan selama pandemi COVID-19

Menurut WHO, berikut ini protokol kesehatan yang wajib dilakukan selama pandemi COVID-19.

  • Wajib mencuci tangan setidaknya selama 20 detik beberapa kali sehari.
  • Kurangi mobilitas. 
  • Jauhi berada di dalam suatu kerumunan.
  • Pertahankan jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain untuk mengurangi risiko infeksi saat mereka batuk, bersin, atau berbicara. Pertahankan jarak yang lebih jauh antara kamu dan orang lain saat berada di dalam ruangan. Semakin jauh, semakin baik.
  • Jadikan pemakaian masker sebagai hal yang biasa saat berada di sekitar orang lain. Penggunaan, penyimpanan dan pembersihan atau pembuangan yang tepat sangat penting untuk dilakukan

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2021) diakses pada 27 Mei 2021. Canine Coronavirus: Is It a Threat to Humans?
  2. Who.int (2021) diakses pada 27 Mei 2021. Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public

 

    register-docotr