Covid-19

6 Jenis Vaksin COVID-19 yang Akan Digunakan di Indonesia

December 17, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Kabar soal vaksin COVID-19 menjadi hal paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas, tidak terkecuali di Indonesia. Berbagai perusahaan, lembaga penelitian serta perguruan tinggi di banyak negara bekerja sama mengembangkan vaksin COVID-19.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 per tanggal 3 Desember 2020, hanya ada enam vaksin yang akan digunakan di Indonesia untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Berikut adalah jenis dari keenam vaksin tersebut!

1. Vaksin merah putih Bio Farma

Dalam upaya pengendalian COVID-19, pemerintah juga mengandalkan vaksin buatan sendiri yang bernama vaksin merah putih produksi PT. Bio Farma. 

Vaksin ini dikembangkan oleh banyak pihak seperti Lembaga Eijkman, Badan Litbangkes, Menristek, Kemenkes, serta dibantu oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Vaksin merah putih dibuat dengan cara menggunakan bagian tertentu dari virus yang dianggap penting kemudian diperbanyak dan dijadikan antigen.

Namun hingga saat ini vaksin merah putih masih dalam tahap pengembangan. Bibit vaksin pun masih dalam tahap pengujian terhadap hewan dan diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2021. 

Bila bibit vaksin telah selesai, Bio Farma kemudian akan melakukan pengujian klinis tahap 1, 2, dan 3. Setelah itu proses izin edar vaksin akan diterbitkan untuk masyarakat.

Sejauh ini belum ada kabar soal harga vaksin merah putih, pendistribusian vaksin pun diproyeksikan baru akan terjadi awal tahun 2022. 

2. AstraZeneca

Vaksin lain yang akan digunakan di Indonesia adalah hasil kerja sama perusahaan AstraZeneca bersama Universitas Oxford Inggris. Vaksin ini pun sudah memasuki fase ke- 3 uji coba pada manusia. 

Namun efektivitas astrazeneca masih menjadi perdebatan. AstraZeneca diklaim memiliki efektivitas hingga 90 persen bila diberikan setengah dosis, diikuti dengan dosis penuh pada bulan berikutnya.

Sementara bila diberikan sebagai dua dosis penuh terpisah dengan jarak satu bulan, efektivitasnya menjadi 62 persen. Hasil uji klinis vaksin AstraZeneca-University of Oxford pun mengeluarkan bahwa vaksin ini memiliki efektivitas secara rata-rata yakni 70 persen. 

Meski begitu, astrazeneca dianggap sebagai vaksin yang terjangkau terutama untuk negara-negara berkembang. Dilansir dari laman New York Times, vaksin astra Zeneca akan dijual seharga 3-4 dollar AS per suntikan atau sekitar Rp. 56.0000. 

Baca juga: HEPA Filter untuk Corona, Benarkah Efektif Cegah Penularan Virus?   

3. Sinopharm 

Sinopharm merupakan vaksin keluaran China National Pharmaceutical Group Corporation.

Vaksin ini dibuat dengan menggunakan virus tidak aktif. Kemudian nantinya virus yang sudah mati tersebut, disuntikkan ke dalam tubuh manusia, cara ini adalah cara tertua untuk membuat sebuah vaksin

Vaksin ini pun telah memasuki fase uji klinis yang ke-3 di Uni Emirat Arab sejak Juni 2020. Vaksin sinopharm telah diklaim oleh Uni Emirat Arab memiliki tingkat efektivitas sebesar 86 persen. 

Dilansir dari The Jakarta Post, vaksin sinopharm ini akan dijual dengan harga yang tidak lebih dari 1000 Yuan, atau sekitar Rp2,16 juta per dua suntikan. 

4. Moderna

Moderna adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat. 

Vaksin ini merupakan vaksin berbasis Lipid Nanopartikel (LNP) yang mengenkapsulasi mRNA. Basis vaksin ini pun dapat dikatakan sama dengan Pfizer karena sama-sama mengandalkan mRNA. 

Pada 30 November 2020 lalu, Moderna mendaftarkan vaksinnya ke FDA, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat untuk memasuki fase uji klinis tahap ke-3. Sejauh ini, vaksin Moderna diklaim memiliki efektivitas hingga 94,1 persen. 

Soal harga, dilansir dari CNBC, vaksin Moderna akan dijual dengan harga 32-37 dollar AS atau setara dengan Rp. 354.125 hingga Rp 523.550 per dosis. 

Baca juga: 9 Jenis Alat Pelindung Diri untuk Corona bagi Tenaga Medis dan Masyarakat   

5. Pfizer/BioNTech

Pfizer merupakan vaksin yang berasal dari perusahaan farmasi Amerika Serikat yang juga bekerja sama dengan BioNTech SE, perusahaan farmasi asal Jerman. Vaksin ini dikembangkan dengan pendekatan terbaru melibatkan mRNA dan RNa. 

Pfizer sendiri telah selesai melewati fase uji klinis yang ke-3 pada akhir November lalu. Vaksin ini juga diketahui memiliki tingkat efektivitas hingga 95 persen dalam melawan COVID-19 serta tidak memiliki efek samping berbahaya.

Meski begitu, penelitian terkait vaksin Pfizer masih akan dilanjutkan. Belum jelas berapa harga jual vaksin satu ini. Namun dilansir dari Observer, harga grosir yang dinegosiasikan dalam kontrak pemerintah adalah 20 dollar AS per dosis, setara dengan Rp. 283.000.

6. Sinovac

Sinovac merupakan vaksin produksi China yang juga dibuat dengan virus tidak aktif. Vaksin ini merupakan vaksin yang sudah sampai di Indonesia pada awal Desember lalu.

Sinovac telah memasuki fase uji klinis yang ke-3 di Indonesia, Brazil dan Turki. Namun hingga saat ini tingkat efektivitas Sinovac masih belum diketahui dengan jelas. Vaksin Sinovac sendiri diketahui sebagai vaksin yang digunakan untuk penggunaan darurat.

Pemerintah Indonesia belum menetapkan harga resmi dari vaksin Sinovac. Namun dikutip dari Kompas, pada Oktober lalu Biofarma telah menetapkan harga vaksin Covid-19 Sinovac yakni sekitar Rp 200.000 per dosis.

Itu dia penjelasan terkait vaksin yang akan diedarkan di Indonesia. Butuh waktu cukup panjang hingga vaksin benar-benar selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat luas. Untuk itu, pastikan kamu selalu mematuhi berbagai protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Berita Terkait
register-docotr