Kehamilan

Tanda-Tanda Bumil Harus Segera Membatalkan Puasanya

April 24, 2020 | Husni Efendi
no-image

Moms, tahukah kamu apa saja tanda-tanda yang mengharuskan moms membatalkan puasa saat hamil? Simak yang berikut ya, moms!

Memutuskan puasa atau tidak selama kehamilan, beberapa moms biasanya mengalami dilema. Pertanyaan seputar apakah berpuasa aman selama kehamilan atau tidak, kerap membuat moms khawatir.

Kondisi tiap ibu dan kehamilan berbeda-beda, maka dari itu ada baiknya moms menemui dokter, atau mendapatkan saran langsung dari ahlinya.

Dokter yang memiliki pengetahuan tentang kondisi kehamilan moms, bisa memberikan saran terbaik. Jika dokter membolehkan atau menyarankan puasa, moms dapat melanjutkannya.

Baca Juga: Kreasi Menu Sahur dan Buka Puasa Kaya Gizi untuk Anak

Tanda-tanda moms perlu membatalkan puasa saat hamil

– Merasa sangat haus, mulut dan kulit menjadi kering.

– Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan urin berwarna gelap. Ini adalah tanda dehidrasi, dan itu bisa membuat lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lainnya.

– Sangat kelelahan, pusing, demam, bahkan pingsan. Merasa pusing, lemah, atau lelah ini, bahkan setelah moms beristirahat dengan baik. Segeralah berbuka puasa dan minum air yang mengandung garam dan gula, atau larutan rehidrasi oral.

– Mual atau muntah.

– Jika ada perubahan aneh pada gerakan janin, seperti jika bayi tidak banyak bergerak atau menendang.

– Kontraksi uterus tanpa rasa sakit (persalinan prematur). Jadi misalnya merasakan nyeri seperti kontraksi, ini bisa menjadi tanda persalinan prematur

– Tidak menambah berat badan yang cukup, atau malah berat badan yang turun. Maka dari itu, cobalah menimbang diri secara teratur di rumah saat sedang berpuasa.

Pada intinya, tidak dapat menjalankan puasa mungkin akan memengaruhi secara emosional, terutama jika itu adalah ibadah puasa di bulan Ramadan yang benar-benar ingin dijalankan.

Namun yang harus diingat, bahwa kesehatan moms dan bayi adalah hal yang prioritas. Kamu dapat melewatkan puasa jika memang harus dilakukan, dan jangan sampai memaksakan yang membuat tubuh nantinya melah menjadi sakit dan tidak fit.

Tips penting yang sebaiknya diikuti saat berpuasa untuk ibu hamil

1. Tetap terhidrasi agar moms tidak perlu membatalkan puasa saat hamil

Penting sekali untuk memenuhi kebutuhan air di bulan puasa, maka dari itu waktu berbuka pusa dan waktu sahur menjadi waktu yang penting. Untuk itu, disarankan minimal meminum dua gelas air putih saat berbuka puasa.

Dengan dua gelas air putih ini pada waktu berbuka, terbilang sudah cukup untuk menggantikan, saat seharian tubuh tidak mendapat asupan cairan.

Kamu bisa membagi waktu minum air putih selama berbuka puasa menjadi satu gelas saat maghrib, dan satu gelas lagi setelah azan maghrib. Minimal dua gelas air putih sebelum dan sesudah santap sahur juga tetap diusahakan.

Rekomendasi yang sudah banyak kita dengar adalah minimal 2 liter atau sekitar 8 gelas air per hari yang diperlukan tubuh kita. Oleh sebab itu, usahakan konsumsi tersebut tetap terpenuhi di antara waktu berbuka puasa dan sahur.

2. Berbuka dan sahur dengan makanan sehat

Termasuk protein, buah-buahan, dan makanan yang mengandung serat. Makanan dengan protein dapat membantu mengurangi rasa lemas selama melaksanakan puasa.

Selain itu, makanan dengan kandungan protein tinggi juga memerlukan lebih banyak waktu untuk dicerna, sekaligus membuat kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.

Telur, keju, ikan, kacang-kacangan adalah pilihan yang disarankan. Jika Moms lebih suka mengonsumsi protein yang lebih berat, pilihlah seperti dada ayam atau daging merah tanpa lemak.

3. Hindari aktivitas berat saat berpuasa

Tidak ada salahnya moms selektif berkegiatan saat bulan puasa. Pilih yang kiranya aktivitas atau pekerjaan yang tidak membuat terlalu lelah.

Jalan-jalan santai sekitar rumah mungkin bisa menjadi pilihan. Hindari juga mengangkat beban yang berat.

Baca Juga: Kreasi Menu Sahur dan Buka Puasa Kaya Gizi untuk Anak

4. Istirahat dan tidur yang cukup

Saat bulan puasa, biasanya waktu tidur terganggu, sebab banyak hal yang dikerjakan malam hari saat bulan puasa.

Idealnya, moms perlu menjadwalkan tidur secara teratur. Sebab ada perubahan drastis jadwal tidur karena harus sahur, yang membuat tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan dengan jadwal yang baru.

Mungkin bisa dicoba dengan memajukan sekitar 30 menit lebih awal tiap malamnya saat tidur. Jadwal yang teratur akan membantu kualitas tidur.

Bagi sebagian orang, puasa adalah sebuah tantangan tersendiri. Meski merupakan ibadah yang wajib dijalankan selama sebulan penuh, namun menahan tidak makan dan minum selama seharian bukan hal mudah.

Kondisi itu akan sangat terasa bagi moms yang sedang mengandung. Ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat moms tentu lebih baik segera membatalkan puasa, karena dapat membahayakan tubuh.

Ibu hamil diizinkan tidak berpuasa, atau berhenti berpuasa selama bulan Ramadan, apabila menemui kondisi-kondisi yang mengharuskan segera membatalkan puasa. Sebab kesehatan bayi adalah prioritas, Moms bisa menebus puasa yang terlewat, nanti ketika sudah fit dan sehat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

– Ibfan.org, diakses 21 April 2020, Policy statement Fasting of pregnant women and breastfeeding mothers May 2019/Ramadan 1440

https://www.ibfan.org/wp-content/uploads/2019/05/Ramadan-Policy-Statement.pdf

– Khaleejtimes.com, diakses 21 April 2020, Should pregnant women fast during Ramadan?

https://www.khaleejtimes.com/ramadan-2018/should-pregnant-women-fast-during-ramadan

– Babycentre.co.uk, diakses 21 April 2020, Fasting in pregnancy

https://www.babycentre.co.uk/a1028954/fasting-in-pregnancy

– Parenting.firstcry.com, diakses 21 April 2020, Fasting During Pregnancy

Fasting During Pregnancy

 

– Parent24.com, diakses 21 April 2020, Is it safe to fast while I’m pregnant? https://www.parent24.com/Pregnant/Pregnancy_health/Pregnant-and-fasting-20100824

 

    Berita Terkait
    register-docotr