Kehamilan

7 Fakta dan Mitos Seputar Stillbirth yang Harus Moms Tahu

October 6, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Stillbirth adalah kematian bayi yang terjadi sebelum atau selama persalinan. Baik stillbirth dan keguguran sama-sama menggambarkan kehilangan kehamilan.

Namun perbedaan keguguran dan stillbirth adalah waktu kapan terjadinya. Melansir CDC Amerika, keguguran biasanya didefinisikan sebagai kehilangan bayi sebelum minggu ke-20 kehamilan, dan stillbirth adalah kehilangan bayi setelah 20 minggu kehamilan.

Ternyata masih banyak mitos dan miskonsepsi soal stillbirth di kalangan masyarakat. Untuk mengetahui apa saja fakta dan mitos seputar stillbirth, mari simak pembahasan berikut ini.

Baca Juga: Jangan Cemas, Bayi Aktif dalam Kandungan di Malam Hari Termasuk Hal Normal, Ini Faktanya!

1. Bayi kurang aktif bergerak adalah tanda stillbirth?

Bisa jadi. Melansir situs The University of Melbourne, sebuah penelitian menemukan bukti bahwa ibu hamil yang tidak melaporkan gerakan yang lebih kuat menjelang akhir kehamilan mereka bisa berisiko lebih tinggi untuk mengalami stillbirth.

Jadi ibu hamil sangat disarankan untuk selalu memantau pergerakan bayi di dalam kandungan. Semakin tua usianya, umumnya bayi semakin aktif dan bergerak lebih kuat di dalam kandungan.

Jika Moms merasa gerakan bayi melemah atau frekuensinya menurun, temui dokter untuk melakukan pemeriksaan.

2. Apakah tidur telentang menyebabkan stillbirth?

Bisa jadi. Ibu di usia kehamilan yang memasuki trimester ketiga disarankan untuk tidak tidur dengan posisi telentang. Trimester ketiga dimulai dari 29 minggu dan berlanjut hingga akhir kehamilan.

Selain bisa sebabkan masalah dengan ketidaknyamanan, pernapasan, dan nyeri punggung, ini juga bisa meningkatkan risiko stillbirth. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Auckland di Selandia Baru.

Studi observasional ini menunjukkan posisi tidur seorang ibu dapat memengaruhi aktivitas bayi mereka pada akhir kehamilan. Meski penelitian ini masih berskala kecil, namun Moms bisa mengambil langkah pencegahan.

Beberapa organisasi seperti American Pregnancy Association, merekomendasikan wanita hamil tidur di sisi kiri mereka karena ini akan “meningkatkan jumlah darah dan nutrisi yang mencapai plasenta.”

Baca Juga : Wajib Tahu, Ini Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Benar

3. Ibu hamil harus menghindari kucing? Bukan kucingnya, tapi…

Ini mitos. Ibu hamil kerap disarankan untuk menghindari kucing karena parasit yang disebut Toxoplasma gondii, yang dapat menyebabkan toksoplasmosis.

Wanita hamil, bagaimanapun, lebih berisiko dan ada kemungkinan (meskipun yang kecil) bahwa toksoplasmosis dapat menyebabkan keguguran, stillbirth, atau cacat lahir.

Namun parasit tersebut tidak ditularkan melalui bulu kucing, melainkan melalui feses mereka. Jadi jika Moms sedang hamil, hindari kontak dengan feses kucing atau dengan litter box (tempat poop kucing) mereka.

4. Merokok bisa picu stillbirth?

Ini fakta. Merokok selama kehamilan memengaruhi kesehatan ibu dan bayi sebelum, selama, dan setelah bayi lahir. Jika Moms merokok setelah bayi lahir, bayi akan memiliki peningkatan risiko untuk kondisi tertentu, dan begitu juga Moms sendiri.

Nikotin (zat adiktif dalam rokok), karbon monoksida, timbal, arsen, dan banyak racun lain yang Moms hirup dari rokok dibawa melalui aliran darah dan langsung pergi ke bayi.

Merokok atau terpapar asap rokok sebagai perokok pasif bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami stillbirth dan kondisi berbahaya lainnya seperti sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), keguguran, kelahiran prematur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Baca Juga : Wajib Tahu, Ini Sederet Bahaya Asap Rokok untuk Ibu Hamil dan Bayi!

