Melahirkan

Apakah Berbahaya Jika Air Ketuban Keruh Saat Kehamilan?

January 17, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Normalnya, air ketuban berwarna bening atau kekuningan. Namun bagaimana jika air ketuban keruh? Apakah menandakan adanya infeksi kehamilan?

Nah Moms, simak yuk penyebab dan arti dari air ketuban keruh yang sebenarnya dalam ulasan berikut ini!

Apa itu air ketuban? 

Dilansir Very Well Family, selama kehamilan janin berada di dalam selaput berisi cairan yang disebut juga dengan air ketuban. Air ketuban ini yang penting untuk perkembangan janin yang tepat dan kehamilan yang sehat. Membran juga sering disebut sebagai kantong air. 

Air ketuban sendiri juga memiliki beberapa fungsi selama kehamilan yaitu: 

  1. Sebagai bantal dan melindungi janin
  2. Memberi ruang bagi janin untuk bergerak dan berkembang
  3. Mengisi paru-paru selama ‘pernapasan’ janin, yang membantu perkembangan paru-paru yang tepat sebelum lahir
  4. Memberikan suhu yang relatif konsisten untuk bayi
  5. Menyusun urine janin

Karakteristik air ketuban

Mengutip penjelasan dari laman Very Well Family, air ketuban memiliki beberapa krakteristik seperti: 

  • Cairan ketuban biasanya berwarna bening hingga kuning pucat
  • Seharusnya tidak berbau, atau sedikit manis dalam baunya, meskipun beberapa orang mengatakan baunya seperti pemutih
  • Jumlah cairan meningkat selama kehamilan sampai sekitar 34 minggu, saat itu mulai sedikit berkurang
  • Cairan tersebut terdiri dari air, elektrolit, protein, karbohidrat, lipid, fosfolipid, dan urea, serta sel janin

Apakah berbahaya jika air ketuban keruh?

Warna tidak normal pada air ketuban alias air ketuban keruh bisa menandakan adanya suata infeksi selama kehamilan. Cairan tersebut mungkin berwarna hijau, cokelat, atau berwarna seperti darah.

Pada kehamilan cukup bulan, cairan berwarna hijau atau cokelat dapat menandakan bayi telah mengalami buang air besar atau yang disebut mekonium, yang berkontribusi terhadap perubahan warna.

Hal ini bisa menjadi indikasi bayi dalam kesulitan atau sekadar gejala kehamilan telah cukup lama bagi bayi untuk mengeluarkan feses pertamanya di dalam rahim.

Cairan ketuban bisa bercampur darah, terutama selama persalinan, jika serviks sudah mulai melebar, atau jika ada masalah pada plasenta. Cairan gelap juga bisa terlihat dengan intrauterine fetal demise (IUFD) saat janin telah meninggal selama kehamilan.

Berikut ini penjelasan terkait penyebab air ketuban menjadi keruh:

Mekonium yang tercampur air ketuban

Telah disebutkan sebelumnya bahwa pada umumnya air ketuban berwarna bening. Namun pada saat kondisi air ketuban berubah warna seperti kekuningan, kehijauan atau kecokelatan hal itu bisa terjadi karena air ketuban telah bercampur dengan mekonium. 

Mengutip penjelasan Very Well Family, mekonium merupakan kotoran yang dikeluarkan bayi setelah sistem pencernaannya sempurna selama kehamilan. 

Kemudian penyebab bercampurnya mekonium dan air ketuban bisa terjadi karena janin merasa kekurangan oksigen, kehamilan yang membatasi waktu, hingga adanya tekanan pada kepala atau plasenta bayi saat proses persalinan. 

Jika terjadi hal seperti ini untuk menanganinya dokter akan melakukan melakukan tindakan untuk mengeluarkan mekonium dari saluran napas. Umumnya dokter langsung melakukan penyedotan atau suction dari mulut, hidung, dan dari tenggorokan bayi bila memang diperlukan.

Baca juga: Agar Kehamilan Berjalan Lancar, Yuk, Ketahui Apa Saja Pantangan Hamil Muda

Adanya infeksi kehamilan 

Tak hanya terjadinya mekonium yang menyebabkan air ketuban menjadi keruh, infeksi selama kehamilan pun juga menjadi salah satu alasannya. Infeksi tersebut salah satunya chorioamnionitis. 

Dikutip dari Healthline, chorioamnionitis adalah infeksi bakteri yang terjadi sebelum atau selama persalinan. Namanya mengacu pada selaput yang mengelilingi janin, ‘chorion’ yaitu selaput luar dan ‘amnion’ adalah kantung berisi cairan.

Kondisi tersebut terjadi ketika bakteri menginfeksi chorion, amnion, dan cairan ketuban di sekitar janin. Cara penanganan apabila mengalami hal ini biasanya akan melahirkan lebih cepat atau kelahiran prematur.

Jika tidak cepat mengambil tindakan akan terjadi infeksi serius pada ibu dan bayinya. Infeksi ini paling sering terlihat pada kelahiran prematur.

Pada umumnya gejala dari infeksi ini ditandai dengan rasa nyeri di bagian rahim, demam, denyut nadi pada ibu hamil dan janin mengalami peningkatan, hingga perubahan warna serta bau dari air ketuban. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Verywellfamily.com (2020) diakses pada 7 Januari 2020. Amniotic Fluid Characteristics and Common Problems
  2. Healthline.com (2018) diakses pada 7 Januari 2020. Chorioamnionitis: Infection in Pregnancy
  3. Medicalnewstoday.com (2018) diakses pada 7 Januari 2020. What’s to know about amniotic fluid? 
    register-docotr