Kehamilan

Benarkah Polusi Udara Berkaitan dengan Terjadinya Keguguran?

February 11, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Sebuah penelitian yang dipublikasikan The Lancet mencoba mengungkapkan kaitan antara wanita hamil di Asia Selatan dan risiko keguguran akibat terpapar polusi udara.

Apakah benar ada kaitannya dan seperti apa hasil penelitian tersebut? Apakah ini temuan baru atau apakah sudah pernah ada penelitian sebelumnya yang membahas tentang kaitan polusi udara dan keguguran? 

Penelitian tentang polusi udara dan risiko keguguran pada wanita hamil

Dilansir dari The Lancet, bahwa ada 13 penelitian yang pernah mengaitkan antara materi partikulat PM 2.5 dengan jenis keguguran tertentu di beberapa negara. Negara tersebut di antaranya, Inggris, Amerika Serikat. Cina, Mongolia dan Afrika.

Namun tidak ada studi yang menjelaskan kaitan keguguran dan polusi dengan wilayah Asia Selatan. Padahal wilayah tersebut memiliki angkat keguguran yang besar. 

Karena itu, pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tao Xue dan Tong Zhu mencoba untuk mencari tahu kaitan antara polusi udara di Asia Selatan dengan kasus keguguran. 

Dengan penelitian terbaru itu, diharapkan menambah lagi bukti jika ada kaitannya jika paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko keguguran pada wanita hamil. 

Apa itu PM 2.5?

PM adalah kependekan dari particulate matter, atau dalam bahasa Indonesia disebut materi partikulat. Merupakan indikator untuk polusi udara. 

Dilansir dari World Health Organization (WHO), komponen utama PM adalah sulfat, nitrat, amonia, natrium klorida, karbon, debu, mineral dan air. 

Jika memiliki diameter 10 mikron atau kurang atau disebut PM10, dapat menembus masuk ke dalam paru-paru. Sementara jika memiliki diameter 2.5 mikron atau kurang disebut PM 2.5. PM 2.5 dapat menembus lapisan paru-paru dan memasuki sistem darah. 

Paparan berat terhadap partikel tersebut dapat berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskuler dan pernapasan, serta kanker paru-paru. 

Kaitan polusi udara PM 2.5 dengan keguguran

Penelitian terbaru melibatkan wanita di India, Pakistan dan Bangladesh. Data yang digunakan periode 1998 hingga 2016. Ada 34.197 ibu yang setidaknya pernah mengalami keguguran sebanyak satu kali. 

Hasilnya, paparan terhadap PM 2.5 secara signifikan meningkatkan kemungkinan keguguran. Namun peneliti juga menambahkan bahwa, apa yang mereka temukan itu memiliki beberapa keterbatasan, karena itu penelitian lebih jauh masih dibutuhkan. 

Dari sisi medis seperti apa penjelasan polusi udara dan keguguran? 

Pada penelitian tersebut, tidak menjelaskan tentang bagaimana dari sisi medis, polusi udara bisa menyebabkan terjadinya keguguran. Namun Sebuah ulasan yang dipublikasikan di National Institute of Health pada 2017 lalu sedikit menyinggung hal ini. 

Dalam artikel tersebut, juga tidak disebutkan dengan pasti mengapa tingkat polusi udara bisa meningkatkan risiko keguguran pada wanita hamil. Tapi para peneliti berpikiran hal tersebut mungkin terkait dengan meningkatnya peradangan pada plasenta dan stres oksidatif. 

Peradangan pada plasenta dan stres oksidatif dapat mengganggu perkembangan janin. Tapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi untuk mengonfirmasi klaim tersebut. 

Efek umum polusi udara pada kesehatan

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), siapapun bisa mengalami efek dari menghirup polusi udara. Bukan hanya meningkatkan risiko keguguran pada ibu hamil, tapi juga data memengaruhi kesehatan secara umum.

PM 10 atau 2.5 dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada siapa saja. Namun beberapa orang tertentu lebih berisiko terpengaruh, di antaranya:

  • Orang dengan penyakit jantung atau paru-paru (seperti asma)
  • Orang tua
  • Bayi dan anak-anak

Pada orang yang menderita penyakit jantung, partikel polusi udara dapat menyebabkan masalah serius seperti serangan jantung dengan gejala nyeri dada atau sesak, detak jantung cepat, merasa kehabisan napas dan lebih lelah dari biasanya. 

Jika mengalami salah satu dari gejala yang sudah disebutkan, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan dan untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. 

Sementara pada orang yang memiliki asma, partikel polusi udara dapat memperburuk gejala. Sementara secara umum, polusi partikel juga dikaitkan dengan sejumlah kondisi kesehatan seperti:

  • Iritasi mata
  • Iritasi paru-paru dan tenggorokan
  • kesulitan bernapas
  • Kanker paru-paru
  • Masalah pada bayi yang baru lahir, seperti berat badan yang rendah

Demikian informasi terkait hubungan polusi udara dan kaitannya dengan keguguran pada wanita hamil. 

Punya pertanyaan lain seputar masalah kesehatan? Konsultasikan bersama mitra dokter kami yang siap membantu. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Berita Terkait
register-docotr