5. Apakah stres bisa sebabkan stillbirth?

Ini fakta. Melansir situs National Institutes of Health, peneliti menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami stres finansial, emosional, atau pribadi lainnya pada tahun sebelum persalinan berisiko tinggi mengalami stillbirth.

Para peneliti mengajukan serangkaian pertanyaan pada lebih dari 2.000 wanita. Seperti apakah mereka telah kehilangan pekerjaan atau memiliki orang yang dicintai di rumah sakit pada tahun sebelum mereka melahirkan.

Semakin banyak peristiwa yang sebabkan stres, semakin tinggi pula risiko stillbirth.  Dua peristiwa stres meningkatkan peluang ibu hamil mengalami stillbirth sekitar 40 persen. 

Seorang wanita yang mengalami lima atau lebih peristiwa stres hampir 2,5 kali lebih mungkin untuk mengalami stillbirth daripada seorang wanita yang tidak mengalami apa-apa.

Baca Juga : Moms Wajib Tahu: Dampak Depresi dan Cemas Saat Hamil bagi Tumbuh Kembang Janin

6. Apakah stillbirth menyebabkan kemandulan?

Ini mitos. Stillbirth tidak menyebabkan masalah infertilitas dan bukan jadi tanda gangguan pada kesuburan seseorang. Moms masih bisa melanjutkan program hamil bersama pasangan.

Moms mungkin akan berovulasi dan subur dua minggu sebelum menstruasi pertama setelah melahirkan, sehingga Moms bisa hamil tidak lama setelah mengalami stillbirth.

Namun, disarankan untuk menunggu sampai bekas luka telah sembuh (misalnya dari episiotomi) dan leher rahim telah ditutup kembali, untuk menghindari risiko infeksi (untuk ibu). 

Moms bisa berdiskusi dengan dengan GP, bidan, atau petugas kesehatan sampai kamu merasa siap untuk mencoba lagi.

Baca Juga : Mengenal Penyakit Miom, Tumor Jinak yang Bisa Picu Keguguran dan Mandul

7. Apakah stillbirth bisa dicegah?

Tidak semua kondisi stillbirth dapat dicegah, namun ada beberapa hal yang Moms bisa lakukan untuk mengurangi risiko stillbirth terjadi:

  • Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok
  • Hindari konsumsi alkohol dan narkotika
  • Lakukan pemeriksaan kehamilan rutin untuk memantau perkembangan bayi
  • Pastikan berat badan Moms ideal dan sehat sebelum memutuskan untuk program hamil
  • Jika mengalami sakit perut atau perdarahan vagina laporkan ke bidan atau dokter pada hari yang sama
  • Perhatikan gerakan bayi dan laporkan kekhawatiran apa pun yang Moms miliki kepada bidan atau dokter secara langsung
  • Jika mengalami gatal, laporkan ke bidan atau dokter langsung
  • Jangan tidur telentang
  • Hindari makanan tertentu seperti beberapa jenis ikan atau keju, dan Moms harus memastikan semua daging dimasak matang untuk cegah infeksi

Itu dia beberapa fakta dan mitos seputar stillbirth. Jika masih punya pertanyaan lebih lanjut terkait kehamilan dan stillbirth, silahkan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

CDC. Diakses pada 5 Oktober 2020. What is Stillbirth?

University of Melbourne Edu. Diakses pada 5 Oktober 2020. Busting 5 Myth About Pregnancy

Palace Gate. Diakses pada 5 Oktober 2020. Myth-busting: Pregnancy

NHS. Diakses pada 5 Oktober 2020. Pregnant women ‘should avoid sleeping on back in last trimester’

NHS. Diakses pada 5 Oktober 2020. Preventing stillbirth

Tommy’s Pregnancy Hub. Diakses pada 5 Oktober 2020. Trying for another baby after a stillbirth

NIH. Diakses pada 5 Oktober 2020. Stressful life events may increase stillbirth risk, NIH network study finds

Cleveland Clinic. Diakses pada 5 Oktober 2020. How Smoking Affects You and Your Baby During Pregnancy

    register-docotr