Melahirkan

Benarkah Bisa Melahirkan Normal setelah Caesar? Yuk Pahami Prosedur VBAC Moms!

March 19, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Saat ini diketahui cukup banyak para ibu yang ingin coba melahirkan normal setelah melahirkan dengan caesar waktu kehamilan sebelumnya.

Prosedur melahirkan normal setelah caesar tersebut adalah VBAC atau vaginal birth after caesarean. Namun apa saja syarat yang dibutuhkan untuk menjalani prosedur tersebut? Simak penjelasannya yuk. 

Apa itu VBAC?

Melansir dari Mayo Clinic, VBAC atau vaginal birth after caesarean adalah proses melahirkan persalinan normal setelah pernah menjalani operasi caesar pada kehamilan sebelumnya. 

Jika kamu telah melahirkan bayi dengan operasi caesar dan hamil lagi, jangan khawatir karena masih ada kemungkinan dapat merasakan persalinan secara normal atau menggunakan prosedur VBAC. 

Bagi banyak ibu-ibu, percobaan persalinan setelah operasi caesar dimungkinkan. Namun VBAC ini tidak cocok untuk semua orang atau dengan kata lain memiliki syarat tertentu. 

Faktor-faktor tertentu, seperti bekas luka rahim yang berisiko tinggi, dapat menurunkan kemungkinan dan membuat pilihan tersebut tidak tepat. Beberapa rumah sakit tidak menawarkan VBAC karena mereka tidak memiliki staf atau sumber daya untuk menangani operasi caesar darurat. 

Mengapa VBAC harus dilakukan? 

Ternyata ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan apabila kamu memilih melakukan prosedur VBAC: 

Kebaikan untuk kehamilan di masa depan

Jika berencana untuk memiliki lebih banyak anak, VBAC dapat membantu menghindari risiko melahirkan caesar secara berulang, seperti plasenta previa atau plasenta akreta.

Risiko komplikasi saat operasi lebih rendah

Keberhasilan VBAC dikaitkan dengan menurunkan risiko perdarahan yang berlebihan, infeksi dan pembekuan darah yang lebih rendah di satu atau lebih vena dalam di tubuh (trombosis vena dalam).

VBAC juga dapat menurunkan risiko operasi pengangkatan rahim (histerektomi) dan cedera pada organ perut, seperti kandung kemih atau usus.

Waktu pemulihan lebih singkat

Keuntungan lainnya adalah masa pemulihan yang kamu jalani akan lebih singkat jika memilih prosedur VBAC daripada setelah operasi caesar berulang. Menghindari operasi akan membantu melanjutkan aktivitas normal lebih cepat.

Syarat yang harus dimiliki untuk melakukan VBAC

Berikut ini beberapa syarat yang menjadikanmu kandidat kuat untuk bisa memilih prosedur VBAC

  • Hamil dengan satu bayi, memiliki riwayat satu atau dua operasi caesar sebelumnya, dan tidak memiliki masalah yang dapat mencegah VBAC.
  • Hamil dengan satu bayi, memiliki riwayat operasi caesar sebelumnya dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui, dan tidak memiliki masalah yang dapat mencegah VBAC  kecuali jika dicurigai pernah melakukan sayatan uterus vertikal tinggi sebelumnya.

Kondisi seperti apa yang tidak boleh melakukan prosedur VBAC?

Berikut ini beberapa kondisi kesehatan yang tidak diperbolehkan untuk melakukan prosedur VBAC, yaitu: 

  • Insisi uterus vertikal tinggi (klasik) sebelumnya.
  • Jenis sayatan rahim sebelumnya yang tidak diketahui dan diduga merupakan sayatan vertikal tinggi (klasik).
  • Ruptur uterus sebelumnya, di mana bekas luka sesar di uterus pecah.
  • Beberapa jenis operasi rahim sebelumnya, seperti pengangkatan fibroid.

Risiko menjalani prosedur VBAC

Jika bekas luka di rahim dari proses caesar sebelumnya robek saat VBAC, operasi caesar darurat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa dan bayi.

Perawatan mungkin melibatkan operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Jika rahim diangkat, kamu tidak akan bisa hamil lagi.

Baca juga: Prosedur Operasi Caesar dan Kisaran Biayanya

Bagaimana mempersiapkan diri untuk melakukan prosedur VBAC?  

Apabila sebelumnya pernah menjalani operasi caesar, kamu mungkin mulai membicarakan tentang VBAC pada kunjungan pranatal pertama.

Diskusikan kekhawatiran dan harapan dengan dokter. Pastikan dokter memiliki riwayat kesehatan lengkap, termasuk catatan operasi caesar sebelumnya dan prosedur uterus lainnya.

Dokter mungkin menggunakan riwayat kesehatan untuk menghitung seberapa besar tingkat kesuksesan prosedur VBAC ini. 

Tak hanya itu saja, sebaiknya rencanakan untuk melahirkan bayi di rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk menangani operasi caesar darurat. Kemudian diskusikan risiko dan manfaat VBAC selama kehamilan, terutama jika faktor risiko tertentu muncul.

Jika memilih VBAC saat melahirkan, kamu akan mengikuti proses yang sama seperti yang digunakan untuk persalinan pervaginam.

Dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemantauan terus-menerus terhadap detak jantung bayi dan bersiap untuk melakukan operasi caesar jika diperlukan.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2020) diakses pada 18 Maret 2021. Vaginal birth after cesarean (VBAC)
  2. Ncbi.nlm.nih.gov (2020) diakses pada 18 Maret 2021. Vaginal Birth After Cesarean Delivery 
    register-docotr