Kehamilan

7 Daftar Penyebab Hamil di Luar Kandungan, Termasuk IUD!

August 3, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Hamil di luar kandungan dalam dunia medis disebut dengan kehamilan ektopik. Penyebab dari kondisi hamil di luar kandungan ada beragam.

Kehamilan ektopik terjadi saat telur yang sudah dibuahi tidak tumbuh atau menempel di dalam rahim. Paling umum terjadi pada saluran tuba falopi.

American Academy of Family Physicians (AAFP) menyebut kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 1 dari setiap 50 kehamilan (20 dari 1.000).

Lalu sebenarnya apa yang menjadi penyebab hamil di luar kandungan ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenal kondisi hamil di luar kandungan

Kehamilan ektopik, juga disebut kehamilan ekstra-uterin, adalah ketika sel telur yang dibuahi tumbuh di luar rahim wanita. Ini dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis segera.

Pada lebih dari 90 persen kasus, sel telur tumbuh dan menempel dalam tuba falopi. Tuba falopi adalah tabung yang menghubungkan ovarium ke rahim. Kondisi ini disebut dengan kehamilan tuba.

Selain di tuba falopi, kehamilan ektopik bisa juga tumbuh di tempat lain seperti rongga perut dan serviks.

Gejala hamil di luar kandungan yang harus diwaspadai

Umumnya, gejala atau tanda awal kehamilan ektopik adalah perdarahan vagina ringan dan nyeri panggul. Jika darah bocor dari tuba falopi, Moms bisa merasakan dari sakit bahu sampai keinginan untuk buang air besar.

Gejala spesifik bergantung pada tempat penggumpalan darah dan saraf yang terkena. Jika telur yang dibuahi terus tumbuh di tuba falopi, dapat beresiko membuat saluran tersebut pecah.

Jika tuba falopi pecah, dapat mengakibatkan perdarahan di dalam perut. Gejala dari peristiwa yang mengancam jiwa ini adalah sakit kepala, pingsan, bahkan syok. 

Baca Juga : Penyakit Endometriosis: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Faktor penyebab hamil di luar kandungan

Siapa sih yang paling berisiko mengalami kehamilan ektopik? Semua wanita yang aktif secara seksual berisiko terhadap kehamilan ektopik.

Faktor risiko meningkat jika kamu memiliki beberapa gejala berikut ini:

  • Hamil di usia lebih dari 35 tahun
  • Pernah operasi pelvis, operasi perut, atau aborsi berulang
  • Riwayat penyakit radang panggul (PID)
  • Punya riwayat endometriosis
  • Penggunaan alat kontrasepsi IUD
  • Melakukan perawatan atau prosedur kesuburan
  • Merokok
  • Pernah punya riwayat kehamilan ektopik
  • Riwayat penyakit menular seksual (PMS), seperti gonore atau klamidia
  • Memiliki kelainan struktural pada saluran tuba yang membuatnya sulit bagi telur untuk melakukan perjalanan dari ovarium ke rahim

Jika kamu memiliki salah satu faktor risiko di atas, bicarakan dengan dokter. Kamu dapat bekerja dengan dokter atau spesialis kesuburan untuk meminimalkan risiko kehamilan ektopik di masa depan.

Penyebab hamil di luar kandungan

Penyebab utama kehamilan ektopik tidak selalu jelas. Kehamilan tuba (jenis kehamilan ektopik paling umum) terjadi ketika sel telur yang dibuahi tersangkut dalam perjalanannya ke rahim.

Seringkali hal ini disebabkan karena tuba falopi yang rusak oleh peradangan atau bentuknya yang berubah. Ketidakseimbangan hormon atau perkembangan abnormal sel telur yang dibuahi juga mungkin berperan.

Namun, kehamilan ektopik lebih dapat lebih beresiko terjadi jika kamu pernah:

1. Mengalami kehamilan ektopik

Seorang wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik di masa lalu punya risiko besar mengalaminya lagi di kemudian hari.

2. Perawatan fertilitas (kesuburan)

Perawatan kesuburan, seperti minum obat IVF untuk merangsang ovulasi (pelepasan sel telur) dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Infertilitas itu sendiri juga dapat meningkatkan risiko.

3. Riwayat Pelvic inflammatory disease (PID)

Pelvic inflammatory disease (PID) atau peradangan pada sistem reproduksi wanita, biasanya disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS). Salah satunya adalah Chlamydia trachomatis.

4. Riwayat operasi di area abdomen (perut)

Penyebab hamil di luar kandungan berikutnya adalah riwayat operasi. Baik operasi pada saluran tuba falopi, operasi caesar, dan operasi usus buntu.

Operasi pada saluran tuba falopi biasanya dilakukan dalam prosedur sterilisasi wanita yang gagal.

5. Endometriosis

Melansir The Ectopic Pregnancy Trust, riwayat endometriosis juga bisa jadi salah satu faktor penyebab hamil di luar kandungan.

Endometriosis adalah kondisi di mana sel yang serupa dengan lapisan di dalam rahim (endometrium) tumbuh di bagian perut lain. 

Sebenarnya jaringan ini bertindak seperti jaringan rahim biasa selama masa menstruasi, namun demikian jaringan ini akan pecah dan berdarah pada akhir siklus.

Namun, karena darah ini tidak punya tempat untuk dibuang, daerah sekitarnya bisa meradang atau bengkak.

Baca Juga : Penyakit Endometriosis: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

6. Penggunaan IUD

Jika Moms hamil saat menggunakan alat kontrasepsi berupa IUD, maka ada risiko terjadinya kehamilan ektopik.

IUD memang bisa sangat efektif untuk mencegah kehamilan di dalam rahim, namun kurang efektif dalam mencegah kehamilan di tuba falopi.

7. Obat penyebab hamil di luar kandungan

Konsumsi pil progesteron sebagai pencegah kehamilan juga bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Sebab kontrasepsi jenis ini mengubah ‘motilitas’ tabung yaitu kemampuan telur untuk bergerak melewatinya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic. Diakses pada 25 Juli 2020. Ectopic pregnancy

Healthline Parenthood. Diakses pada 25 Juli 2020. Ectopic Pregnancy

WebMD. Diakses pada 25 Juli 2020. Ectopic (Extrauterine) Pregnancy

NHS. Diakses pada 25 Juli 2020. Ectopic pregnancy

The Ectopic Pregnancy Trust. Diakses pada 25 Juli 2020. Reasons for an ectopic pregnancy

    Berita Terkait
    register-docotr