Kehamilan

Fakta di Balik Cryptic Pregnancy: Ada Gejala Kehamilan Tapi Hasil Test Pack Negatif

July 23, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa waktu lalu, seorang ibu di Tasikmalaya, Jawa Barat, menghebohkan masyarakat karena melahirkan setelah 1 jam dinyatakan hamil. Bagi orang awam, peristiwa tersebut dianggap sebuah keajaiban.

Namun, dalam istilah medis, kondisi kehamilan itu dikenal dengan nama cryptic pregnancy (kehamilan kriptik) atau kehamilan samar.

Apa itu cryptic pregnancy atau kehamilan samar?

Cryptic pregnancy atau kehamilan samar merupakan jenis kehamilan yang gagal dideteksi melalui metode pengujian medis pada umumnya. Kondisi cryptic pregnancy bukanlah peristiwa yang umum terjadi dan termasuk kejadian langka.

Bagi Moms yang mengalami cryptic pregnancy biasanya tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil. Moms mungkin baru menyadari bahwa sedang hamil saat mendekati waktu kelahiran.

Sebuah studi tahun 2011 mengatakan bahwa 1 dari 475 wanita mengalami cryptic pregnancy.

Jika Moms mengalami cryptic pregnancy, seringkali kondisi tersebut tidak memiliki gejala kehamilan pada umumnya seperti:

  • Mual
  • Terlambat menstruasi
  • Perut membesar

Penyebab cryptic pregnancy

Pada umumnya, penyebab Moms mengalami kehamilan samar adalah perubahan hormon di dalam tubuh. Pada kondisi tertentu, hormon yang berfluktuasi dapat menyebabkan sedikit perdarahan yang menyerupai menstruasi.

Berikut beberapa kemungkinan penyebab lain Moms mengalami kehamilan kriptik:

Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah kondisi yang dapat membatasi kesuburan. Sindrom ovarium polikistik membuat ketidakseimbangan hormon pada tubuh dan menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur.

Bagi Moms yang mengalami sindrom ini akan menghasilkan hormon pria dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal.

Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan Moms melewatkan periode menstruasi dan membuat Moms menjadi lebih sulit untuk hamil.

Melansir dari sebuah jurnal, banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi sindrom ovarium polikistik ini.

Perimenopause

Perimenopause merupakan waktu yang terjadi antara menstruasi terakhir hingga wanita berhenti menstruasi sepenuhnya.

Beberapa orang percaya bahwa kondisi perimenopause menjadi salah satu penyebab minor kehamilan samar. Sebab, fluktuasi hormon yang dirasakan dapat meniru gejala perimenopause.

Konsumsi pil KB dan alat kontrasepsi (IUD)

Mengonsumsi pil KB atau alat kontrasepsi biasanya akan membuat Moms merasa yakin kalau Moms tidak akan bisa hamil.

Maka, saat gejala kehamilan muncul dan Moms samar-samar mulai merasakannya walaupun tidak jelas, Moms akan menolak keyakinan itu dan tetap menganggap bahwa Moms tidak sedang hamil.

Moms baru saja mengalami kehamilan

Setelah melahirkan, Moms biasanya akan mengalami beberapa kondisi yang mampu menunda masa ovulasi dan menstruasi karena faktor hormonal.

Dalam kondisi seperti itu, Moms dianggap bisa mengalami kehamilan kriptik karena kurang memerhatikan bahwa ada saja kemungkinan untuk terjadinya kehamilan yang berdekatan.

Stres

Stres karena takut akan kehamilan atau melahirkan dianggap mampu membuat beberapa wanita kehilangan keseimbangan hormon sehingga membuat wanita mengalami kehamilan kriptik atau cryptic pregnancy.

Tekanan sosial dari lingkungan sekitar membuat seseorang menjadi stres.

Gejala cryptic pregnancy

Saat Moms mengalami kehamilan kriptik, Moms akan tetap mengalami kondisi yang menunjukkan bahwa Moms sedang hamil.

Namun, jika melakukan tes kehamilan, kemungkinan besar Moms akan mendapatkan hasil yang negatif walaupun Moms telat menstruasi.

Hal seperti inilah yang akan membingungkan. Terkadang rendahnya kadar hormon kehamilan hanya menimbulkan gejala kehamilan yang sangat ringan atau hampir tidak mungkin untuk diperhatikan dan diyakinkan bahwa Moms ternyata sedang hamil.

Gejala umum yang menunjukkan gejala, tetapi sering disalahartikan:

  • Pendarahan seperti menstruasi yang menyerupai siklus menstruasi biasa
  • Mual dan muntah yang dianggap sebagai kondisi penyakit lain
  • Gerakan janin dalam rahim sering disalahartikan sebagai gas atau gangguan pencernaan
  • Hasil negatif tes urine dan darah karena kadar hormon berfluktuasi, terutama ketika tes kehamilan dilakukan sangat awal
  • Kontraksi persalinan dini yang terasa seperti kram perut saat menstruasi
  • Tidak ada tanda kehamilan pada USG awal

Mengapa tes kehamilan bisa melewatkan cryptic pregnancy

Berikut beberapa kemungkinan yang menyebabkan tes kehamilan melalui test pack dan urine serta tes kehamilan melalui USG tidak mampu mendeteksi cryptic pregnancy:

  • Memiliki kadar hCG yang rendah hingga tes kehamilan yang dilakukan selalu negatif
  • Kondisi keberadaan janin tidak pada tempatnya
  • Bentuk rahim tidak normal
  • Adanya kesalahan teknis pada mesin USG yang digunakan

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. parenting.firstcry.com (2019). Diakses 21 Juli 2020. https://parenting.firstcry.com/articles/cryptic-pregnancy/

2. healthline.com (2019). Diakses 21 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/pregnancy/cryptic-pregnancy#outlook

3. healthline.com (2019). Diakses 21 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/polycystic-ovary-disease#what-is-pcos

4. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2010). Diakses 21 Juli 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19910321/

5. ncbi.nlm.nih.gov (2014). Diakses 21 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4039772/

6. medicalnewstoday.com (2020). Diakses 21 Juli 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/cryptic-pregnancy#symptoms

7. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 21 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3128877/pdf/JRSM-10-0376.pdf

    register-docotr