Covid-19

Catat ya Moms, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum dan Setelah Anak Divaksin COVID-19

July 28, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pandemi COVID-19 masih terus berlangsung hingga kini. Meskipun ada beberapa kemajuan, namun tak menyurutkan langkah pemerintah untuk terus mencegah penyebaran virus tersebut.

Salah satunya adalah dengan memberikan vaksin COVID-19 kepada anak-anak usia 12 sampai 17 tahun. Kebijakan ini dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti tingginya kasus terkonfirmasi COVID-19 pada usia anak-anak.

Di sini peran orang tua sangat diperlukan, terutama dalam menerapkan langkah-langkah penting sebelum dan setelah anak divaksin COVID-19.

Baca juga: Air Kelapa Disebut-sebut Bisa Mengobati COVID-19, Cek Dulu Faktanya!

Kasus COVID-19 pada anak-anak di Indonesia

Dilansir dari Sehat Negeriku, sampai dengan 29 Juni 2021 tercatat hampir 260 ribu kasus terkonfirmasi COVID-19 merupakan anak usia 0-18 tahun.

Dari jumlah tersebut, sekitar lebih dari 108 ribu kasus berada pada anak-anak rentang usia 12-17 tahun. Fakta ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi pada anak dalam usia tersebut.

Untuk vaksin yang digunakan, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional telah merekomendasikan Vaksin COVID-19 produksi PT. Biofarma (Sinovac).

Persiapan sebelum anak divaksin COVID-19

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) berikut adalah beberapa hal yang perlu disiapkan orang tua sebelum anak divaksin COVID-19.

1. Pelajari informasi seputar vaksin

Kamu perlu mencari tahu hal-hal penting seputar vaksin COVID-19. Ini termasuk mengenai manfaat dan risiko vaksin yang akan diterima anak.

Gunakan sumber informasi yang terpercaya seperti portal resmi pemerintah, atau situs layanan kesehatan terpercaya. Dengan begitu informasi yang kamu peroleh pun akan valid dan akurat.

2. Jujur saat mengedukasi anak tentang vaksin

Jelaskan bahwa proses vaksin akan terasa sedikit menyengat, tapi itu hanya akan berlangsung sebentar saja. Jika perlu, libatkan anggota keluarga lainnya, terutama saudara yang lebih tua, untuk mendukung anak semakin siap menerima vaksin.

Hindari menceritakan kisah menakutkan atau membuat ancaman tentang vaksin. Ingatkan bahwa vaksin dapat membuat ia tetap sehat. Bantu anak melihat vaksin COVID-19 sebagai hal yang positif.

3. Pastikan anak tidur cukup sebelumnya

Dokter spesialis anak (Sp.A) RS Pondok Indah, dr. Ellen Wijaya kepada CNN Indonesia mengatakan bahwa orang tua sebaiknya memastikan anak tidur cukup malam sebelum keesokan harinya vaksin.

Hal ini akan membuat kondisi tubuh anak fit dan siap diberikan vaksin. Vaksin pun jadi dapat bekerja dengan optimal.

4. Cek kondisi kesehatan anak

Sebelum vaksin, anak akan melewati proses screening kesehatan terlebih dulu oleh petugas kesehatan.

Anak yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat Celcius ke atas, dianjurkan untuk menunda vaksinasi. Anak yang memiliki riwayat penyakit bawaan juga tidak diperkenankan menerima vaksin COVID-19.

5. Vaksin tidak diberikan pada anak dengan kondisi khusus

Meski sudah masuk kelompok usia vaksinasi COVID-19, anak dengan kondisi tertentu tidak diperkenankan menerima vaksin.

Misalnya anak dengan catatan kesehatan kanker dan sedang menjalani pengobatan, imunodefisiensi (kondisi imun tubuh tidak bisa melawan penyakit), atau sedang menjalani kemoterapi.

Apa yang dapat dilakukan anak setelah mendapatkan vaksin COVID-19?

Dilansir dari Mayo Clinic, jika anak tidak mengalami efek samping setelah divaksinasi, ia dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Namun jika anak merasakan efek samping, kamu tak perlu khawatir karena ini merupakan tanda daya tahan tubuh anak bekerja dengan baik dalam merespons vaksin. Beberapa efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi:

  1. Sakit di mana suntikan diberikan
  2. Kelelahan
  3. Sakit kepala
  4. Panas dingin
  5. Nyeri otot
  6. Demam
  7. Nyeri sendi.

Mirip dengan orang dewasa, anak-anak biasanya memiliki efek samping tersebut selama 1 hingga 3 hari. Lebih banyak remaja melaporkan efek samping di atas, kecuali nyeri di tempat suntikan, setelah dosis kedua vaksin. Namun, beberapa orang tidak memiliki efek samping.

Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat jika efek samping yang terjadi tidak hilang dalam rentang waktu tersebut.

Masih punya pertanyaan lain seputar persiapan anak sebelum divaksin? Ayo konsultasi secara lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

CDC diakses pada 27 Juli 2021

Mayo Clinic diakses pada 27 Juli 2021

CNN Indonesia diakses pada 27 Juli 2021

Healthline diakses pada 27 Juli 2021

Sehat Negeriku diakses pada 27 Juli 2021

    register-docotr