Kehamilan

Jangan Panik Jika Mengalami Sesak Napas Saat Hamil, Cari Tahu Penyebabnya di Sini!

February 24, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sesak napas saat hamil kerapkali terjadi sepanjang kehamilan, mulai dari awal kehamilan sampai trimester akhir kehamilan. 

Beberapa ibu hamil mungkin bertanya-tanya, apakah sesak napas saat hamil adalah hal wajar atau perlu diwaspadai. Nah, berikut adalah penjelasan sesak napas saat hamil, mulai dari penyebab hingga pengobatan.

Sesak napas saat hamil

Dilansir dari Medical News Today, diperkirakan 60 hingga 70 persen wanita mengalami sesak napas selama kehamilan. 

Biasanya kondisi ini tidak membahayakan ibu dan janinnya. Tetapi dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, bisa menjadi masalah serius. 

Kondisi tersebut seringkali dikaitkan dengan pertumbuhan janin di rahim yang membuat paru-paru lebih tertekan, sehingga menyebabkan sesak napas saat hamil.

Tapi ada penjelasan yang lebih detail lagi tentang penyebab sesak napas saat hamil. Karena penyebabnya dapat berbeda-beda tergantung usia kehamilan setiap orang. 

Penyebab sesak napas saat hamil trimester pertama

Di trimester pertama, diafragma yang memisahkan jantung dan paru-paru, naik sebanyak 4 sentimeter. Perubahan ini sedikit banyak akan ikut mengubah pola pernapasan ibu hamil. 

Beberapa wanita mungkin menyadari bahwa mereka menjadi lebih sulit mengambil napas dalam-dalam. Tapi beberapa lagi, tidak menyadarinya dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. 

Selain perubahan diafragma, hormon progesteron yang berperan dalam perkembangan janin juga berperan menimbulkan sesak napas pada ibu hamil. Napas akan menjadi lebih cepat dari biasanya. 

Tapi beberapa ibu hamil merasa tidak kesulitan bernapas atau sesak napas, walaupun napas mereka lebih cepat dari biasanya. Sementara sebagian lagi merasa napas yang lebih cepat membuat mereka menjadi sesak napas. 

Penyebab sesak napas saat hamil trimester kedua

Di trimester kedua, rahim bertambah besar seiring pertumbuhan dan perkembangan janin. Ini juga dapat memengaruhi pernapasan ibu hamil. 

Selain itu, pola kerja jantung selama kehamilan juga dapat memengaruhi pernapasan selama kehamilan. Karena jumlah darah akan meningkat, untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan jantung.

Karena itu juga, jantung harus bekerja lebih keras memompa darah untuk mengalirkannya ke seluruh tubuh dan ke plasenta. Fungsi jantung inilah yang dapat memengaruhi pernapasan. 

Sesak napas di trimester ketiga

Di usia kehamilan 31 hingga 34 minggu bayi akan berputar sebelum kepala menuju ke dalam panggul. Saat berputar kepala bayi akan menekan diafragma. Ini dapat membuat sulit bernapas.

Penyebab sesak napas saat hamil lainnya yang perlu diwaspadai

Jika di atas adalah penyebab sesak napas selama kehamilan yang umum terjadi, berikut adalah penyebab yang dilatarbelakangi oleh kondisi medis tertentu. Beberapa di antaranya adalah:

  • Asma. Kehamilan dapat membuat asma semakin parah. Jika memiliki asma dan merasa kondisi pernapasan semakin memburuk selama kehamilan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kandungan. Jangan sembarangan minum obat, karena butuh pengawasan medis jika ingin mengonsumsinya. 
  • Kardiomiopati peripartum. Ini adalah jenis gagal jantung yang mungkin terjadi selama kehamilan atau mendekati waktu melahirkan. Biasanya selain sesak napas juga menimbulkan gejala lain seperti kaki bengkak, tekanan darah rendah, kelelahan dan jantung berdebar. Coba untuk bertanya pada dokter jika mengalami gejala tersebut. 
  • Emboli paru. Ini adalah kondisi adanya gumpalan darah yang di arteri paru-paru. Jika mengalaminya dapat menimbulkan masalah pernapasan, batuk dan juga nyeri dada. 

Jika mengalami salah satu gejala dari yang sudah disebutkan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu. 

Bagaimana mengatasi sesak napas tersebut?

Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan ibu hamil yang mengalami sesak napas. Cara-cara ini bisa dilakukan di rumah tanpa harus ke rumah sakit.

  • Mempraktikan postur tubuh yang baik, akan membuat rahim menjauh dari diafragma dan membuat napas lebih baik. 
  • Tidur dengan bantal yang menopang punggung. Posisi miring ke kiri sedikit juga dapat membantu memindahkan darah beroksigen ke seluruh tubuh. 
  • Melakukan teknik pernapasan yang biasa digunakan saat melahirkan.
  • Cobalah untuk beristirahat sejenak jika merasa terlalu sesak. Semakin besar kehamilan, kegiatan fisik biasanya menjadi lebih terbatas dari sebelumnya. 

Jika cara-cara di atas tidak membantu meredakan sesak napas, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan ibu hamil.  

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 19 Februari 2021
Why Does Breathlessness Occur in Early Pregnancy?
Medical News Today, diakses 19 Februari 2021
Causes of shortness of breath during pregnancy
Kidshealth, diakses 19 Februari 2021
Why Do Some Pregnant Women Have Trouble Breathing?

    register-docotr