Kehamilan

Hamil Kembali saat Menyusui, Mungkin Tidak Ya?

June 14, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketika si Kecil dilahirkan fokus utama adalah untuk menjaga si Kecil. Pemberian air susu ibu (ASI) pun menjadi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Di sisi lain, pemberian ASI juga dianggap sebagai salah satu metode untuk mencegah kehamilan saat menyusui.

Akan tetapi, bisakah seorang wanita mengalami kehamilan kembali saat menyusui? Untuk mengetahui jawabannya, yuk Moms simak di sini.

Baca juga: 6 Mitos dan Fakta Perbedaan Hamil Bayi Laki-laki dan Perempuan

ASI eksklusif sebagai kontrasepsi alami

Sebagian Moms mungkin saja menganggap bahwa hamil bukanlah suatu kemungkinan yang dapat terjadi ketika menyusui. Sebab, banyak yang menganggap bahwa menyusui atau lebih tepatnya pemberian ASI eksklusif dapat menjadi alat kontrasepsi alami.  

Pemberian ASI eksklusif tersebut dikenal sebagai Lactational Amenorrhea Method (LAM) dan dianggap sebagai bentuk pengendalian kehamilan yang efektif.

Meskipun demikian, untuk mencegah kehamilan diharuskan memenuhi tiga kriteria, yakni tidak mengalami menstruasi sejak melahirkan si Kecil, menyusui secara eksklusif, usia bayi kurang dari enam bulan.

Menurut Dr. Heather Skanes, MD, seorang OB/GYN, LAM menjadi kurang efektif setelah enam bulan pascapersalinan, mengapa?

Sebab, biasanya nutrisi tambahan diberikan pada makanan bayi ketika ia berusia sekitar 4-6 bulan, sehingga frekuensi menyusui secara eksklusif dapat berkurang.

Hal tersebut dapat menyebabkan kembalinya periode menstruasi atau ovulasi. Namun, apabila ketiga kriteria tersebut terpenuhi, LAM memiliki efektivitas sebesar 98 persen untuk mencegah kehamilan.

Lantas, bisakah wanita mengalami kehamilan ketika menyusui?

Jawabannya adalah ya Moms dapat kembali hamil ketika menyusui. Sebab, bukanlah hal yang mustahil untuk mengalami ovulasi dan hamil kembali sebelum mendapatkan menstruasi pertama setelah melahirkan.

Singkatnya, bukanlah hal yang mustahil untuk memasuki kembali masa subur.

Dikutip dari laman What to Expect, hormon oksitosin berperan terkait dengan hal ini. Hormon oksitosin sendiri adalah hormon yang bertanggung jawab untuk produksi ASI.

Pada dasarnya, hormon tersebut memberikan tekanan pada otak untuk membuat hormon utama yang menstimulasi ovarium untuk melepaskan sel telur, yang pada akhirnya akan berovulasi dengan tujuan bertemu sperma.

Maka dari itu, ketika Moms memberikan ASI secara eksklusif kecil kemungkinannya ovulasi akan terjadi. Meskipun demikian, ini bukan berarti bahwa Moms tidak akan mengalami ovulasi dan hamil.

Sebab, seperti yang sudah dijelaskan bahwa efektivitas pemberian ASI untuk mencegah kehamilan akan berkurang setelah enam bulan atau ketika Moms tidak memenuhi kriteria yang sudah dijelaskan di atas.

Baca juga: Baru Melahirkan Sudah Hamil Lagi, Apa Risikonya?

Tanda-tanda kehamilan saat menyusui

Ada beberapa tanda-tanda kehamilan saat menyusui yang penting untuk diketahui oleh Moms, di antaranya adalah:

1. Haus berlebih

Tanda pertama dari kehamilan saat menyusui adalah rasa haus berlebih. Ini biasanya terjadi selama menyusui, sebab si Kecil mengonsumsi sebagian besar cairan yang Moms konsumsi. Namun apabila Moms hamil saat sedang menyusui, frekuensi rasa haus dapat meningkat.

2. Kelelahan

Tanda umum kehamilan saat menyusui adalah kelelahan. Bahkan rasa lelah dapat terjadi pada saat Moms melakukan aktivitas tertentu, misalnya saja aktivitas yang tidak terlalu berat.

Biasanya, kelelahan dapat terjadi menjelang akhir trimester pertama. Namun, bukanlah hal yang mustahil ini terjadi sejak dini ketika Moms menyusui.

3. Payudara terasa nyeri

Payudara terasa nyeri seringkali dikaitkan dengan aktivitas menyusui. Akan tetapi, jika Moms mengalami peningkatan sensitivitas pada payudara atau puting terasa sangat nyeri setelah menyusui, ini bisa menjadi tanda kehamilan.

4. Produksi ASI berkurang

Dilansir dari laman Firstcry.com, jika Moms merasa produksi ASI berkurang secara signifikan atau si Kecil tetap lapar bahkan setelah menyusui secara normal, ini dapat menjadi salah satu tanda dari kehamilan. Biasanya, ini terjadi pada bulan kedua kehamilan.

Di sisi lain, perubahan rasa pada ASI juga mungkin saja terjadi ketika Moms hamil.

5. Morning sickness

Tanda lain dari kehamilan adalah mual atau morning sickness yang lebih sering terjadi. Ketika ini terjadi, penting bagi Moms untuk memenuhi asupan nutrisi dengan baik. Sebab, hal tersebut dibutuhkan untuk menjaga kesehatan Moms, si Kecil, dan bayi dalam kandungan.

6. Terdapat benjolan pada payudara

Kehamilan atau perubahan hormonal pascapersalinan juga dapat memicu pembentukan benjolan di payudara. Ini dapat berkisar dari benjolan akibat saluran ASI yang tersumbat atau galaktokel hingga kista berisi cairan dan jaringan fibrosa atau yang lebih dikenal sebagai fibroadenoma.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai hamil kembali saat menyusui. Jika Moms memiliki pertanyaan lainnya terkait dengan hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Firstcry.com (2019). Diakses pada 11 Juni 2021. Chances of Becoming Pregnant While Breastfeeding 

Romper (2021). Diakses pada 11 Juni 2021. These Pregnancy Symptoms Can Be Easy To Miss When You’re Still Nursing 

What to Expect (2020). Diakses pada 11 Juni 2021. Is It Possible to Get Pregnant While You’re Breastfeeding? 

    register-docotr