Kehamilan

Yuk Kenali Ciri-ciri Hamil Kosong Berikut Ini, Gejalanya Seperti Hamil Normal Lho!

January 17, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Jika kamu telah dinyatakan positif hamil, kamu perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak mengalami hamil kosong.

Ciri-ciri hamil kosong sama seperti awal kehamilan pada umumnya. Tapi hamil kosong bisa diikuti beberapa ciri-ciri lain yang perlu kamu waspadai. Berikut ulasan selengkapnya. 

Mengenal hamil kosong atau blighted ovum

Hamil kosong dalam istilah medis dikenal dengan anembrionik atau blighted ovum adalah kondisi saat sel telur berhasil dibuahi dan telah ditanam di dalam rahim, tapi tidak berkembang menjadi janin. 

Dalam kebanyakan kasus, embrio berhenti berkembang, kemudian luruh dan meninggalkan kantungnya. Sehingga seperti orang hamil pada umumnya tapi tidak ada janin yang tumbuh di dalamnya. 

Apa penyebab hamil kosong? 

Tidak diketahui penyebab pasti terjadinya hamil kosong. Tapi diduga karena adanya kelainan kromosom. Bisa karena masalah genetika atau kualitas sperma yang kurang baik. 

Biasanya wanita yang mengalaminya tidak menyadari karena ciri-cirinya sama seperti awal kehamilan pada umumnya. Kondisi ini baru diketahui setelah melakukan USG pertama kali, yang menunjukkan kantung janin yang kosong. 

Dilansir dari Healthline, hamil kosong biasanya terjadi di antara minggu ke delapan hingga 13 kehamilan. 

Seperti apa ciri-ciri hamil kosong? 

Di tahap awal, ciri-ciri hamil kosong dapat berupa:

  • Tes kehamilan menunjukkan hasil positif
  • Terlambat menstruasi
  • Serta ciri kehamilan lainnya termasuk payudara sakit. 

Namun kondisi ini diikuti dengan ciri-ciri lain, seperti:

  • Bercak atau perdarahan vagina
  • Kram perut
  • Hilangnya nyeri payudara

Ciri-ciri hamil kosong lainnya bisa diikuti dengan perdarahan hebat. Jika mengalaminya, kamu mungkin sedang dalam tahap keguguran. Tapi tidak semua darah yang keluar di trimester pertama kehamilan adalah ciri-ciri hamil kosong. 

Apa yang harus dilakukan jika mengalami hamil kosong? 

Biasanya wanita yang mengalami hamil kosong tidak menyadari kondisinya sampai melakukan USG. Tapi jika kamu mengalami ciri-ciri seperti kram perut dan perdarahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan. 

Jika dokter mendiagnosis terjadinya kehamilan kosong, maka kamu akan direkomendasikan beberapa pilihan, seperti:

  • Menunggu gugurnya janin yang tidak berkembang secara alami
  • Minum obat untuk menggugurkan janin yang tidak berkembang
  • Atau jika ternyata janin sudah gugur, namun plasenta masih tertinggal, dokter mungkin merekomendasikan kuretase untuk membersihkan rahim dari jaringan plasenta

Bagaimana jika ciri-ciri hamil kosong berulang? 

Kebanyakan wanita yang pernah mengalami hamil kosong tetap bisa hamil dengan normal setelahnya. Tapi ada juga yang mengalami ciri-ciri hamil kosong secara berulang. 

Jika kamu mengalami ciri-ciri hamil kosong secara berulang, segera konsultasikan pada dokter untuk mencari tahu penyebabnya. 

Dokter akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya, bisa karena pengaruh genetik, kualitas sperma atau kualitas sel telur. 

Pemeriksaan yang dilakukan jika mengalami ciri-ciri kehamilan kosong berulang antara lain:

  • Analisa genetik embrio yang dapat dilakukan sebelum implantasi atau penanaman ke dalam rahim.
  • Analisis kualitas sperma. Jika ditemukan ada masalah, bisa dilakukan penanganan agar tidak terulang kasus hamil kosong.
  • Tes kualitas sel telur. Bisa dilanjutkan dengan tindakan yang membantu meningkatkan kualitas telur dengan tes hormon perangsang folikel atau hormon anti-mullerian.

Demikian informasi tentang ciri-ciri hamil kosong atau blighted ovum. Semoga kamu bisa lebih waspada ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline, diakses 8 Januari 2020
What You Should Know About Blighted Ovum, Miscarriage, and Future Pregnancies
Mayoclinic, diakses 8 Januari 2020
Blighted ovum: What causes it?
Webmd, diakses 8 Januari 2020
Blighted Ovum
Americanpregnancy.org, diakses 8 Januari 2020
Blighted Ovum

    register-docotr