Covid-19

Apakah Memakai Masker di Dalam Rumah Efektif Cegah COVID-19?

December 31, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
no-image

Disadari atau tidak, sudah hampir setahun kita bergulat dengan wabah COVID-19. Dalam rentang waktu tersebut, tak terhitung pula jumlah masker yang telah dipakai untuk membantu mencegah penularan virus tersebut.

Masker memang salah satu alat perlindungan diri selama pandemi ini. Tak hanya dipakai saat berkegiatan di luar ruangan, ada juga sebagian orang yang sampai memakainya di dalam rumah.

Namun apakah tindakan seperti itu benar-benar diperlukan? Ketahui jawabannya lewat ulasan menarik di bawah ini.

Baca juga: COVID-19 Munculkan Varian Baru, Efektifkah Vaksin saat Ini?

Mengapa masker perlu dipakai di dalam rumah?

Seperti yang kita tahu, virus COVID-19 dapat menular di mana saja, tak terkecuali di dalam rumah.

Kondisi ini tidak hanya bisa terjadi saat ada anggota keluarga yang terkonfirmasi positif. Namun juga ketika anggota keluarga yang terlihat baik-baik saja tidak menyadari bahwa dirinya adalah orang tanpa gejala (OTG).

Oleh karena itu, para ahli merasa perlu meneliti berbagai faktor yang berhubungan dengan penularan corona di dalam rumah, termasuk mengenai efektivitas pemakaian masker di dalamnya.

Studi tentang perilaku rumah tangga selama pandemi di Beijing

Sebuah studi yang dipublikasikan di BMJ, mencoba meneliti sebanyak 460 orang dari 124 keluarga di Beijing, Cina, tentang kebersihan dan perilaku rumah tangga mereka selama pandemi.

Setiap keluarga memiliki setidaknya satu kasus infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi di laboratorium, antara akhir Februari dan akhir Maret 2020. Rata-rata jumlah anggota keluarga adalah 4, tetapi berkisar antara 2 hingga 9, dan biasanya terdiri dari tiga generasi.

Anggota keluarga didefinisikan sebagai mereka yang pernah tinggal dengan orang yang terinfeksi selama 4 hari sebelum dan lebih dari 24 jam setelah gejala orang tersebut pertama kali muncul.

Dari penelitian ini, para ahli ingin mengetahui faktor apa yang dapat meningkatkan atau mengurangi risiko tertular virus dalam masa inkubasi dari sejak gejala orang tersebut muncul.

Tingkat penularan COVID-19 di dalam rumah berdasarkan studi

Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa penularan dari orang pertama yang terinfeksi ke anggota keluarga lainnya, terjadi pada 41 dari 124 keluarga.

Sebanyak 77 orang dewasa dan anak-anak terinfeksi dengan cara ini, yang berarti memiliki persentase sebesar 23 persen. Sekitar sepertiga dari anak-anak yang diteliti juga tertular virus corona.

Ini artinya tingkat penularannya adalah sebesar 36 persen atau sekitar 13 dari 36 anak. Ini lebih kecil jika dibandingkan dengan kasus penularan pada orang dewasa yang menyerang lebih dari 69 persen di antaranya.

Dari semua anak yang tertular, 12 anak mengalami gejala ringan, dan 1 tidak menunjukkan gejala apapun. Adapun 83 persen orang dewasa yang tertular memiliki gejala ringan, dan sisanya sebanyak 1 sampai 10 orang mengalami gejala parah.

Kapan memakai masker di dalam rumah efektif mengurangi risiko penularan COVID-19?

Dilansir dari Webmd, dari penelitian yang sama diketahui bahwa memakai masker di dalam rumah pada saat di dalamnya ada anggota keluarga yang terinfeksi COVID-19, bisa menurunkan risiko penularan sebanyak 79 persen jika dilakukan sebelum gejala muncul.

Akan tetapi hal ini menjadi tidak efektif, jika masker baru dipakai saat penderita COVID-19 telah terlanjur menunjukkan gejala sakit.

Baca juga: Apa Hubungan antara Mendengkur dan Infeksi COVID-19? Ini Penjelasannya!

Hubungan pemakaian masker dan perilaku rumah tangga selama pandemi

Selain pemakaian masker, ternyata risiko penularan COVID-19 di dalam rumah juga dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan rumah.

Dalam studi di atas disebutkan bahwa penggunaan disinfektan setiap hari, membuka jendela, dan menjaga jarak setidaknya 1 meter dikaitkan dengan risiko penularan virus yang lebih rendah, bahkan di rumah yang lebih ramai.

Kesimpulan: Pemakaian masker di dalam rumah efektif cegah penularan COVID-19

Penularan rumah tangga adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan wabah ini di negara manapun.

Studi di atas mengonfirmasi bahwa tindakan pencegahan seperti penggunaan masker, disinfeksi, dan jarak sosial di rumah dapat mencegah penularan COVID-19 selama pandemi. Terlepas dari ukuran rumah tangga ataupun kerumunan yang ada.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Face Masks at Home Reduce COVID-19 Risk, Study Says, https://www.webmd.com/lung/news/20200528/face-masks-at-home-reduce-covid-19-risk-study-says diakses pada 30 Desember 2020

Should You Wear a Mask at Home?, https://health.clevelandclinic.org/should-you-wear-a-mask-at-home/ diakses pada 30 Desember 2020

Protect your Home from COVID-19,https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/protect-your-home.html diakses pada 30 Desember 2020

Wearing face masks at home might help ward off COVID-19 spread among family members, https://www.bmj.com/company/newsroom/wearing-face-masks-at-home-might-help-ward-off-covid-19-spread-among-family-members/ diakses pada 30 Desember 2020

    Berita Terkait
    register-docotr