Covid-19

Apa Itu Kontak Erat? Ini Langkah yang Perlu Diambil

June 25, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Istilah kontak erat sering kita dengar selama pandemi COVID-19 belakangan ini. Kata ini biasanya digunakan petugas kesehatan saat melakukan contact tracing. Atau pelacakan penyebaran virus corona pada orang yang terdeteksi mengidap COVID-19.

Tapi apa sih sebenarnya kontak erat itu? Serta apa saja kriterianya? Berikut ulasan terkait apa itu kontak erat serta langkah-langkah-langkah yang perlu kamu ambil jika dikategorikan sebagai kontak erat.

Baca Juga: Saat Isolasi Mandiri, Apa Gejala yang Muncul hingga Perlu Perawatan ke RS?

Apa itu kontak erat?

Melansir situs Kementerian Kesehatan RI, kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan orang yang terdeteksi kasus probable atau konfirmasi COVID-19.

Kamu masuk ke dalam kategori kontak erat apabila memenuhi beberapa kategori di bawah ini:

  • Melakukan kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
  • Melakukan sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi. Mulai dari bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain.
  • Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
  • Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.
  • Pernah berada dalam situasi lainnya yang berisiko. Seperti berada dalam satu ruangan, kantor, mode transportasi dll dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19.

Apa yang harus dilakukan jika menjadi kontak erat?

Jika kamu diketahui dan diberitahukan petugas kesehatan telah menjadi kategori kontak erat, maka kamu harus segera melakukan karantina.

Melansir situs Kemenkes RI, karantina idealnya dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam sejak seseorang diidentifikasi sebagai kontak erat dan dalam waktu tidak lebih dari 48 jam sejak kasus indeks terkonfirmasi.

Tetap di rumah selama 14 hari setelah kontak terakhir kamu dengan seseorang yang terkonfirmasi COVID-19.

Kapan harus melakukan tes COVID-19?

Setelah kamu terkonfirmasi menjadi kontak erat, ada baiknya untuk melakukan tes PCR sebanyak 2 kali. Tes dilakukan dua hari setelah kamu terpapar orang dengan COVID-19 dan tujuh hari setelah paparan.

Jika tes awal negatif, kamu harus tetap dikarantina dan mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan terkait. Jika tes pertama positif, kamu harus mengikuti arahan isolasi dari Dinas Kesehatan.

Kamu bisa bertanya pada fasilitas kesehatan terdekat di mana bisa melakukan tes PCR. Saat keluar rumah, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Melakukan tes secepat mungkin berarti kamu dapat mengetahui apakah kamu memiliki COVID-19 lebih awal. Ini juga membantu petugas kesehatan menemukan orang lain yang memiliki COVID-19 lebih cepat.

Baca Juga: Masker Ganda Lebih Efektif Tangkal Paparan COVID-19? Ini Penjelasannya!

Panduan isolasi mandiri COVID-19

Jika kamu diperbolehkan Dinas Kesehatan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, ada beberapa protokol yang harus kamu jaga.

Melansir situs Kemenkes RI, berikut beberapa panduan yang harus kamu patuhi saat isolasi mandiri:

  • Selalu gunakan masker dan buang masker bekas pada tempat khusus untuk menghindari kontaminasi.
  • Perhatikan setiap gejala COVID-19 seperti demam, flu dan batuk. Jika kamu bergejala, segera hubungi petugas kesehatan.
  • Jika memungkinkan, jauhi orang lain, terutama orang-orang yang berisiko lebih tinggi untuk sakit parah akibat COVID-19 seperti lansia, anak-anak, orang dengan penyakit imun, dll.
  • Selama di rumah, kamu masih bisa bisa bekerja di rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga.
  • Jika memungkinkan, gunakan kamar mandi yang terpisah dengan anggota rumah lainnya.
  • Lakukan pengecekan suhu harian secara rutin, amati batuk dan sesak nafas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi dan tempat tidur.
  • Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan lakukan etika batuk dan bersin.
  • Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan. Selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi antara 15-30 menit.
  • Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak napas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Kemenkes RI. Diakses pada 25 Juni 2021. Cara Efektif Cegah Penularan COVID-19 : Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina, dan Isolasi

Kemenkes RI. Diakses pada 25 Juni 2021. Kemenkes Kenalkan Istilah Probable, Suspect, Kontak Erat dan Terkonfirmasi COVID-19

Kemenkes RI. Diakses pada 25 Juni 2021. Protokol Isolasi Mandiri Covid-19

CDC. Diakses pada 25 Juni 2021. When to Quarantine

Vermont Department of Health. Diakses pada 25 Juni 2021. What to do if you are a close contact of someone with COVID-19

HSE. Diakses pada 25 Juni 2021. If you are a close contact of COVID-19

    register-docotr