Covid-19

Apakah COVID-19 Bisa Menular Melalui Hubungan Seks? Ini Penjelasannya

December 18, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Coronavirus disease atau COVID-19 merupakan penyakit ditularkan melalui tetesan (droplets) yang dilepaskan seseorang ketika bersin, berbicara atau batuk. Virus dari penyakit ini juga dapat menyebar melalui tangan atau permukaan benda yang sudah terkontaminasi. 

Lalu bagaimana dengan hubungan seks? Bisakah COVID-19 menular melalui hubungan seks? Yuk, ketahui informasi selengkapnya lewat ulasan berikut ini.

Seks dan penularan COVID-19

Pada dasarnya semua aktivitas yang dilakukan dalam jarak dekat dengan orang yang terinfeksi dapat membuat kamu terpapar virus SARS-CoV-2. 

Virus dengan cepat menular lewat tetesan yang terhirup atau mendarat di area mulut dan hidung. Di samping itu, ciuman serta aktivitas seksual lainnya yang melibatkan kontak air liur dapat membuat kamu terpapar virus. 

Orang yang terinfeksi COVID-19 juga dapat menyebarkan droplets ke kulit dan barang-barang pribadi. Sehingga pasangannya berisiko tertular virus bila menyentuh permukaan tersebut kemudian menyentuh mulut, hidung atau matanya.

Hingga saat ini tidak ada bukti bahwa virus COVID-19 ditularkan melalui air mani atau cairan vagina.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sejauh ini, penelitian menunjukkan COVID-19 tidak menular melalui penetrasi. Melainkan, COVID-19 dapat menular melalui aktivitas seksual yang melibatkan kontak air liur, serta kontak dekat.  

Risiko penularan tersebut juga berlaku bagi orang yang terinfeksi dan menunjukkan sedikit gejala atau tanpa gejala sama sekali. 

Baca juga: Fakta Tentang Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Paket Kiriman Barang

Peringatan untuk pasangan yang tinggal bersama 

Berdasarkan informasi dari Pusat Medis Universitas Maryland, Amerika Serikat, pasangan yang tinggal dalam satu rumah dan telah bersama-sama melakukan berbagai langkah pencegahan paparan COVID-19, memiliki risiko penularan melalui aktivitas seksual yang cenderung lebih rendah.

Meski begitu risiko tetap ada bila salah satu dari pasangan terpapar virus dari luar rumah. Misalnya dari kantor atau transportasi umum. 

Bila merasa khawatir soal penularan virus, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menunda hubungan seks sampai benar-benar yakin akan status kesehatannya. Di samping itu, kamu juga tetap perlu mencuci tangan dan membersihkan permukaan benda di rumah secara rutin. 

Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Laki-Laki Lebih Rentan Corona! 

Peringatan untuk pasangan yang tidak tinggal bersama

Bila kamu dan pasangan tidak tinggal di tempat yang sama, akan sulit untuk mengetahui seberapa besar perlindungan akan virus yang telah dilakukan. Sehingga risiko penularan virus melalui aktivitas seks menjadi lebih besar. 

Perlu diingat, risiko paparan virus bukan hanya muncul saat ciuman, tapi berjabat tangan, serta mengobrol dengan jarak dekat memiliki risiko yang hampir sama tingginya. 

Bila kamu memiliki pasangan yang tinggal di luar rumah kemudian ingin melakukan hubungan seksual, sebaiknya melakukan karantina mandiri terlebih dahulu. 

Pusat Medis Universitas Maryland menyatakan bahwa pasangan yang tinggal terpisah harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari terlebih dahulu. Bila keduanya tidak memiliki gejala apapun, keduanya bisa bertemu dan kemungkinan aman untuk melakukan hubungan seksual. 

Tips berhubungan seks selama pandemi COVID-19

Bila kamu memutuskan untuk melakukan hubungan seksual, sebaiknya lakukan beberapa tindakan pencegahan infeksi virus.

Dilansir dari Mayoclinic, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan risiko paparan virus saat berhubungan seksual. Di antaranya:

  • Pilih ruang terbuka, besar, dan memiliki ventilasi yang baik
  • Mandi sebelum dan sesudah berhubungan seks
  • Hindari berciuman
  • Gunakan kondom ketika melakukan oral seks
  • Memakai masker atau penutup wajah yang menutupi mulut dan hidung. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran virus akibat napas yang berat dan terengah-engah
  • Pilih posisi seks yang bisa menghindari kontak tatap muka
  • Hindari menyentuh mata, hidung, mulut, atau tangan pasangan, sebelum cuci tangan
  • Hindari seks jika salah satu dari pasangan mengalami demam, batuk atau tidak sehat
  • Selalu cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol
  • Untuk meraih orgasme, masturbasi juga bisa jadi pilihan aman untuk menghindari tatap muka 
  • Gunakan untuk membersihkan area tempat kamu melakukan aktivitas seksual

Di tengah pandemi COVID-19, hubungan seks menjadi hal yang dapat berisiko menyebarkan virus. Terutama bila dilakukan dengan orang yang positif terinfeksi, baik dengan atau tanpa gejala.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
    register-docotr