Kehamilan

Jerawat akibat Faktor Kehamilan & Menstruasi, Apa Bedanya?

February 26, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Munculnya jerawat di wajah bisa menurunkan rasa percaya diri, apalagi jika harus berhadapan dengan banyak orang. Saat sedang hamil atau menjelang menstruasi, jerawat menjadi lebih rentan muncul.

Lantas, mengapa jerawat sering muncul saat sedang hamil atau menjelang menstruasi? Lalu apa bedanya jerawat akibat hamil dan faktor haid? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu jerawat?

Jerawat adalah kondisi kulit yang terjadi saat folikel rambut tersumbat minyak, sel kulit mati, dan kotoran. Dikutip dari Medical News Today, jerawat bisa muncul ketika terjadi peradangan di kulit, bukan hanya wajah, tapi juga area tubuh lain seperti bahu, punggung, leher, dada, dan lengan.

Jerawat adalah gangguan kulit yang bisa menyerang siapa saja, memengaruhi tiga dari empat orang yang berusia 11 hingga 30 tahun. Pada banyak kasus, jerawat bukanlah sesuatu yang berbahaya, tapi bisa meninggalkan bekas di kulit.

Pada usia pubertas, jerawat sangat rentan muncul. Sebab, di usia tersebut, kelenjar sebasea menjadi sangat aktif.

Baca juga: Muncul Jerawat di Punggung? Ini Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat akibat hamil dan menstruasi

Perubahan hormonal kerap menjadi penyebab utama munculnya jerawat di kulit, termasuk saat hamil dan menjelang menstruasi. Seorang wanita sangat rentan memiliki jerawat di dua situasi tersebut. Apa pemicunya?

Faktor kehamilan

Pada wanita hamil, jerawat bisa muncul pada trimester pertama dan kedua. Peningkatan hormon androgen di periode kehamilan tersebut membuat kelenjar sebasea memproduksi lebih banyak sebum atau zat berminyak.

Sebum tersebut lalu menyumbat pori-pori serta menyebabkan penumpukan bakteri dan kotoran. Pada akhirnya, penumpukan itu kemudian memicu peradangan, ditandai dengan munculnya jerawat.

Untungnya, jerawat ini hanya bersifat sementara, bisa hilang ketika hormon di dalam tubuh kembali seimbang.

Faktor menstruasi

Menurut sebuah studi yang terbit di Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, tak kurang dari 65 persen wanita mengeluhkan jerawat yang memburuk saat menjelang menstruasi.

Jerawat tersebut biasanya muncul seminggu menjelang haid. Namun, bisa bertahan hingga beberapa hari selama menstruasi. Tak perlu khawatir, kondisi itu akan membaik dengan sendirinya seiring berakhirnya siklus haid.

Pemicu utama munculnya jerawat menjelang menstruasi adalah fluktuasi hormon. Tepat sebelum haid dimulai, kadar estrogen dan progesteron mengalami penurunan. Ini dapat memacu kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak sebum hingga menimbulkan jerawat.

Terjadinya fluktuasi hormon juga bisa menimbulkan gejala lain, misalnya perubahan suasana hati dan mudah stres. Inilah alasan mengapa kebanyakan wanita menjadi sangat sensitif dalam hal emosional ketika menjelang haid.

Jerawat saat hamil dan haid, apa bedanya?

Jerawat tetaplah jerawat, ditandai dengan munculnya benjolan kecil di permukaan kulit. Terkadang, kamu mungkin merasakan nyeri. Namun, ada beberapa perbedaan tentang jerawat yang muncul saat hamil dan menjelang menstruasi.

Sering kali, wanita sudah mengenali ciri-ciri jerawat yang menjadi indikasi datangnya haid. Jerawat akibat siklus menstruasi biasanya berwarna putih, bisa berubah menjadi merah muda dan disertai rasa sakit jika ada peradangan serius di bawah permukaan kulit.

Sedangkan jerawat yang disebabkan oleh faktor kehamilan, biasanya berlangsung lebih lama. Dalam beberapa kasus, jerawat yang dimiliki ibu hamil dapat membuat area kulit di sekitarnya berubah menjadi gelap.

Baik yang disebabkan oleh faktor kehamilan maupun siklus haid, kamu sebaiknya tidak memecahkan jerawat itu. Tunggu hingga benar-benar mengempis sendiri, lalu mulailah berpikir untuk menghilangkan bekasnya.

Bagaimana mengatasinya?

Memencet jerawat adalah tindakan yang tidak direkomendasikan. Sebab, ini bisa memperparah peradangan yang terjadi. Namun, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat pengempisannya, yaitu dengan:

  • Kompres air hangat atau dingin: Mengompres jerawat menggunakan kain basah yang hangat atau dingin bisa membantu meredakan nyeri dan memberi efek menenangkan. Lakukan selama 10 hingga 15 menit untuk kompres hangat dan 5 sampai 10 menit untuk kompres dingin.
  • Oleskan madu: Madu memiliki senyawa antibakteri dan antiseptik, bisa menenangkan kulit yang meradang. Bilas lebih dulu wajahmu dengan air hangat, lalu oleskan madu secara langsung ke jerawat. Diamkan selama 20 hingga 30 menit sebelum dibilas.
  • Masker timun: Timun bisa memberi efek menenangkan dan mendinginkan kulit. Tumbuk dan haluskan timun lalu masukkan ke freezer beberapa jam. Setelah itu, oleskan masker timun ke jerawat selama 10 hingga 15 menit. Kemudian, bilas sampai bersih.
  • Buah sitrus: Asam alfa hidroksi pada buah jeruk dan lemon dapat membantu membuka pori-pori yang tersumbat, sehingga sel kulit mati bisa terangkat. Peras lemon atau jeruk nipis lalu oleskan cairannya ke area jerawat menggunakan kapas. Diamkan 10 sebelum dibilas.

Nah, itulah ulasan tentang jerawat yang muncul akibat faktor kehamilan dan menstruasi. Untuk mempercepat penyembuhannya, lakukan beberapa langkah penanganan mandiri seperti yang telah disebutkan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 25 Februari 2021, 6 All-Natural Pregnancy Acne Remedies.
  2. Healthline, diakses 25 Februari 2021, What Causes Acne?
  3. Healthline, diakses 25 Februari 2021, The Ultimate Guide to Period-Related Breakouts.
  4. Medical News Today, diakses 25 Februari 2021, What you need to know about acne.
  5. Mayo Clinic, diakses 25 Februari 2021, Acne.
  6. Firstcry Parenting, diakses 25 Februari 2021, PMS or Pregnancy: Symptoms & Differences.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 25 Februari 2021, Perimenstrual Flare of Adult Acne.

    register-docotr