Covid-19

Apakah Melakukan Tes COVID-19 secara Mandiri Lebih Akurat dan Aman?

July 16, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketika alat tes swab untuk mendeteksi virus COVID-19 dimasukkan ke tenggorokan dengan bantuan orang lain, bagi beberapa orang justru lebih terasa sakit.

Hal ini membuat banyak masyarakat, khususnya di Amerika Serikat mulai mencoba untuk melakukan tes swab COVID-19 secara mandiri. Tetapi apakah cara ini akurat dan aman? 

Apakah melakukan tes COVID-19 secara mandiri lebih akurat dan aman? 

Melansir penjelasan dari laman Stanford Medicine, sampel tes yang dikumpulkan oleh orang-orang yang menyeka saluran hidung mereka sendiri ternyata disebut lebih efektif, dan sama akuratnya dengan sampel yang dikumpulkan oleh tenaga kesehatan.

Studi ini diterbitkan 12 Juni di Journal of American Medical Association dan diikuti sebanyak 30 peserta penelitian sebelumnya telah dinyatakan positif COVID-19. 

Penelitian tes COVID-19 secara mandiri 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penelitian diikuti oleh 30 orang peserta yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19. Awalnya, peneliti menghubungi para peserta lewat telepon dan memberi mereka instruksi secara tertulis dan video bagaimana melakukan tes swab mandiri.

Kemudian, peserta diminta kembali ke rumah sakit untuk melakukan tes drive-thru atau melakukan pemeriksaan di mobil masing-masing. Kemudian saat kunjungan, peserta mencoba mengumpulkan spesimen tanpa dibantu oleh petugas kesehatan. 

Mulai dari usap hidung hingga memasukkan alat ke bagian belakang tenggorokan. Setelah itu tes swab juga kembali dilakukan, tetapi kali ini harus dibantu oleh petugas kesehatan. 

Ketiga sampel yang dikumpulkan akhirnya diuji untuk melihat apakah ada virus COVID-19 di tubuhnya. Hasilnya, sebanyak 29 dari 30 peserta menerima hasil yang sama pada tiga sampel, baik positif atau negatif. 

Sebanyak 11 peserta didiagnosis positif dan 18 lainnya negatif. Ada satu peserta yang menerima hasil yang berbeda pada ketiga sampel, yaitu satu positif lewat drive-thru dan dua lainnya negatif.

Apabila dilihat dari gejala yang timbul, 23 peserta melaporkan bahwa mereka pertama kali mengalami gejala COVID-19 empat hingga 37 hari sebelum melakukan tes drive-thru. 12 peserta diantaranya kembali lagi dan tujuh dari mereka dinyatakan positif.

Baca juga: Konsultasi Gratis di Good Doctor untuk Pasien Isolasi Mandiri, Begini Alurnya!

Apa yang harus dilakukan setelah mengetahui hasil tes COVID-19 secara mandiri?

Berikut ini beberapa hal yang harus kamu lakukan apabila hasil tes menunjukkan positif, negatif, atau error seperti dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC): 

1. Hasil tes positif

Segera beritahu penyedia layanan kesehatan tentang hasil tes positif dan tetap lakukan komunikasi dengan dokter selama sakit. Jika menimbulkan gejala yang semakin parah, cari bantuan medis. 

Kemudian sebisa mungkin, tinggal di kamar terpisah dan jauh dari orang lain. Jika memungkinkan, sebaiknya juga gunakan kamar mandi terpisah. Jika perlu saat berada di sekitar orang atau hewan di dalam atau di luar rumah, gunakan masker. 

Jangan gunakan barang-barang di rumah secara bersamaan dengan anggota keluarga lainnya, seperti cangkir, handuk, dan peralatan makan. Pantau gejala yang kamu alami dan jika memiliki tanda peringatan darurat (termasuk kesulitan bernapas), segera dapatkan perawatan medis darurat.

2. Hasil tes negatif

Hasil tes negatif berarti SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, tidak ditemukan pada spesimen tubuhmu. Jika mengikuti tes saat memiliki gejala dan mengikuti semua instruksi dengan hati-hati, hasil negatif berarti penyakit saat ini mungkin bukan COVID-19.

Namun, ada kemungkinan tes memberikan hasil negatif pada beberapa orang yang memiliki COVID-19. Ini disebut negatif palsu. Kamu juga dapat melakukan tes negatif jika spesimen dikumpulkan terlalu dini pada infeksi yang terjadi. 

Beberapa tes mandiri dirancang untuk digunakan secara seri. Pengujian serial adalah ketika seseorang menguji dirinya sendiri beberapa kali untuk COVID-19 secara rutin, seperti setiap beberapa hari. 

Dengan melakukan tes lebih sering, kamu dapat mendeteksi COVID-19 lebih cepat dan dapat mengurangi penyebaran infeksi. Beberapa tes yang dikelola sendiri dilengkapi dengan lebih dari satu tes dan instruksi untuk melakukan pengujian serial.

Jika swa-uji negatif, kamu harus mengikuti instruksi pabrik untuk pengujian serial. Mereka kemungkinan akan merekomendasikan pengujian kembali dalam 2 atau 3 hari. 

3. Hasil error atau tidak valid 

Terkadang hasilnya tidak jelas atau tidak meyakinkan, dan tes tidak dapat memberitahu apakah hasilnya positif atau negatif.

Jika tampilan pada self-test menunjukkan hasil yang tidak valid atau kesalahan, tes tidak bekerja dengan benar. Jika ini terjadi, lihat petunjuk penggunaan di sisipan kemasan dan hubungi produsen untuk mendapatkan bantuan.

Hasil yang tidak valid dapat terjadi karena berbagai alasan. Spesimen mungkin tidak dikumpulkan dengan benar atau instrumen pengujian mungkin tidak berfungsi. Hasil tes yang tidak valid jarang terjadi tetapi dapat terjadi.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr